Omong kosong aja nih ceritanya....

Selama ini khan para bapak bapak dan ibu ibu mahasiswa di Amerika ini selalu
berdiskusi, atau malah sudah banyak yang berperan aktif dalam perpolitikan.
Contoh peran aktif tadi ya kalau tidak jadi simpatisan atau cabang suatu
partai politik, ada yang berdemonstrasi, mengirim surat keprihatinan dan
sebagainya. Saya yakin kalau tujuan itu semua untuk perbaikan bangsa dan
negara kita sendiri, ya ngga?

Oleh karena itu, saya jadi mikir; bapak bapak dan ibu ibu ini ada ngga yah
yang tertarik menjadi wakil rakyat di DPR/MPR ? untuk menjadi wakil rakyat
khan berarti juga menjadi seorang politisi. Sedangkan banyak diantara kita
yang bertujuan untuk bekerja di American corporate atau paling tidak bekerja
pada perusahaan perusahaan di Indonesia. Mungkin banyak juga yang
berwiraswasta nantinya.

Nah, karena memang kita didorong untuk menjadi "money seeking" ( ngga salah,
lagian siapa lagi yang menghidupi kita kalo bukan kita sendiri? ), jadi siapa
yang mau mewakili rakyat? Banyak pemikiran bagus dari kita tentang Indonesia,
tapi tidak pernah ter-realitas kan oleh karena kita saat ini bukan "decision
maker".

Saya cuma pengen cetusin ide ini aja, karena kadang kadang cape juga melihat
segudang pemikiran dan ide ide yang brilyan, tapi pada akhirnya hilang begitu
saja. Sedangkan pemikiran dan sumbangsih kita sangat diperlukan diwaktu
republik sedang tercabik cabik seperti begini. Kalau saya pribadi sih emang
ngga berminat berpolitik. Politik itu katanya lebih kejam dari ibu
tiri..hehehe =P

Tulisan ringan ini cuma sebagai pengingat saja bagi seluruh mahasiswa yang
perduli dengan Indonesia, dimanapun mereka berada. Pengingat kalau untuk
menjadikan Indonesia menjadi lebih baik, sang mahasiswa pemikir harus menjadi
decision maker..which is should be.. penggede, alias politisi atawa pejabat
nantinya.

Ada yang minat?


Arya,
Minggu pagi di Denver, CO

Kirim email ke