Ngomongin ibu kita ini lagi ah...daripada ndak ada kerjaan.
Setelah lamaaaaaa banget mikir, akhirnya keluar jugalah pernyataan dari
kubu PDI-P dengan alasan konyolnya yang dibuat untuk merasionalisasi
penolakan debat oleh sang ibu.
Kali aja karena udah terlalu terpengaruh ama 'ketidak jelasan-ketidak
jelasan' yang sering dilontarkan oleh partnernya, Gus "D", akhirnya MS
mengatakan bahwa caprez sekarang ini masih belum jelas. Lha wong Amin
Rais, Yusril, Akbar, dkk udah jelas jelas dicalonin oleh partainya
masing masing kok ya masih dianggap ndak jelas. Apakah mau nunggu
setelah ada yang kepilih, terus mau nggerakin massanya untuk
"mendebat"...?
Lebih konyol lagi, katanya debat yang ndak sampe sehari itu dianggap
ngabisin waktu. Waktu yang mana nih..? yang bener aje..
Atau mungkin takut, jangan jangan pas di debat trus grogi, trus
pingsan, trus...trus...
Lha kalo ini ya memang bisa "ngabisin waktunya" untuk bisa jadi caprez.
Anehnya juga, wong yang 'mbikin' alasan itu si Mega, kok yang
nyampaikannya si Lubis, apa memang masih takut lagi kalau alasannya
juga akan di debat....? jangan jangan ibu ini nanti menjadi trauma
dengan kata kata 'debat'.
=====================================================================
Megawati Siap Debat seusai Pemilu
Jakarta, JP.-
Ternyata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
tidak tahan juga diledek setiap hari karena dianggap tidak
berani
berdebat dengan kandidat calon presiden lainnya. Menurut
Mega,
tuduhan dirinya tidak berani berdebat dengan kandidat
presiden
lainnya itu salah. ��Saya mau diajak berdebat atau berdialog
dengan calon presiden lainnya, asal calon presidennya
benar-benar jelas,�� ujar Mega seperti disampaikan melalui
anggota
Litbang PDI Perjuangan Manginsara Lubis kemarin.
Menurut Mega, kalau selama ini ada kesan ia menolak diajak
debat, itu disebabkan calon-calon yang disandingkan dalam
forum
debat itu dinilainya statusnya tidak jelas. ��Calon-calon
itu baru
bisa dianggap calon presiden sesungguhnya setelah pemilu.
Kalau
sekarang banyak capres, ya bukan capres yang sesungguhnya,��
ujarnya.
Debat terbuka para calon presiden, menurut rencana,
dilakukan
Selasa ini di kampus UI Depok. Capres yang sudah menyatakan
siap hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, Amien
Rais
(PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Sri-Bintang Pamungkas
(PUDI), dan Akbar Tanjung (Golkar). Sementara itu, Megawati
Soekarnoputri menolak menghadiri undangan tersebut.
Menurut Mega, seperti yang dikutip Lubis, demokrasi di
Indonesia
sangat berbeda dengan di Amerika. Di sana, katanya, sudah
jelas
kandidat presiden hanya dua orang karena jumlah partainya
memang cuma dua. Tapi, di Indonesia yang saat ini punya 48
partai, jumlah kandidatnya masih belum jelas.
��Jumlah yang ada sekarang ini, nanti seusai pemilu akan
semakin
mengerucut sehingga yang ada tinggal beberapa saja. Di saat
itulah Megawati akan siap diajak berdialog atau berdebat,��
ujar
Lubis.
Pihak PDI, kata Lubis, sangat memahami keinginan dan
idealisme
yang diharapkan mahasiswa atau cendekiawan. Bahkan, PDI pun
sangat mendukung adanya debat di antara capres. Namun,
Megawati justru punya pertimbangan lain daripada sekadar
cari
popularitas atau menarik massa lewat perdebatan.
��Menang dalam perdebatan bukan jaminan bahwa dalam segi
leadership dia pandai. Tapi, yang lebih penting, saat ini
dia lebih
mementingkan melakukan konsolidasi partai daripada
menghabiskan waktu untuk berdebat,�� katanya.
Penolakan Megawati berdebat itu apa tidak akan mengurangi
rasa
simpati pendukung terhadapnya? ��Megawati tidak pernah
menolak
berdebat atau berdialog. Bahkan, beliau mendukung, hanya
dalam
pandangannya, waktu saat ini belum tepat. Dan, saya kira
kemampuan berdebat itu bukan tolok ukur bahwa seseorang
pandai memimpin. Apa ada jaminan seorang yang menang dalam
berdebat itu diartikan bahwa dia juga seorang pemimpin yang
andal,�� kata Lubis.
Penolakan itu apakah dinilai akan mengurangi pamor Megawati
sebagai calon presiden? ��Tidak sama sekali. Tanpa berdebat
pun,
Megawati sudah terkenal dan orang tidak meragukan
kemampuannya,�� katanya.
Apakah PDI tidak khawatir banyak suara yang hilang karena
penolakan tersebut? ��Sama sekali tidak. Justru karena
itulah,
Megawati lebih memilih melakukan konsolidasi ke
daerah-daerah
daripada melakukan debat dengan kandidat presiden dari
partai
yang belum tentu mendapat suara besar dalam pemilu. Ia tak
ingin
menghabiskan waktu untuk itu,�� katanya. (mal/jpnn)
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com