On Tue, 21 Sep 1999 12:18:21   . wrote:
>Saya tanya kembali, menurut anda:
>
>apakah Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden?   (YA)     (TIDAK)
>--------------------------------------------------------------------------
>

Ya! Ada banyak hujjah (alasan kuat) yang didasarkan kepada al-Quran dan Hadits yang 
dikemukakan oleh para ulama bahwa Islam tidak menghendaki seorang wanita menjadi 
kepala negara (presiden).

Tapi mereka tidak Islam tidak melarang seorang wanita menjadi "presiden-presiden" 
lainnya. Silahkan.


>Terlepas dari tata kalimat Megawati, kita mengerti bahwa yang ia maksudkan
>ialah
>Allah tidak melarang (mengharamkan) wanita jadi presiden.
>

Ini adalah masalah maksud yang ingin dikemukakan oleh Megawati. Dalam kalimatnya 
tersebut Megawati dengan terang mengemukakan hujjah-nya bahwa Allah tidak melarang 
wanita jadi presiden karena Allah telah menciptakan wanita.

Logika Megawati inilah yang "digugat". Secara kasar, dengan menggunakan logika 
Megawati, kita tidak dilarang meminum arak atau mengisap candu karena arak dan candu 
adalah ciptaan Allah. Allah tidak akan menciptakan keduanya jika akhirnya dilarang 
untuk dimakan.


>Sebaiknya tidak menilai tingkat kepintaran/pemahaman agama-
>seseorang dari satu kalimatnya saja, apalagi jika kemudian orang itu
>dianggap 'kurang pintar'.
>

Saya berpendapat orang yang pintar adalah orang yang bisa mengemukakan pikirannya 
dalam kalimat yang benar, dan logikanya tidak "bengkok" begitu. Dan saya sama sekali 
tidak setuju orang yang tidak pintar menjadi pemimpin saya, apalagi jadi pemimpin 
negara saya.


>Lagipula apakah kepintaran (kecerdasan? prestasi akademis? jago catur?
> IQ?) -
>layak dijadikan acuan utama untuk memilih presiden?
>
>Pilih presiden yang pintar atau presiden yang jujur?

Jujur tapi bodoh (tidak pintar) alamat ditipu orang. Presiden jujur tapi bodoh, negara 
akan jadi bulan-bulanan orang seluruh dunia.


>Pilih presiden yang pintar atau presiden yang capable, ditunjuk rakyat,
>terbukti bersih?
>Pilih presiden yang demonstratif beragama  tapi kejam;  atau yang sembahyang
>khusyu diam2-
>serta berbudi luhur?
>

>Soal Megawati atau calon lainnya yang terpilih, menurut hemat saya,
>bukanlah karena kepintarannya atau penampakan luar keagamaannya.
>
>CP.
>

Anda pikir Mbak mega seperti itu? :(


>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, September 21, 1999 9:54 AM
>Subject: ???
>
>
>>Tulisan berikut saya ambil dari web republika....
>>
>>''Kalau memang Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden,
>>ya jangan bikin
>>perempuan,'' kata Megawati
>>
>>Saya coba analogikan dengan kalimat lain :
>>
>>Kalau saya tidak berhasil sekolah di Luar Negeri, ya jangan bikin saya,
>atau
>>kalau saya tidak berhasil kawin dengan dia, ya jangan dibikin dia, dll
>>analogi.
>>
>>Rupanya ibu yang satu ini sangat dangkal sekali pemahaman tentang agamanya
>>sendiri.
>>(Klarifikasi : agamanya Islam kan ya ?)
>
>Segini aja mutu calon presiden, payah.
>Buat saya pribadi yang namanya pemimpin, at least harus lebih pintar dari
>saya :-(
>Nggak tahu kalau ada orang yang mau dipimpin oleh orang yang lebih rendah
>kepintarannya
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

Kirim email ke