Thanks Nina,
Saya cuma mau memperjelas aja, sebetulnya emang Pak Dubes nggak nyinggung sama sekali
tentang ayam, walaupun dimeja makan emang ada ayam goreng.
Inikan saya cuma kasih tahu rangkumannya aja, sama
sekali nggak ada " " quote-nya. Dan ini cuma saya
ambil intinya yang menurut kemampuan otak saya yah
hasilnya jadi begitu.
Untuk teman-teman yang kiranya kalo mau kasih komentar,
dalam hal apapun, hendaknya dicerna dulu di kepala
masing-masing, kalo bisa dengan tidur yang cukup.
Kalau orang bilang sesuatu, dipikirin dulu, apa iya
mana yang bener, apa yang bisa masuk diakal.
Kalo terlalu sering pake asumsi yah susah juga untuk
ngebedain mana yang bener dan mana yang kaga.
Peace,
Roland
---- you wrote:
> Hallo,
>
> Rasanya Sdr. Ali nggak perlu menanggapi pernyataan tersebut secara terlalu
> harafiah. Saya hadir pada pertemuan itu, dan Pak Dubes menekankan bahwa yang
> dikehendaki oleh rakyat Indonesia saat ini adalah perbaikan taraf hidup. Di
> mana-mana banyak orang yang menggunakan bahasa ekspresi seprti itu ;-)
> (di lain pihak, kalau digunakan ekspresi "makan tempe" bisa2 dianggap bangsa
> Indonesia menurun taraf hidupnya, gara2 tempe dianggap makanan inferior,
> padahal tempe jeuh lebih bergizi dari kambing guling ;-[))
> Dalam kehidupan berpolitik, bangsa kita terlihat bergerak ke tengah, tidak
> mengutub ke kekuatan2 tertentu, itu yang dimaksud Beliau dengan menyinggung
> sedikit banyaknya kekalahan partai berhaluan keagamaan dan juga partai2
> buruh: masyarakat kita mulai menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah demokrasi.
> Sayang Sdr. Ali tidak menghadiri pertemuan tersebut, sehingga hanya bisa
> mengomentari sumber sekunder ;-) Saya pribadi menilai Pak Dubes adalah
> seseorang yang berpikiran maju dan reformis.
> But that's me.
>
>
> Nina Poerbonegoro
>
--------------------------------------------------------
Get free personalized email at http://lifetime.iname.com