Anda kehilangan salah satu inti dari email saya.
Kalau mau jadi presiden, berusahalah dengan sekuat tenaga dan segala
kemampuan, tapi jangan menyalahkan TUHAN karena dia diciptakan sebagai
wanita lalu ada kemungkinan tidak bisa jadi presiden. Meskipun menurut saya
sebenarnya mau perempuan atau tidak asal mampu ya silahkan, asal mampu.
Blame God for being a woman ?! Ironis kan.
Saya cantumkan lagi email saya :
Ibu yang satu ini harus belajar tentang Takdir, Kehendak, dan Ijin dari
Allah Swt. Disini ada faktor yang namanya USAHA, bukan menyalahkan SANG
PENCIPTA.
Kalau ada orang yang meragukan MS karena dia wanita, ya boleh-boleh saja.
Kalau ada orang yang meragukan MS karena dia tidak mampu, ya sah-sah saja.
Kalau ada orang yang meragukan BJH karena dia terlalu pintar, ya monggo.
Kalau ada orang yang meragukan AR karena dia memang layak, ya silahkan.
Bebas saja kan mengeluarkan pendapat dan pikiran.
Soe
-----Original Message-----
From: . <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, September 21, 1999 1:40 PM
Subject: (Was ???) Ada apa dengan Megawati?
>Saya tanya kembali, menurut anda:
>
>apakah Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden? (YA) (TIDAK)
>--------------------------------------------------------------------------
>
>Terlepas dari tata kalimat Megawati, kita mengerti bahwa yang ia maksudkan
>ialah
>Allah tidak melarang (mengharamkan) wanita jadi presiden.
>
>Sebaiknya tidak menilai tingkat kepintaran/pemahaman agama-
>seseorang dari satu kalimatnya saja, apalagi jika kemudian orang itu
>dianggap 'kurang pintar'.
>
>Lagipula apakah kepintaran (kecerdasan? prestasi akademis? jago catur?
> IQ?) -
>layak dijadikan acuan utama untuk memilih presiden?
>
>Pilih presiden yang pintar atau presiden yang jujur?
>Pilih presiden yang pintar atau presiden yang capable, ditunjuk rakyat,
>terbukti bersih?
>Pilih presiden yang demonstratif beragama tapi kejam; atau yang
sembahyang
>khusyu diam2-
>serta berbudi luhur?
>
>Soal Megawati atau calon lainnya yang terpilih, menurut hemat saya,
>bukanlah karena kepintarannya atau penampakan luar keagamaannya.
>
>CP.
>
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, September 21, 1999 9:54 AM
>Subject: ???
>
>
>>Tulisan berikut saya ambil dari web republika....
>>
>>''Kalau memang Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden,
>>ya jangan bikin
>>perempuan,'' kata Megawati
>>
>>Saya coba analogikan dengan kalimat lain :
>>
>>Kalau saya tidak berhasil sekolah di Luar Negeri, ya jangan bikin saya,
>atau
>>kalau saya tidak berhasil kawin dengan dia, ya jangan dibikin dia, dll
>>analogi.
>>
>>Rupanya ibu yang satu ini sangat dangkal sekali pemahaman tentang agamanya
>>sendiri.
>>(Klarifikasi : agamanya Islam kan ya ?)
>
>Segini aja mutu calon presiden, payah.
>Buat saya pribadi yang namanya pemimpin, at least harus lebih pintar dari
>saya :-(
>Nggak tahu kalau ada orang yang mau dipimpin oleh orang yang lebih rendah
>kepintarannya