Belajar 'kalah' dengan belajar 'mengalah' sangat besar bedanya. Pepatah 'sing waras
ngalah' tidak dimaksudkan untuk menjadi pihak yang kalah. Pepatah ini dimaksudkan
untuk mengatasi orang yang ngotot tanpa alasan yang jelas. Kalau alasannya jelas sih
otomatis pepatah itu tidak dapat dipakai.
Hanya yang mau belajar bagaimana untuk menang yang akan bisa maju. Belajar untuk
kalah adalah pekerjaan mubazir karena kita tidak perlu belajar, cukup tidak bertindak
atau
tidak melawan, maka anda akan kalah.
Sorry cuman mau bikin lurus.... kalo tambah bengkok ya ndak tahu....
'-----------------
Blucer Rajagukguk wrote:
> Mengutip pepatah lama: sing waras ngalah. Hanya yang mau belajar kalah yang akan
> bisa maju, kalau sudah kepinteran, enggak usah dilawan. Saya yakin mas moko bisa
> mengerti apa yang saya maksud.
> salam anti-diskriminasi.
>
> Moko Darjatmoko wrote:
>
> > At 5:20 PM 11/3/1998, Vincent Sitindjak wrote:
> >
> > |Mas Moko tulis:
> > |
> > |> At 11:59 AM 5/11/1999, FNU Brawijaya wrote:
> > |>
> > |> |Lha KAMU belum jadi tauke lagunya sudah kayak
> > |> |Donald Trump. Bisa bayar 3-20 juta mestinya kan
> > |> |bisa bayarin tiket buat keluarga untuk keluar dari
> > |> |Indonesia. Tauke kayak KAMU ini yang biasanya
> > |> |jadi sasaran pertama tiap ada kerusuhan.
> > |>
> > |> Siapapun yang sedikit rasional dan mngerti situasi rasial di
> > |> Indonesia mengerti apa maksud kalimat diatas, siapa yang dituju.
> > |>
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)