In a message dated 1/3/00 10:07:02 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Oalah ini orang orang kok nggak habis habisnya debat kusir, saling ingin
> membuktikan kebenaran.
Irwan:
Mbak Yuni, kalau anda perhatikan fwd-an yg saya kirimkan,
tidak ada usaha saya untuk menyangkal berita2 yg diforwardkan
dari media online seperti republika misalnya. Apa yg coba saya
lakukan adalah menyeimbangkan berita yg sekilas saya lihat
kurang seimbang khususnya dalam kasus Ambon.
Selain itu, tujuan saya adalah untuk menambah informasi rekan2
disini yg mungkin tidak termuat secara cukup detil oleh media nasional.
Ya, kita sama2 maklum deh adanya bahaya tekanan oleh kelompok
tertentu bila media cetak atau online memuat suatu berita yg
memojokkan atau kurang mengenakkan umat Islam. Dan ini sudah
sering terbukti bagaimana media cetak tersebut di demo habis2an
walaupun yg diberitakan oleh media tersebut adalah sebuah fakta.
Karenanya saya bantukan bagi2 informasi ini khusus untuk
rekan2 yg memang punya pikiran terbuka dan tidak menutup diri
dari kemungkinan fakta yg terjadi di lapangan.
Tujuan akhir dari fwd informasi tersebut adalah agar kita sama2
mengetahui bahwa yg terjadi di Maluku tersebut adalah peristiwa
balas dendam yg tidak kunjung habisnya dari kedua pihak.
Solusinya kelihatannya gampang, tapi sulit untuk dipraktekkan
di lapangan karena terkait dengan emosi khususnya keluarga korban.
Karenanya saya hanya bisa tersenyum saja bila melihat
ada rekan2 disini yg menyudutkan salah satu pengikut agama
tanpa mau melihat apa yg dilakukan oleh pengikut agamanya.....:)
Seperti yg saya tuliskan sebelumnya, kita tidak perlu mencari
siapa yg benar bila hal itu hanya membuat darah tertumpah lagi.
Yang kita lebih perlukan adalah bagaimana caranya agar darah
tidak lagi tertumpah di Maluku.
Nyawa itu pemberian dari Tuhan, karenanya hanya Tuhanlah
yg berhak untuk mencabut kembali dari raga kita. Jadi,
bukan manusia dengan dalih apa pun.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu