Seharusnya kita menterjemahkan posting dari Bung Syamil bahwa kalau bisa
simpel kenapa mesti dibuat berbelit-belit.

Nah, walaupun Bung Syamil nggak sengaja atau memang penyampaian postingnya
serba kebetulan, mestinya anda tersodok dengan makna posting.

Jadi untuk menerapkan problem solving yang benar-benar tepat guna, maka
starting point-nya adalah common sense. Bukan kecanggihan atau penggunaan
alat-alat yg fancy. Konsep inilah yg kurang dipahami oleh masyarakat kita.
Buktinya? Pelecehan ide-ide aneh dari Nasrullah Idris adalah salah satu
bukti kekurangpahaman dari makna posting ini. Mungkin anda perlu belajar
konsep teknologi. Belajar bareng-bareng sama KKG dan Kuntoro sana gih.
Hehe....:)

See: Simplicity is everything.

Hehehe....:)


Anjasmara

'-----------------------------------------
>From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Mengukur Ketinggian dengan menggunakan Barometer
>Date: Wed, 14 Jun 2000 12:01:54 -0700
>
>Rekan-rekan yth.,
>
>Saya juga pernah mendapatkan cerita serupa dari teman, namun kejadiannya
>di pulau Madura.
>
>Ketika pak Habibie (waktu itu masih Menristek) berkunjung ke P. Madura
>untuk suatu acara tertentu, beliau tergelitik oleh informasi stafnya,
>bahwa kebanyakan orang Madura mau sekolah hanya sampai kelas 3 SD.
>Setelah itu mereka terjun ke pekerjaan. Karena pingin tahu tingkat
>kecerdasannya, pak Habibie secara informal mendekati salah satu orang
>Madura yang ada di acara tsb dan bertanya:
>
>"Pak, boleh nggak saya tanya sesuatu ke Bapak?"
>"Oh....., boleh pak, boleh...", jawab pak Madura ini.
>"Bapak lihat khan tiang bendera itu?, bagaimana cara mengukur
>tingginya?" tanya lagi pak Habibie.
>"Oh itu....., gampang pak. Bawa saja tali yang panjang. Ikat satu
>ujungnya dengan batu, lalu panjat itu tiang bendera sambil bawa talinya.
>Sampai diatas, ulur talinya sampai batunya menyentuh tanah, dan kasih
>tanda tali yang kita pegang sesuai dengan tingginya tiang bendera.
>Setelah turun, kita bisa dapat itu tingginya tiang bendera dengan
>mengukur tali tadi", demikian jawab pak Madura tsb dengan bangganya.
>"Wah pak, itu khan berbahaya pak. Beresiko pak", kata pak Habibie.
>"Begini pak, ada cara yang praktis dan lebih mudah", lanjut pak Habibie.
>"Di bawah tiang bendera itu khan ada engselnya. Nah, lepaskan itu
>engselnya, lalu rebahkan tiang benderanya. Lalu, ukur itu tiang
>benderanya. Gampang khan..?" kata pak Habibie lagi.
>"Tidak pak. Sampeyan salah....., itu ngukur panjang, bukan ngukur
>tinggi..!!", sanggah pak Madura dengan mendelik juga.
>Pak Habibie:" .......??????".
>
>Salam,
>Budi
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke