In a message dated 4/11/00 9:12:18 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

>      Kita lihat Irwan Ariston Napitupulu melemparkan bola ke depaaaaaaaan.
>  Lalu disambut oleh Nasrullah Idris dengan sigap. Yap
>       Ah ... Namun tidak begitu lama di kakinya. Entah kenapa .... Nasrullah
>  pun melemparkannya kembali  Irwan.
>       Cukup lama bola ada di kaki Irwan dan  ... dengan fantastis Irwan
>  menendang jauh


Irwan:
Hahahaha.....saya tertawa membaca laporan pandangan
mata anda. Tapi ngomong2 sebenarnya yang terjadi di lapangan
itu ada pemain yang celananya terlepas karena talinya putus,
Hal ini mengakibatkan saya sebagai orang yang punya niat baik
menawarkan celana baru sebagai penggantinya. Tapi tampaknya
pemain tersebut lebih senang pakai celananya yang sudah kedodoran
akibat terputus talinya ketimbang menggantinya dengan yang baru.
Padahal, celana kedodoran itu adalah celana pinjaman sementara
celana pengganti justru celananya sendiri yang dulu biasa dia pakai
setiap pertandingan bola.

Sudahlah, masa kita ngeributin celana yang kedodoran terus
sih. Tapi, memang ngga enak juga sih kalau main bola ada
pemain yang celananya kedodoran terus. Jadi kurang asik aja
gitu main bolanya.....:)
Mudah2an pemain yg celananya udah kedodoran itu agak tahu
diri lah. Masa sih barangnya diumbar terus ke pemain dan penonton
lainnya. Kurang baiklah, bisa masuk angin....:)

Ngomong2, Pak Nasrullah saya lihat sering lempar bola sembunyi
tangan [sering nyikut2 soal agama, tapi disisi lain ketika dimintai
penjelasan lebih lanjut, anda ogah menjawabnya karena mengatakan
lebih senang bicara matematik. moga2 anda juga mau konsisten untuk
kali berikutnya]. Pak Nasrullah yang saya yakin sudah cukup berumur,
saya sarankan untuk main bolanya dengan tidak sembarang nendang.
Ingat umur Pak, atur napas biar ngga ngos2an setengah main....:)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke