In a message dated 7/9/99 5:26:04 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:

> Menimpali pak Dubes,
>  saya menilai pak Dubes cuma bisa tahu omong kosong. Komentar2 yang beliau
>  berikan (walaupun sekunder) adalah komentar2 tak berharga dan terlalu
hambar.

Irwan:
Bisa disebutkan lebih jelas bagian2 mana saja yg menurut
anda itu tak berharga dan terlalu hambar?
Saya yakin anda punya alasan kuat untuk sampai pada
kesimpulan di atas.

Donald:
>  I wish next time ada script lebih lengkap tentang omongan beliau supaya
> kita2
>  ini bisa menyerang lebih langsung. Komentar2 yang saya baca mah ... tukang
>  becak juga bisa ngomong gitu.

Irwan:
Apakah menurut anda omongan supir becak adalah omongan2
yg masuk kategori tak berharga dan terlalu hambar?

Donald:
>  Kalau pak Dubes adalah seorang reformis tunjukkan budaya reformis yang
>  demokratik, yang terbuka dan jauh dari stereotypical orde baru.

Irwan:
Bisa berikan contohnya budaya reformis yg demokratik itu
yg seperti apa sih?
Dan tindakan2 atau ucapan2 dubes yg mana saja yg menurut
anda masuk kategori anda di atas.

Donald:
>  Ngomongnya
>  masih seperti para pejabat masa Soeharto tapi berani memanggil diri sendiri
>  reformis.

Irwan:
Omongan dubes yg anda masukan dalam kategori di atas
itu yg mana sih?
Oh ya, apa dubes AS pernah menyatakan diri sebagai
seorang reformis? Mohon saya diinformasikan kalau dubes
pernah nyatain hal tersebut.

Donald:
>  Bukti satu lagi, pak Dubes takut mahasiswa2 dari LN untuk pulang
>  kampung karena nggak mau kita2 ini menyebarkan atau menyaksikan langsung
>  bagaimana kebiadaban pemerintah transisi ini dan kebobrokan pelaksanaan (so
>  called) demokratik PEMILU.

Irwan:
Apakah menurut anda kurang banyak saksi mahasiswa di
tanah air yg menyaksikan hal tersebut sehingga anda merasa
perlu menambahnya lagi dengan mahasiswa2 dari LN?
Apakah memang dubes memberikan alasan seperti yg
anda sebutkan atas himbauan untuk coba stay disini?
Tahukah anda bahwa tingkat pengangguran di Indonesia
saat ini sangat tinggi? Tahukah anda kalau para tamatan
LN pulang ke tanah air maka paling tidak mereka
bila dapat kerja akan mengurangi kesempatan rekan2
di tanah air yg sedang kesulitan mendapatkan pekerjaan?
Tahukah anda bahwa ada lulusan LN yg pulang ke Indonesia
tapi masih menganggur selama berbulan2?
Tahukah anda bahwa ada peluang kerja di AS bagi
mahasiswa tamatan universitas di AS?

Bagi saya, himbauan dubes itu sangat realistis, sangat
membumi. Tidak muluk2, tidak penuh janji2 surga.
Walau saya pribadi cenderung menyerahkan kepada
individunya masing2, mau langsung pulang atau stay dulu,
karena mereka yg lebih tahu kondisinya.

Donald:
>  By the way, what do PKB and PPP represent --
>  regarding runtuhnya partai yang mengandalkan keagamaan ?  Kalu beliau masih
>  pakai otak, tentu pas Dubes harus jujur dan mengatakan bahwa semua partai
>  yang menang adalah partai ber-duit  titik!

Irwan:
Oh ya? Bagaimana dengan PDR yg banyak hambur2in duit
tapi kalah?
Menurut anda, partai2 yg bisa berduit itu emangnya duitnya
dari mana sih?
Apakah anda yakin duit akan pasti merubah pilihan seseorang
dalam memberikan suaranya?
Saya tidak menyangkal ada pengaruhnya, tapi yg ingin saya
tahu, berapa persen sih menurut dugaan anda dalam pemilu kali ini
duit sudah mempengaruhi seseorang untuk merubah pilihannya
agar tidak sesuai dengan hati nurani mereka?

Donald:
>  Lihat apa yang dilakukan para
>  aparat kepada warga PRD (partai buruh) ... pak Dubes bilang apa soal ini?

Irwan:
Bilang apa dia?
Seandainya dubes tidak bilang apa2, apakah menurut anda
salah? Apakah menurut anda seorang dubes wajib
mengomentari semua peristiwa di tanah air?

Sori, saya banyak nanya kali ini.....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke