kok sama sich :)
Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>
> In a message dated 4/26/99 5:53:47 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
> writes:
>
> > Ngomongin ibu kita ini lagi ah...daripada ndak ada kerjaan.
>
> catatan:
> posting saya ini tidak khusus mengomentari posting bung Dodo
> tapi lebih kepada mengomentari posting2 yg mempertanyakan
> atau mempersoalkan Megawati dari segala sudut2nya....:)
> (kelihatannya memang ngga akan ada habis2nya, selalu saja ada
> yg mencari2 kekurangan/kesalahannya).
>
> Kepada rekan2 yg senang menggunjingkan atau tepatnya
> mencoba mengorek2 kelemahan atau membuat tulisan2
> atau pun komentar2 sehingga Megawati kelihatan lemah atau
> buruk, saya ingin bertanya kepada anda-anda, apakah anda
> akan puas bila GOLKAR dan boneka2nya berhasil menjuarai
> pemilu mendatang?
>
> Kalau anda tidak puas bila GOLKAR cs nanti yg menang,
> sadarkah apa yg anda lakukan termasuk kategori memperlancar
> pemenangan GOLKAR cs?
>
> Saya pribadi tidak terlalu masalah bila yg nantinya banyak
> dipilih orang adalah partai2 seperti PDI Perjuangan, PAN, PKB, PPP, PK, dan yg
> sejenis, asal bukan GOLKAR cs (ABG cs).
>
> Kenapa sih kita "ribut2in" Megawati?
> Bukankah akan jauh lebih bermanfaat bila kita "ributin"
> kemungkinan kemenangan GOLKAR cs yg tampaknya
> menggunakan banyak cara dan upaya termasuk
> usaha2 yg bisa dikategorikan konyol.
> Dan yg terlebih parah dari itu adalah adanya kecenderungan
> usaha menunda pemilu bahkan menggagalkan pemilu.
>
> Bagi saya akan jauh lebih baik buat Indonesia bila
> PDI Perjuangan, PAN, PKB, PK, dan lain2 yg memang
> tidak termasuk GOLKAR cs, berkoalisi untuk bekerja sama membereskan
> negeri ini yg sudah porak poranda karena GOLKAR beserta orde barunya.
>
> Bukankah akan jauh lebih baik kita memfokuskan diri pada
> kampanye ABG cs ataupun memperkenalkan partai2 pilihan
> kita kepada orang2 yg masih berada di bawah pengaruh GOLKAR cs,
> ketimbang kita saling mencoba menjatuhkan partai2 lain yg non GOLKAR cs.
> Secara perhitungan suara keseluruhan, bila kita mencoba menjatuhkan
> partai2 non GOLKAR cs, maka menurut saya tidak akan memberikan
> pengaruh suara pada partai2 non-GOLKAR cs karena kemungkinan
> suara tersebut hanya pindah dari non GOLKAR cs ke non-GOLKAR cs
> lainnya. Syukur2 ngga pindah ke GOLKAR cs.
> Semoga hal ini segera disadari dan kita merubah fokus untuk menarik
> suara dari orang2 yg saat ini masih termasuk kelompok GOLKAR cs.
>
> Soal Megawati yg menolak ikut debat capres yg diselenggarakan oleh
> mahasiswa2 ITB, UI, dan lainnya, menurut saya sah2 saja dia melakukan
> hal tersebut. Dan saya percayai dia punya alasan sendiri untuk menolak,
> apapun itu alasannya.
>
> Mungkin saja Megawati melihat kegiatan debat capres saat ini kurang
> tepat waktunya dan kurang memberikan manfaat lebih bagi kemenangan
> partainya. Sepengamatan saya "target market" dari PDI Perjuangan
> adalah kelompok rakyat kecil yg hidupnya susah, tertindas, dan
> diperlakukan tidak adil selama ini. Dari pengajuan programnya pun
> saya merasakan bahwa inti perjuangan PDI Perjuangan adalah
> menegakkan kembali wibawa hukum yg selama ini telah diinjak2
> disewenangkan. Dan saya setuju dengan ide tersebut karena
> memang bagi saya inti permasalahan Indonesia selama ini karena
> tidak berdayanya hukum.
>
> Saya pribadi kalau jadi Megawati juga akan enggan untuk mengikuti debat capres
> dengan situasi seperti Indonesia sekarang ini.
> Buat saya jauh lebih berguna waktu saya tersebut dipakai untuk melakukan
> konsolidasi
> partai ke daerah2. Kalau ingin mengetahui tentang program2 partai, tinggal
> menghubungi
> sekretariatnya atau pun buka websitenya saja. Persiapan pemilu sekarang ini
> bisa dibilang
> sangat pendek karenanya waktu yg singkat ini tentunya akan dimanfaatkan oleh
> masing2
> partai untuk mendapatkan pemilih dengan cara/gayanya masing2.
>
> Seorang yg jago debat tidak otomatis merupakan seorang pemimpin yg baik.
> Seorang pemimpin yg baik tidak otomatis seorang yg jago debat.
> Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yg baik bukan seorang jago debat.
> Dimata saya, Megawati tetaplah seorang pemimpin yg handal. Paling tidak dia
> sudah membuktikannya
> memimpin PDI dari partai gurem menjadi partai yg besar seperti sekarang.
> Seorang pemimpin tidaklah harus seorang jenius/pintar. Yang dibutuhkan adalah
> visi yg jelas dan
> mampu menggali potensi yg ada disekitarnya untuk mencapai hasil yg optimum.
> Seorang pemimpin
> yg baik tidak bekerja sendirian.
>
> Seorang marketer yg baik seharusnya mengetahui target market dari produknya.
> Demikian juga dengan partai politik. Mereka harus mengenal kelompok
> pemilihnya. Mereka harus
> bisa mengidentifikasikan kelompok pemilih mana yg terbesar saat ini dan apa
> yg mereka inginkan.
> Rakyat jelata yg merupakan mayoritas di Indonesia saat ini tidak butuh
> seorang capres yg jago debat.
> Mereka butuh seorang presiden yg bisa membuat perut kenyang, bisa kasih
> kerjaan, bisa memberikan
> ketenangan lingkungan (kriminalitas rendah).
>
> Setiap orang memang bisa punya standar masing2, punya keinginan masing2.
> Anda tidak perlu ragu untuk tidak memilih PDI Perjuangan kalau anda merasa
> partai ini tidak
> bisa menyuarakan suara anda. Tapi dimata saya, mengulik2 terus seorang
> Megawati hanyalah
> semakin membuktikan bahwa dia memang calon pemimpin yg perlu diperhitungkan
> bahkan
> mungkin perlu di jegal.
>
> Saya pribadi memutuskan untuk memilih PDI Perjuangan dalam pemilu mendatang.
> Saya terkesan dengan kekonsistenan partai ini dalam membela nasib rakyat
> kecil dan
> mengembalikan fungsi hukum. Dua hal ini sangat sesuai dengan keinginan saya
> pribadi.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu