At 03:27 AM 10/30/99 -0400, you wrote:
>Anggaran sedikit, sementara parameter kesuksesan kerjanya susah
>diukur.

Saya sependapat. Kelihatannya pemerintah juga tidak bisa memaksakan diri
untuk meningkatkan anggaran tsb. belakangan ini.

>Gelandangan itu susah ngurusnya. Lebih susah daripada nganalisis pergerakan
>mata uang. Gelandangan digarukin lalau dididik tetap saja masih terlalu
>sedikit yang kembali ke orang tua (karena memang di-abuse atau ada yg
>diusir).

Kelihatannya dan kenyataannya, pemerintah melihat bahwa peran LSM-lah yang
potensial dan jelas impact-nya terhadap upaya pengentasan gelandangan dan
WTS. Lihat saja Hotline Surya and Abdi Asih di lokalisasi WTS Dolly dan
Kremil Surabaya, kemudian Yayasan Kusuma Buana dan lain-lain di Kramat
Tunggak Jakarta, yang demikian intensifnya melakukan bimbingan dan
konseling, yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh pekerja depsos, karena
memang konsep kerjanya berbeda dan 'office oriented'.

>Belum lagi yang pada sakit kusta. Emang siapa yang ngurusin mereka kalau
>bukan orang depsos?

Yang ngurusin adalah pemda, dinas sosial dan dinas kesehatan.

Dengan kelemahan-kelemahan dan keterbatasan depsos tsb-lah kemungkinan
pertimbangan peleburan depsos dengan departemen lain dilakukan.
Seperti juga alasan Gus Dur bahwa urusan sosial adalah tanggung jawab
masyarakat sendiri. Kenyataannya memang LSM-LSM yang bisa intens, lebih
dekat (dan dipercaya oleh mereka), dan punya keberhasilan yang jelas.

Salam,
Budi

>Jeffrey Anjasmara
>

Kirim email ke