----------
> From: Erwin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Bukalah matamu wahai BUKAN pendukung Mega
> Date: 29 April 1999 8:24
>
> 1. PDI Perjuangan/Megawati awalnya adalah kaum tertindas.
Saya juga tertindas ....ditindas oleh orang-orang simpatisan PDI - P disekelilingi saya baik di kawasan rumah maupun di jalan-jalan saat kampanye...saya juga ditindas oleh Golkar dan seluruh sistem turunannya waktu jaman ORBA.......
> 2. Dari sekian partai yang diramalkan akan besar selain partai yang dicap
> status quo (PDI Perjuangan, PAN, PKB, PK, dll), hanyalah PDI Perjuangan yang
> banyak orang benar-benar yakini beraliran nasionalis ketimbang Islam.
Siapa yang yakin ??? Bisa ditunjuk dengan jari telunjuk mu siapa orangnya ???
> Dan jujur saja, konsep negara Islam
> (walaupun mau digembar-gemborkan menghormati perbedaan), tentu saja
> mencemaskan orang-orang di luar Islam/minoritas.
Ketakutan yang berlebihan dan tidak terbukti. Ketakutan yang ditumbuhkan dan diwariskan oleh Orde Baru
> 3. Kharisma Megawati, sediam apapun dia, besar sekali. Dan satu hal lagi,
> ucapan Megawati (sekontroversial apapun), diyakini tak pernah (atau mungkin
> biar lebih fair, sedikit sekali), mencla mencle. Butuh keberanian besar bagi
> seorang politikus saat ini, untuk mengatakan "Jangan Menghujat Soeharto",
> "Memegang Teguh Pancasila dan UUD 45", "Timor-Timur adalah bagian dari
> Indonesia juga", dll.
Statemen - statemen untuk konsumsi rakyat yang tidak mengerti apa-apa. Bukan untuk konsumsi orang yang bisa berpikir.
Kharisma itu identik dengan pengkultusan (seperti Soeharto). Jauh lebih baik jika yang namanya Presiden itu bisa ajak bercanda, bisa diajak berdiskusi sengit, tanpa harus ada rasa takut, rasa sungkan (seperti OJ Tambunan waktu meminta MS jadi Caleg Jaksel)
>Namun sekali lagi, itu menandakan bahwa Megawati punya
> VISI yang jelas. Ia bukanlah politikus angin-anginan, yang sekedar mengikuti
> isu populer agar dirinya tetap dicap reformis.
Penjabaran Visi dan Misinya bisa dibaca dimana ya ??? Atau sudah pernah MS sampaikan dimana ya ???
Lha Wong ngomong aja nggak bisa....gimana bisa sampai. Kalau memang sudah pernah disampaikan secara Internal....ya berarti hanya orang-orang Internal aja yang tahu....Dengan Debat MS bisa menjelaskan ke pihak Eksternal....dengan Debat berarti MS berbesar hati dan berlapang dada untuk "MENABRAKKAN" ide - ide nya, misinya, visinya, dengan pihak lain, untuk didapatkan hasil yang paling optimum.....DAN BUKANNYA sudah merasa paling benar dan paling hebat.
> Dan jelas, semua hal tersebut membuat banyak orang merasa lebih nyaman,
> karena melihat figur Megawati sebagai benar-benar figur pemersatu. (Banyak
> figur pemimpin lain, terlalu banyak mengecam dan sebagainya, sehingga bukan
> dianggap figur pemersatu.) Dan bukankah sebenarnya ditengah kekacauan bangsa
> kali ini, adalah logis bila orang berpikir bahwa yang kita butuhkan adalah
> figur pemersatu?
FIGUR PEMERSATU ???? Waktu Ambon dan Sambas "pecah" MS kemana ??? Waktu Theo Syafei di "tuduh" menjadi PROVOKATOR Kupang....apa tindakan MS ???? Malah mencium pipi Theo, bukannya memberi penjelasan yang bisa menenangkan SEMUA PIHAK ..............Mana fungsi dari POSKO - POSKO PDI - P pada Peristiwa Ambon....."tidak berbunyi" sama sekali....karena ya memang tidak mampu untuk berbunyi dan bertindak .........
> Satu-satunya ganjalan Megawati hanyalah satu, dia
> Perempuan. Dan bukankah itu suatu bukti ketidakadilan juga akhirnya? (Dengan
> kata lain, lengkaplah sudah penilaian publik terhadap figur Megawati sebagai
> kaum tertindas)
Kalau DFA running for President....kemungkinan besar akan saya pertimbangkan :-) untuk saya pilih dia :-) Because of SMART.
Jangan berlindung di balik kewanitaan, .... banci tahu !!! Kalau saja saya wanita, saya juga akan pikir 1000x dipimpin oleh wanita yang lemah .........
Hadeer
- Bukalah matamu wahai BUKAN pendukung Me... Erwin
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Komariah Kosasih Robinson
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Hadeer
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Hadeer
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Dodo D.
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN... FNU Brawijaya
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... Erwin
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... FRAREV SITORUS
- Re: Bukalah matamu wahai BUKAN pen... FRAREV SITORUS
