Pak Budi, di dalam analisa saya tersebut sebenarnya sudah
cukup jelas. Bisa dibaca ulang di arsip diskusi permias ini di
alamat:
http://www.egroups.com/message/diskusi-permias/538?

Sekedar tambahan informasi dari saya saja analisa
saya terakhir tentang indeks BEJ dibuat awal Maret saat indeks
berada disekitar 540. Saat ini saya mengatakan indeks akan
mencoba 650. Analisa ini didasarkan atas analisa grafik dan
perkiraan situasi dimana saya perkirakan menjelang April dan
di bulan April akan ada banyak good news. Belum lagi juga
kemungkinan window dressing di akhir Maret oleh beberapa
fund manager. Setelah saya mengeluarkan analisa awal Maret
itu (sekaligus peluncuran IAN-20), indeks saham hari itu juga
melejit dengan cepat. Gerakan positif ini terus berlanjut sampai
indeks mendekati level 600 sebelum akhirnya kehabisan napas.

Untuk analis rupiah, terakhir kali saya lemparkan di milis rupiah
pada akhir Maret sewaktu rupiah berada di 7600 dengan target 7400
dan mungkin akan coba kekuatan sekitar 7000-7100. dalam
beberapa minggu kedepan. Analisa tersebut dibuat berdasarkan
grafik dan perkiraan good news di bulan April.

Ternyata,  seperti yang kita ketahui bersama, bukannya
good news yg keluar tapi peristiwa2 negatif di tanah air
spt "pameran pedang" di Senayan dan IMF menunda pencairan
bantuan. Mengingat sifatnya hanya momentum saja, setelah
menimbang2 akhirnya mengatakan tetap pada analisa awal.

Sejak seminggu lalu saya melihat, tepatnya mencium, gejala
tidak sehat yang bisa terlihat dari gerakan indeks saham yg mencurigakan,
ditambah dengan apa yg saya dengar2 seputar kejadian di tanah air.
Minggu lalu, saya bahkan sempat meminta bantuan di satu milis tertutup
untuk dibuatkan grafik lebih lengkapnya atas indeks saham yang
tujuannya untuk memastikan trend yg terjadi di lapangan [catatan:
salah seorang anggota milis permias ini ada yg juga terdaftar di milis
tertutup tersebut sehingga dia bisa mengkonfirmasikan kebenaran
dari apa yg saya ceritakan ini].
Semuanya ini akhirnya disempurnakan semuanya dengan adanya
berita yang dimua di detik.com yang sudah saya berikan alamatnya.

Maka, lengkaplah sudah bagi saya untuk membatalkan semua analisa
mengingat analisa saya tersebut selalu dibuat dengan menggunakan
asumsi tidak ada peristiwa yang sifatnya signifikan di tanah air.
Peristiwa terakhir  sifatnya buat saya sudah masuk kategori signifikan.

Walau demikian, saya tidak bisa serta merta menulis analisa
negatif atas rupiah atau pun indeks saham. Logikanya memang
seharusnya saya memberikan analisa negatif terhadap saham
atau pun rupiah. Hal ini disebabkan karena terbuka kemungkinan
pemerintah melakukan intervensi untuk menjaga kepercayaan pasar.

Karenanya, saya serahkan semua keputusan kepada masing2
pihak. Merekalah yang harus memantau situasi yang terjadi
dipasar nantinya hari Senin. Bila memang tidak ada intervensi,
besar kemungkinan rupiah dan indeks BEJ akan ambruk.
Bila ada intervensi, maka ada kemungkinan akan tertahan.
Tergantung dari besarnya intervensi tersebut.

Jadi, dalam membuat analisa saya tidak ingin main tebak2an
karena hal ini menyangkut uang jutaan dolar yg saya perkirakan
potensi transaksi yg dimiliki milis rupiah dan puluhan miliar
potensi yg dimiliki milis saham.

Yang lebih perlu lagi diperhatikan adalah tulisan analisa adalah
beda dengan tulisan berita. Tulisan analisa terlebih lagi yang
menyangkut proyeksi, seringnya diikuti dengan kondisi2 atau pun
asumsi2 tertentu. Semoga hal dasar seperti ini dimengerti lebih
dulu sejak awalnya.

Saya pribadi kalau ditanya, tidak ingin melihat rupiah atau pun
indeks saham terpuruk. Sayangnya, bukan saya yang menentukan
pergerakan harga, tapi kekuatan pasarlah nanti yg akan lebih
banyak berperan.

Komentar untuk posting Pak Faran, saran saya perhatikanlah
baik2 berita yang diberikan oleh satu media dengan lebih seksama.
Terkadang kita perlu membaca dengan menggunakan logika kita.

Dari alamat yang sudah saya berikan, satu poin penting yg
saya anggap hal sekarang ini "ada apa2nya" adalah komentar
Amien Rais yang memberikan lampu hijau untuk naiknya Mega
ke posisi RI 1. Kalau anda sebagai penyimak yg cukup jeli,
belum ada sejarahnya AR atau pun kubunya mendukung
Mega untuk naik jadi RI 1.
Mulai dari SU MPR tahun lalu. Kemudian dengan mencoba
mengutak atik pasal 8 UUD 1945 yg diusulkan untuk di amandemen.
Siapapun juga tahu, target pengamandemenan tersebut adalah
untuk mencegah Mega naik ke RI 1.

Berangkat dari hal2 di atas, saya melihat poin penting berita
yg disampaikan oleh detik.com tersebut ada pada pernyataan
AR yg telah memberikan lampu hijau tersebut.
Selebihnya, saya tidak terlalu mempermasalahkan apakah
detik.com menambah2 atau mempercantik tulisan hingga
menjadi konsumsi yg pas bagi pembacanya.
Detik.com pun saya lihat mencoba menjadi yang pertama
dalam menulis berita.

Dari hal ini, saya langsung melihat ada sesuatu yg tidak
beres. Ada peningkatan ketidakpastian perkembangan
politik di tanah air. Ketidakpastian adalah musuh investor
[tapi surga buat trader].

Sekarang anda bisa mengikuti sendiri bagaimana
perkembangan berita terakhir yang ada tentang
upaya2 penggusuran Gus Dur.

catatan:
Di posting ini, saya tidak menulis semua yg saya ketahui dan dengar.
Mohon dimaklumi.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke