From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, June 15, 2000 01:56
Subject: Re: Mengukur Ketinggian dengan menggunakan Barometer


Mas Budi ... Ini cerita lain lagi.


     Seorang nelayan duduk jongkok sambil memegang "gegep" <alat penjepit>
dan palu <alat pematok> beberapa meter dari tepi pantai. Ini terjadi ketika
banyak turis datang ke sana sehingga profesinya sebagai nelayan dihentikan
untuk sementara waktu.
     Tiba-tiba seorang profesor datang menghampirinya.
     "Hai, ngapain adek di sini ?"
     "Sedang mencari ikan nih, pak!"
     "Mana pancingnya ?"
     "Cuma pakai kedua alat ini kok", ujar nelayan sambil memperlihatkan
gegep dan palu.
     "Menarik juga nih  .... bagaimana caranya ?", tanya profesor penuh
terkesima.
     "Oke deh akan saya terangkan. Tetapi bisa kah bapak memberi uang kepada
saya ? Sepuluh ribu rupiah saja ?"
     "Lho ... kok harus bayar ?"
     "Yaaaaaa ... siapa tahu ...ketika saya menerangkan ... peluang untuk
memperoleh ikan jadi hilang deh"
     "Oke deh kalau begitu", ujar profesor sambil menyerahkan selebar uang
kertas sepuluh ribuan, "Ayo ... sekarang terangkan"
     "Begini ... Kalau ada ikan tiba meloncat di hadapan saya ... akan
langsung saya tangkap dengan gegep lalu saya pukul dengan palu", jawab
nelayan enteng.
     "Oooo ...ternyata gampang ya ?", sahut profesor.
     "Ngomong-ngomong berapa ekor dapat sehari ?"
     "Nggak pernah sama sekali"
     "Jadi ngapain aja di sini ?"
     "Ya mencari mangsa turis yang sebodoh bapak ini"


Salam,



Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Sumber Inspirasi : <majalah prima. Penulisnya ? Lupa>

Kirim email ke