Menimpali pak Dubes,
saya menilai pak Dubes cuma bisa tahu omong kosong. Komentar2 yang beliau
berikan (walaupun sekunder) adalah komentar2 tak berharga dan terlalu hambar.
I wish next time ada script lebih lengkap tentang omongan beliau supaya kita2
ini bisa menyerang lebih langsung. Komentar2 yang saya baca mah ... tukang
becak juga bisa ngomong gitu.
Kalau pak Dubes adalah seorang reformis tunjukkan budaya reformis yang
demokratik, yang terbuka dan jauh dari stereotypical orde baru. Ngomongnya
masih seperti para pejabat masa Soeharto tapi berani memanggil diri sendiri
reformis. Bukti satu lagi, pak Dubes takut mahasiswa2 dari LN untuk pulang
kampung karena nggak mau kita2 ini menyebarkan atau menyaksikan langsung
bagaimana kebiadaban pemerintah transisi ini dan kebobrokan pelaksanaan (so
called) demokratik PEMILU. By the way, what do PKB and PPP represent --
regarding runtuhnya partai yang mengandalkan keagamaan ? Kalu beliau masih
pakai otak, tentu pas Dubes harus jujur dan mengatakan bahwa semua partai
yang menang adalah partai ber-duit titik! Lihat apa yang dilakukan para
aparat kepada warga PRD (partai buruh) ... pak Dubes bilang apa soal ini?
Sekian dulu cuap2,
Donald