Saya mencoba utk memberikan pandangan sbb:
1. 'Reformasi' memang terutama disuarakan oleh kalangan mahasiswa (selain kelompok dan tokoh lainnya).
2. Pokok2 aspirasi reformasi adalah sbb
* Berantas KKN (khususnya usut/adili Suharto, keluarga, dan kroninya)
* Hapuskan dwifungsi ABRI (terutama di bidang politik)
* Rubah UUD 1945 utk menghindari berulangnya pemerintahan otoriter
* Dlsb (seperti pemberian kewenangan pd daerah/otonomi/federal, dll)
Yg saya sebut di atas adalah yg pokok saja, mengingat beragamnya kelompok mahasiswa/lainnya yg 'reformis'.
3. Hasil Pemilu 1999 adalah sbb (ranking 5 terbesar, KPU last update):
PDIP (program reformasinya relatif kurang 'strong', menonjolkan figur Megawati sbg capres, mempunyai image sbg partai 'tertindas')
Perolehan suara sekitar 30%
Golkar (program reformasi 'ada' tapi diragukan keseriusan/keberhasilannya, menonjolkan figur Habibie sbg capres/'partai baru', imagenya partai orba/'status quo')
Perolehan 20%
PKB (program reformasi relatif kurang 'strong', menonjolkan figur Gus Dur, imagenya partai 'orang NU')
Perolehan 11%
PPP (program reformasinya kurang jelas, menonjolkan asas 'ajaran Islam', imagenya partai 'lama/terkait dgn status quo')
Perolehan 10%
PAN (program reformasinya relatif 'strong', menonjolkan figur Amien Rais, imagenya partai baru yg 'modern/terbuka')
Perolehan 6%
Kelima parpol di atas secara total mencakup sekitar 77% suara pemilih, sisanya terbagi utk 43 parpol lainnya.
4. Dgn asumsi hasil Pemilu 1999 adalah 'benar', maka beberapa kesimpulan pokok dari hal-hal di atas adalah sbb:
* Ternyata aspirasi rakyat (pemilih) beragam.
* Ternyata sebagian besar rakyat (pemilih) tidak sepenuhnya mendukung 'aspirasi reformasi (mahasiswa)'.
"People get what they deserve"
RI
----------
From: bRidWaN[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, June 22, 1999 11:47 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Apa sebenarnya cita-cita Reformasi ?
Rekan Rekan Yth.,
Apa sih sebenarnya cita-cita dari reformasi
yang telah digaungkan oleh para Mahasiswa sejak
tahun lalu, yang telah memakan korban jiwa ?
Bukannya rasa keinginan mempunyai Pemerintahan
yang baru, yang menggantikan Pemerintahan lama ?
Sebelum Pemilu dimulai, terlihat tanda-tanda akan
adanya Koalisi PDI-P, PKB dan PAN.
Tetapi setelah Pemilu usai, dan dimulainya polemik
mengenai boleh tidaknya seorang wanita menjadi
Pemimpin, maka objective dari Reformasi diatas
telah menjadi rancu, bahkan terkesan seolah olah
banyak orang yang tidak perduli apakah Presiden
mendatang datang dari kelompok status-quo.
Langkah langkah ini telah dimulai sejak 2-3 hari
sebelum Pemilu, dimulai dengan adanya fatwa MUI,
yang selama ini jelas mendukung Orde Baru.
Meskipun saya adalah pendukung PDI-P, saya tidak
begitu concern dengan siapa yang akan menjadi
Presiden, tetapi lebih kepada 'tokohnya' yang
harus berasal dari kelompok Reformasi.
Saya khawatir, dengan ditimbulkannya polemik
mengenai kepemimpinan seorang Wanita, maka
perhatian kita akan beralih dari tujuan diadakan-
nya Pemilu, yaitu mengganti Pemerintahan yang
lama.
Semoga tujuan dari perjuangan adik-adik
Mahasiswa kita akan membuahkan hasil sesuai
dengan apa yang mereka perjuangkan. Amin.
Salam,
bRidWaN
