Saya juga melihat ketidak-benaran argumen anda tuh, tepatnya kebenaran yg
tidak mutlak. Teori anda tentang berbagai currency cuman teori umum. Anda
sendiri bilang bidang sosial tidak ada yang pasti.

Nyatanya anda tidak mampu memprediksi dengan baik kejadian rupiah yg anjlok
sampai menembus 15,000. Saya masih ingat yang itu. Kalau model menebak-nebak
sih bukan kerjaan sulit. Maaf saja ini bukannya memandang rendah anda.
Nyatanya analisis KKG (yg kadung didaulat ahli ekonomi) saja tidak ada yang
menyenggol kebenaran sama sekali. Bahkan sampai sekarangpun.

Satu hal dari yg di atas, apa yg anda sebutkan bisa salah bisa betul. Ada
dua issue yg anda jadikan modal untuk meyakinkan peserta milis, yaitu teori
currency, dan situasi politik. Berhubung yg menyangkut currency cuman global
saja, saya atau siapapun tidak akan menyalahkan. Tetapi giliran anda
hubungkan dengan politik, anda menjadi keluar dari sikap ilmiah anda karena
spekulasi sudah mulai anda masukkan.

Ingat lho, kemarin anda hanya menghubungkan teori currency dengan text book,
dan memberikan sekelumit teori di sini. Jelas yang begituan segudang dong.
Cuman giliran anda menghubungkan dengan keyakinan pasar dengan naiknya
Megawati, nah itu menjadi sekedar spekulasi saja. Namanya juga spekulasi,
jelas anda tidak akan dapat memberikan data berupa referensi textbook.
Hasilnya ya seperti kita ngobrol di warung kopi. Tidak ada yg bisa
membantah, tetapi tidak ada pula yang bisa membenarkan. Yah namanya juga
rumour mas...;).

Ngomong-ngomong kenapa anda tidak memasukkan policy keuangan RI saat ini,
dan juga pengaruh policy luar negeri macam Singapura dan Jepang ke dalam
analisis anda sih?


Jeffrey Anjasmara

'----------------------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Tanggapan atas komentar KKG (was: Re: [cakit peut])
>Date: Fri, 15 Oct 1999 02:15:50 EDT
>
>In a message dated 10/14/99 5:31:50 PM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Wah bang Irwan, masa saya dibilang dikelabui sih ;)
> >
> >  Saya tidak merespon (reply) balik e-mail yg itu, karena saya berpikiran
> >  ngak ada gunanya diskusi lagi ttg topik itu. Saya ngak sependapat "pada
> >  level berapa pun suatu nilai tukar mata uang, asalkan stabil maka tidak
> >  bermasalah" Dan nampaknya Faransyah Jaya tetap berkeras dgn teori tsb.
> >  Dan bung Faransyah juga berpendapat walaupun $ vs Rp. besarnya
>unlimited
> >  tetapi stabil, NPV akan tetap positip. Kan ini ngak bener banget
>(menurut
> >  saya). Jadi saya mengambil keputusan, mundur sajalah. :)
> >
> >  Begitu penjelasan dari saya.
> >
> >  salam,
> >  Alex
>
>
>Hehehehe....bener juga ya bung Alex....:)
>Jangan2 netters lainnya disini banyak yg punya pikiran seperti
>anda, sudah bisa melihat letak ketidakbenaran teori yg disampaikan
>oleh Faran. Gue denger2, malah ada yg sampai tertawa membaca
>teorinya Faran (gue ngga mengada2, tapi ini fakta yg gue denger
>dari seorang rekan).  Wah, dari pada nanti gue malah ikut ditertawain
>karena ngeladenin hal2 yg ngga perlu ngeladenin, mending mundur
>juga ah. Toh ternyata banyak rekan2 disini sebenarnya yg sudah
>tahu dan ngga akan tertipu walau pake embel2 "menurut teori"....:)
>
>Udah ah, gue juga mau hemat tenaga untuk topik2 lain yg lebih
>menarik....:)
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke