Mungkin sih.... Cuman katanya sih bukan begitu... Ini dihasilkan oleh valas juga deh.
Ya ini paktor keberuntungan atau kepandaian dari bagian nyang ngurusin palas-
palas tadi.... Pelencengan justru dimulai beberapa tahun sebelum krismon (spt ane
tulis di bawah itu tuh...entu nyang mulai.... Sampai ORBA jatuhpun mereka masih
dapat positif kok. Nggak tahu setelah sejak pertengahan tahun lalu, yaitu setelah
mereka harus menanggung beban dari bank-bank nyang lain nyang emang disuruh
pemerintah untuk diurusin, dan juga kredit-kredit macet dari kreditor kelas kakap itu.
Ane ndak jelas posisinya saat ini.....

Supaya kita adil dalam melihat, kita juga jangan terlalu memandang buruk dengan
Bapindo. Wong misi nyang dibawa oleh bank itu rak sebagai bank pembangunan,
kayak BDN ngurusin dagang, BRI ngurusin rakyat (baca tani, dan kuli kayak ane juga).
Sebagai bank nyang kebagian ngurusin pembangunan jelas emang harus ikut
cawe-cawe tiap ada proyek-proyek nyang bersifat pembangunan. Risikonya jelas
gede, wong namanya pembangunan biasanya bersifat jangka panjang atau menengah.
Ya tahu sendiri lah kalo proyek bersifat public model gini emang gede banget
risikonya. Mangkane kite ndak perlu heran kalo utange jadi melebihi asset. Apalagi
emang sebagai bank dg misi khusus ini lalu jadi bulan-bulanan si...ini....tahu sendiri 
lah...


'-----------------------
"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" wrote:

> Setahu saya BRI"makmur" dari kredit kepada pengusaha kecil lewat BRI Unit.
> Rupanya ada yang melenceng dengan penyaluran kredit besar-besaran kepada
> pengusaha kakap. Ketika krismon kakap ini mabuk karena diobok-obok oleh
> Joshua.
>
> Ngomong-ngomong soal BPPN saya pernah nanya kepada mantan Direktur Muda BI
> soal lowongan di BPPN. Kontan beliau njawab,"Apa? Kamu mau bergabung dengan
> para maling?" Langsung kecut dah nyali saya.
>
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From:   FNU Brawijaya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Tuesday, 01 June, 1999 11:52 AM
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        Re: BPPN Berhasil Menghaluskan Praktek KKN, Bravo... ;-!
>
> Yusuf-Wibisono wrote:
>
> > 3. Yg agak unik, yg di bank-bank, nggak ada yg beneran
> >    kakap. Termasuk yg di bank BRI atau BCA. Logikanya,
> >    tidak mungkin jalur KKN tidak ada yg lewat BRI
> >    atau BCA. (Atau saya yg salah?) Dg kata lain, yg
> >    kakap-kakap sudah diambil alih BPPN semua.
> >    Padahal dg mondok semua (nyampur) di BPPN, penelusuran
> >    KKN jadi lebih rumit dan orang nggak tahu, yg 'merampok'
> >    bank x,y,z itu siapa-siapa aja orangnya... Dst.
>
> Kenapa dari BRI? Walaupun di bawah Kamardi Arif corporate loan
> mencapai 30-an persen dan di bawah Joko konon mencapai 50 persen
> (sebelumnya sebagai bank rakyat loan model gitu cuman 10-an persen),
> tetap saja BRI adalah bank rakyat, yang 'mestinya' kemungkinannya
> memang lebih kecil. Saya denger justru BRI merupakan satu-satunya bank
> yang mampu membuat profit besar di jaman susah ini (sejak 1997). Mungkin
> bank-bank yg lain justru lebih pas untuk ditelisik. Atau ane nggak ngerti
> kalo ada kasus khusus ya? Makane mbok di-scan, tentu kalo ada waktu....
>
> --
> Salam,
> Jaya
>
> --> I disapprove of what you say, but I will
>     defend to death your right to say it. - Voltaire
>
>                \\\|///
>              \\  - -  //
>               (  @ @  )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
>            oooO     (   )
>           (   )      ) /
>            \ (      (_/
>             \_)

--
Salam,
Jaya


--> I disapprove of what you say, but I will
    defend to death your right to say it. - Voltaire

               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke