He..he.. gue tahu deh..........
tapi ya mbok nyadarin bahwa melek politik bukan berarti cuma milih partai non
agamis.

Gue nyadarin, mereka itu milih partai non agama karena memang mereka itu
sekuler, aku nggak bilang agama tertentu lho, semuanya. Itu sih nggak jadi
masalah karena itu memang hak dan kepercayaan mereka. Atau karena memang
partai agama tersebut nggak bisa dipercaya oleh mereka atau karena menurut
penilaian mereka partai agama tersebut terdiri dari orang orang munafik
terhadap agamanya, siapa tahu.

Gue yakin (biar adil) kalau partai kristen yang kepilih (misalnya)rakyat juga
bakal makmur. Bahkan mungkin nggak banyak kriminal, karena penyadaran agamanya
tinggi tidak ada korupsi, karena semuanya telah diberi tahu bahwa tindakan
seperti itu adalah dilaknat Tuhan......iya nggak siapa tahu. 

Dan itu tidak  berarti rakyat juga nggak buta politik, masa kalau partai agama
yang terpilih berarti rakyatnya buta politik. Mana ada sih partai yang
berusaha kampanye, ini lho kalau kamu pilih partaiku, maka kamu akan makan
cuma sekali sehari itu pun cuma pakai kecap dan krupuk.

Jadi saya kok jadi nggak enak gitu lho mendengar partai agama(agama apapun)
disinggung seperti itu. Lagi pula pemerintahan baru hasil pemilu tahun ini
khan belum berjalan, bagaimana mungkin kita sudah tahu bahwa rakyat akan makan
ayam, siapa tahu malah akan babak bunyek. 

Eh lagian komentarku sebelumnya keluar karen adanya himbauan agar permias
nggak nanggapin dubes lewat postingnya Roland, kok. Tadinya sih gue biarin aja
ngomong kayak gitu biasa wong pejabat.

yuni





Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
In a message dated 7/9/99 12:35:06 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Mungkin yang pak Dubes maksud kalau partai Islam yang menang, berarti tiap
>  hari kita harus ngaji melulu, puasa melulu, dan dilarang makan ayam,
>  makanannya ganti Al Quran.
>
>  Seadangkan kalau partai kristen yang menang berarti kita nggak boleh kerja,
>  aturan ke gereja diganti bukan hanya hari minggu, tapi setiap hari, ayam
> tidak
>  boleh dihidangkan, diganti dengan Injil.
>
>  Wah pak dubes ini bagaimana sih???????? masa segitu amat menilai partai
yang
>  agamis.
>
>  Yuni


Irwan:
Yun...yun....loe koq ngga tobat2 sih ngasih kesimpulan
yg aneh2 dan kejauhan.
Lha dubes cuma coba menggambarkan dari
fenomena masyarakat yg ada sekarang koq di tanah
air. Jadi dia cuma ngomong fakta bukan seperti anda yg
kelihatannya sering ngambil fakta yg sesuai aja dengan
anda tapi cenderung menutup mata dengan fakta yg
ada dilapangan.

Kurang gencar apanya sih partai2 agama waktu kampanye
pemilu kemarin bawa2 atau ngangkat2 masalah agama?
Tapi apa coba hasilnya? Apa sebagian besar rakyat
pada dengerin alias ngikutin ajakan mereka?
Ngga khan? Sebagian rakyat tetap pada pendirian mereka.
Mereka punya pendapat sendiri soal agama vs politik.
Mereka tampaknya ingin memisahkan dua hal tersebut,
mungkin karena selama ini mereka kecewa melihat
fakta lapangan dimana mereka masih hidup susah,
susah makan, susah punya tempat tinggal yg layak,
susah dapat kerjaan, dan susah2 lainnya.
Jadi buat gue mereka, rakyat kebanyakan itu, sangat
realistis dalam bertindak.

Lha, koq gue perhatiin ada aja yg masih terus nganggap
rakyat kita itu goblok, buta, dlsb. Gue jadi mikir, sebenarnya
yg buta dan goblok itu sapa sih?.....:)

Gue pribadi akan terus berpihak kepada rakyat kebanyakan
yg memang selama ini sudah sering dibohongi, ditindas,
dibuat susah oleh sekelompok orang.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke