In a message dated 9/21/99 8:18:50 AM Mountain Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
<< waduh kalau orang-orang yang seperti anda ini pada takut semua untuk
terlibat ngelola negara nah nanti yang oportunis semua dong yang
masuk...ayolah jangan ngomong aja.....jangan coward kayak howard
>>
Ehm, kalo orang orang seperti aku ini yang kayak bagaimana mbak Sri?
Sebenernya isi tulisanku semula itu cuma sebagai pengingat kepada temen temen
mahasiswa/i bahwa kalau mereka mau berkiprah di dunia politik dan
pemerintahan, mungkin mereka bisa merubah Indonesia ini ke arah yang lebih
baik. Khan selama ini arek arek iki sudah punya buanyak pemikiran tentang
Indonesia. Nah, aku pikir kenapa nda sekalian menjadi pejabat atau politisi
aja, jadi pemikirannya itu bisa dijadikan kenyataan. Dan kalau pemikiran dan
ide ide itu sudah menjadi kenyataan, tinggal tunggu waktunya negara kita
untuk maju dan sejajar dengan negara negara besar yang lain. Begithu lohh
ceritanya...
Kalau aku sendiri begini; karena aku mengerti kapasitasku, maka aku memang
enggan untuk jadi politisi atau pejabat dsb. Boro boro bercita cita,
memikirkan aku menjadi mentri atau pejabat eselon satu aja ngga pernah.
Lagipula, ilmu yang aku ambil saat ini (agak) jauh dari dunia perpolitikan.
Dan aku kemaren menyinggung dikit bahwa di dalam agama yang ceritanya aku
anut ini, menjadi pemimpin itu berat karena dimintai pertanggung jawaban di
akherat kelak. Jadi aku pun juga menyisipkan bahwa kalo udah berada di
"atas" sana, tanggung jawabnya makin berat. Logis aja kok, karena semakin
tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya, ya ngga seh...
Nah, jadi sekali lagi mbak Sri, inti email ku ini cuma sebagai penggugah ide
aja.
Jadi seperti ini nih: "Mbak Sri.., mbak Sri.., begimana mbak? mau jadi
politisi ngga kayak Megawati? siapa tau kalau mbak Sri jadi politisi, mbak
bisa menolong rakyat kita dengan ide ide mbak.." ( misalnya ) Tapi kalau aku
iki ora iso mbak njadi politisi. Soale aku lebih demen begadang, eh
bedagang.... ( begithuu... )
Kira kira mbak Sri paham kan tujuan emailku iki?
Trus...khan mbak bilang, ayo dong...jangan ngomong aja...
aku sih oyee aja mbak...trus apa dong yang mo dikerjain? lha kalo jangan
ngomong aja, ya piye? kan iki mailing list. bisane ya ngomong wae.. =(
Trus jangan coward kayak howard? waahh..aku mo disamain ama howard?
juahattnya mbaknee....=-(
aku ndak coward, cuma mengerti kapasitasku saat ini. Dan aku berharap kalo
temen temen mahasiswa yang punya kapasitas pemimpin, punya ide jitu, punya
idealis dan moral yang tinggi, mau mencoba membaktikan diri sebagai politisi,
pejabat, anggota mpr/dpr dan negarawan daripada bekerja dengan Arthur
Andersen dan dapet gaji 2500 dollar perbulan dipotong tax..hehehe
Ya uwis..gitu aja
Met kenal Mbak Sri yee...
Arya