Rekan Rekan Yth.,

Apa sih sebenarnya cita-cita dari reformasi
yang telah digaungkan oleh para Mahasiswa sejak
tahun lalu, yang telah memakan korban jiwa ?

Bukannya rasa keinginan mempunyai Pemerintahan
yang baru, yang menggantikan Pemerintahan lama ?

Sebelum Pemilu dimulai, terlihat tanda-tanda akan
adanya Koalisi PDI-P, PKB dan PAN.

Tetapi setelah Pemilu usai, dan dimulainya polemik
mengenai boleh tidaknya seorang wanita menjadi
Pemimpin, maka objective dari Reformasi diatas
telah menjadi rancu, bahkan terkesan seolah olah
banyak orang yang tidak perduli apakah Presiden
mendatang datang dari kelompok status-quo.

Langkah langkah ini telah dimulai sejak 2-3 hari
sebelum Pemilu, dimulai dengan adanya fatwa MUI,
yang selama ini jelas mendukung Orde Baru.

Meskipun saya adalah pendukung PDI-P, saya tidak
begitu concern dengan siapa yang akan menjadi
Presiden, tetapi lebih kepada 'tokohnya' yang
harus berasal dari kelompok Reformasi.

Saya khawatir, dengan ditimbulkannya polemik
mengenai kepemimpinan seorang Wanita, maka
perhatian kita akan beralih dari tujuan diadakan-
nya Pemilu, yaitu mengganti Pemerintahan yang
lama.

Semoga tujuan dari perjuangan adik-adik
Mahasiswa kita akan membuahkan hasil sesuai
dengan apa yang mereka perjuangkan. Amin.


Salam,
bRidWaN

Kirim email ke