Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
In a message dated 6/15/99 8:41:57 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
---dihapus---
>  Mengenai ayat di Quran saya hanya ingat satu ayat yang menjelaskan bahwa
>  "Laki laki itu adalah pemimpin wanita...." ANNISAA' :38,

Irwan:
Tampaknya ingatan anda kurang kuat. Annisaa :38 berisi peringatan tentang
orang2 yg menafkahkan penghasilannya karena untuk dilihat dan dipuji. Juga
tentang pertemanan dengan setan. Silahkan dibuka kembali untuk memastikan.

Ayat yg anda maksud bila kalimat awalnya seperti yg anda sebutkan ada
pada ayat 34. Lengkapnya demikian:
(4:34)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah
melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita),
dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara
(mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [291], maka
nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu
mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi
lagi Maha Besar.

Mbak Yuni, anda lihat bahwa ayat tersebut ditulis dalam konteks hubungan
suami istri, dalam hubungan keluarga.
Dalam ayat 35 anda akan lebih jelas lagi melihat apa yg saya katakan.

Tentunya anda dan saya serta rekan2 disini sepakat agar kita jangan
mengambil sepenggal2 ayat tertentu tapi lebih dilihat konteks
pembicaraannya apa. Pengambilan ayat secara sepotong2 tanpa melihat
konteks pembicaraannya bisa berbahaya karena bisa menyesatkan.

Yuni:
> ada banyak ayat
> ayat
>  pendukung lainnya atau yang turut menjelaskan maupun Sabda Nabi, tetapi
saya
>  tidak hapal.

Irwan:
Silahkan anda mengutipkannya disini.

yuni: sorry deh saya salah dalam mengutip, bukannya saya tidak hapal, tepi
salah tulis, karena banyak hal dibenak saya. Lha wong sewaktu saya nulis
kutipan tersebut, saya punya Qur'an di depan saya. Maaf kecerobohan saya.
Irwan , seperti yang saya katakan diatas bahwa tidak hanya ayat tersebut
diatas saja yang secara tegas membedakan laki & perempuan tapi banyak lagi.
Memang orang beragama lain akan menyerang bahwa itu untuk berumah tangga,
sebenarnya tidak hanya terbatas pada rumah tangga. Bayangkan dalam rumah
tangga saja perempuan tidak bisa jadi pemimpin, maka  apalagi dalam suatu
negara. Saya baca Gus Dur pun mengutip ayat tersebut, jadi saya kira pendapat
saya ini cukup. Kalau saya ketemu ayat lain yang mendukung, saya akan berikan
kepada anda.


Yuni:
>  Mengenai negara Islam lainnya yang mempunyai pemimpin wanita, jawaban saya
>  adalah mengapa tidak.Toh itu kehendak rakyat mereka. Irwan harus bisa
>  membedakan antara aturan dan pelaksanaannya. Idealnya atau aturannya dalam
>  Islam bahwa pemimpin itu adalah laki laki, tetapi karena orang Islam itu
>  adalah manusia, yang tak luput dari kesalahan dan pola pemahaman yang
> berbeda
>  maka timbullah pelaksanaan yang berbeda.Dilain pihak aturannya mengatakan
A,
>  sedangkan pelaksanaannya B, itu sah sa saja bagi manusia yang menjalaninya,
>  akan tetapi mereka tidak bisa mengubah peraturan itu sendiri, dalam arti
>  mereka menanggung resikonya sendiri.

Irwan:
Mbak Yuni, setahu saya dalam negara Islam itu hukum yg berlaku adalah
hukum Islam yg tertulis dalam Al Quran dan Hadits. Mohon saya dikoreksi
kalau salah. Di mata saya, tidak mungkin suatu negara Islam seperti
Bangladesh dan Pakistan akan melanggar peraturan yg menjadi landasan
negaranya. Itulah sebabnya saya punya keyakinan kalau wanita itu
dalam Islam tidak haram hukumnya menjadi pemimpin.

Pemahaman seseorang akan sesuatu adalah berbeda, terutama agama. Seperti
misalnya negara kita, Kalaupun toh MS jadi presiden, tidak berarti semua orang
di Indonesia menyetujui kebaradaannya sebagai presiden. Bukankah mayoritas
penduduk Ina beragama Islam, tetapi mereka tidak sepaham satu sama lain, jadi
kalaupun toh negara Islam lainnya memilih wanita sebagai presiden, tidak
berarti mencerminkan 100% penduduk Islamnya menganggap it is ok, memilih
wanita sebagai presiden. Dalam jaman edan ini banyak hal yang mempengaruhi
pemikiran, pemahaman seseorang. Seperti pemahaman seseorang terhadap peranan
wanita dalam Islam, banyak dipengaruhi oleh emansipasi wanita, sehingga banyak
hal yang dilarang akhir menjadi boleh boleh saja asal.....(alasan emansipasi)

Silahkan bagi siapa saja yg ingin menjelasan masalah ini.

Yuni:
>  Tidak ada bedanya dengan presiden, saya kira jawaban saya sudah mencakupi
> yang
>  diatas. Hanya saja untuk bidang tertentu, yang menyangkut kewanitaan masa
>  harus laki laki ya mereka nggak tahu apa apa dong.

Irwan:
Dengan kata lain anda ingin mengatakan wanita hanya boleh menjadi menteri UPW.
Selain dari itu, tidak boleh. Seperti misalnya wanita tidak boleh menjadi
menteri
sosial (pernah ada di Indonesia dan ngga pernah ada larangan), wanita tidak
boleh
menjadi menteri olah raga, wanita tidak boleh menjadi menteri perindustrian,
wanita tidak boleh menjadi menteri keuangan, wanita tidak boleh menjadi
menteri pendidikan dan kebudayaan, dst. Kira2 begitukah yg ingin anda katakan
dari pernyataan anda di atas?

Sebenarnya keberadaan wanita dalam Islam sudah ada batasannya. Dalam hubungan
sosial, wanita tidak boleh ini... tidak boleh.. itu jadi asalkan memenuhi
kriteria aturan Islam( tidak melanggar batasan ), tidak ada masalah. Cuma
kalau saya haru menjelaskan batas batasannya wah jadi kayak buku, coba baca
aja deh buku buku tentang wanita dalam Islam.

Yuni:
>  Mengenai urusan dagang(bisnis) wanita tidak dilarang untuk berdagang,
> apalagi
>  itu usahanya sendiri, maka sah sah saja ia menjadi direktur kek, apa kek,
>  karena itu punyanya sendiri. Sedangkan yang hanya sebagai pegawai, juga
> tidak
>  ada masalah, karena tujuannya untuk mencari nafkah.

Irwan:
Dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa wanita boleh memimpin
pria kalau itu urusan dagang atau perusahaannya sendiri. Sehingga anda
katakan tidak masalah dalam hal ini wanita menjadi pemimpin.
Bagaimana dengan menjadi Dirut suatu bank, bank BUMN katakanlah.
Hmm...tampaknya anda juga tidak ada masalah karena kemungkinan
akan anda kategorikan ke dalam mencari nafkah. Jadi, selama tujuannya
mencari nafkah, ya tidak apa wanita menjabat sebagai pimpinan.

Jawaban udah termasuk di atas

Anda kenal pahlawan wanita dari Aceh, Tjoet Nyak Dien?
Kira2 apa yg menjadi alasan rakyat Aceh waktu itu mengangkat
beliau menjadi pemimpin?

Dalam perang, boleh dikatakan termasuk darurat. Dalam kondisi darurat hukum
tidak bisa diberlakukan secara 100%. Seperti halnya kalau tidak ada makanan
lain, didunia ini, terkecuali babi, maka kita dihalalkan untuk memakannya.

Tetapi kepimpinan MS adalah bukan darurat. Masih ada calon calon pemimpin pria
muslim lain yang mumpuni bahkan jauh lebih berpotensial,  dibandingkan MS,
jadi nama MS harus dikesampingkan.Kecuali kalau seluruh kaum pria muslim di
Indonesia adalah invalid, tidak bisa berbuat apa apa, tidak punya otak,
sehingga tidak mampu berpikir dan memimpin bngsa , baru mungkin(masih mungkin,
karena ada wanita lain yang lebih jago dan berkualitas dari pada dia) nama MS
dapat dijagokan.


Yuni:
>  Pemimpin bagi saya adalah Laki laki muslim, berkeluarga, yang  bisa
>  diteladani, diperaya akan akhlak, perbuatan,perkataanya. Dia mampu
> membedakan
>  kebaikan dan keburukan, memahami syariat Islam sekaligus menjalankannya.
>  Bertanggung jawab, dan tidak malu berbicara akan kebaikan akan tetapi malu
>  untuk berbuat keburukan, dll.

Irwan:
Tampaknya masih sejalan dengan Annisaa:34 yg memang membicarakan
soal hubungan suami istri.
Anda sebagai istri dari suami anda memang seharusnya demikian.

Sayangnya yg kita bicarakan disini adalah dalam konteks negara.

Dengan demikian saya kutipkan saja kembali pertanyaan saya dalam
posting terdahulu dengan harapan ada rekan2 yg lebih menguasai
yg bisa memberikan penjelasan.

Anda benar kalau saya mau ari suami, maka seperti yang saya gambarkan diatas
itulah suami yang ideal bagi saya. Tetapi sayapun akan memilih pemimpin dengan
ciri ciri di atas, karena kalau pemimpin sifat dan sepak terjangnya tidak
seperti di atas wah bisa berabe.

Anda mau dipimpin oleh seseorang yang pemabuk, pembohong, tinggi hati, tidak
tahu sopan santun?

Pemikiran anda adalah terlalu sempit dalam membedakan antara negara dan
keluarga. Ingat bahwa negara adalah suatu bentuk lain dari keluarga, mempunyai
unsur unsur yang sama, yakni ada lebih dari satu orang, ada yang memimpin
(kepala rumah tangga) dan ada yang dipimpin (anggota rumah tangga, hanya
tingkat kualitas dan kuantitas yang berbeda (tentu saja negara jauh lebih
banyak jumlahnya dan lebih rumit permasalahan dan aturannya)dll.  

Sebelumnya Yuni ada menulis:
>  In a message dated 6/14/99 2:18:09 PM Eastern Daylight Time,
>  [EMAIL PROTECTED] writes:
>
>  > Pernahkah tokoh muslim Indonesia menyerukan secara nasional kepada rakyat
>  >  Indonesia bahwa memilih pemimpin wanita adalah suatu pelanggaran kepada
>  >  syariat agama Islam???????
>  >
>  >  terima kasih
>  >  yuni
>  >

Kemudian saya bertanya:

>
>  Irwan:
>  Bisakah anda kutipkan ayatnya secara lengkap?
>  Pertanyaan saya berikutnya:
>  1.Bisa tolong dijelaskan kenapa Bangladesh dan
>     Pakistan yg notabene negara Islam punya pemimpin
>     wanita?
>  2.Bisa tolong dijelaskan kenapa kita boleh punya
>     menteri wanita yg notabene memimpin suatu
>     departemen?
>  3.Bisa tolong dijelaskan apakah wanita juga dilarang
>     menjadi direktur yg notabene adalah pemimpin perusahaan?
>     Kalau tidak dilarang, mengapa tidak? Kalau dilarang,
>     kenapa selama ini tidak ada seruan tersebut?
>  4.Apakah definisi pemimpin itu bagi anda?
>
>  jabat erat,
>  Irwan Ariston Napitupulu
>

Kini saya menunggu penjelasan.
Bung Rosadi mungkin bisa membantu menjelaskan
hal ini agar saya bisa lebih mengetahui hal yg
sebenarnya.

catatan:
Mohon saya diingatkan kalau pertanyaan2 saya tersebut
sudah dianggap melanggar garis batas karena tidak
ada maksud saya melakukan hal tersebut.
Terima kasih.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke