Lebih tepat kalau GusDur yang dibuang ke Nusa Kambangan.
Pernyataan-pernyataan bersifat partisan begini ini nggak cocok untuk
dikembangkan lebih lanjut. Katanya pengen mengembangkan pemerintahan yang
bersih, masak ada praktek intervensi kok malah didukung.

Satu lusin alasan mengapa GusDur yang perlu dimasukkan ke Nusa Kambangan
adalah:
(1) pernyataannya bahwa dia lebih tahu dari Jakgung mengenai Syahril. Kok
sedemikian hebat seorang presiden lebih tahu dari penyidik. Bos-nya penyidik
saja belum tahu tuh.
(2) mengembangkan KKN yang didukung oleh kroni-kroni barunya yaitu dari
kalangan NU dan PDIP.
(3) menjalankan sistem pemerintahan tidak dengan cara yang profesional,
tetapi dengan administrasi pesantren yaitu sistem kekeluargaan. Ini hanya
sesuatu yang berbeda bentuk dari sistem kekeluargaan Orde Barunya Suharto.
(4) mengembangkan sistem akuntasi kekeluargaan untuk dana-dana non-budgeter,
yang termasuk di dalamnya adalah bantuan LN.
(5) menunjuk yayasan keluarga untuk menyalurkan dana bantuan LN kepada yang
berhak, namun ternyata jumlah yang disalurkan tidak ada seperempatnya.
(6) mengemplang dana non-budgeter Bulog dengan mengabaikan prinsip-prinsip
administrasi kenegaraan yang bersih.
(7) mengabaikan tegaknya hukum dengan melakukan intervensi diluar
kewenangannya.
(8) mengabaikan tegaknya hukum dengan mengajak Sofyan Wanandi yang masih
berstatus cekal untuk jalan-jalan ke LN.
(9) mengutamakan bisnis keluarga dengan segala cara, dengan contoh berusaha
menggusur Syahril hanya semata-mata dendam pribadi akibat bank-nya
dilikuidasi.
(10) berusaha mengembangkan komunisme dengan alasan rekonsili nasional yang
benar-benar silly. Memang ada berapa orang komunis di Indonesia sehingga
sedemikian pentingnya memaksakan kehendaknya?
(11) Gus Dur hendak membubarkan BI hanya karena amarahnya.
(12) Gus Dur berkali-kali melecehkan dan melangkahi DPR.

Demikian agar menjadikan periksa, dan mengingat Kejakgung sudah berubah
fungsi menjadi tukang gebug pemerintah, sebaiknya Gus Dur beserta kroni
dihadapkan ke pengadilan rakyat saja.


Anjasmara

-------------------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: "Buang" saja Syahril Sabirin ke Nusakambangan
>Date: Sun, 18 Jun 2000 17:15:45 EDT
>
>http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/19/utama/gube01.htm
>
>Ngga usah deh Gus Dur minta baik2 Syahril Sabirin
>untuk mundur dari posisi gubernur BI. Mending juga
>langsung saja minta Jaksa Agung memproses perkara
>Bank Bali dengan segera agar bisa dituntaskan apakah
>memang Syahril Sabirin terbukti melakukan kesalahan
>atau melawan hukum pada kasus Bank Bali tersebut.
>
>Nah, kalau memang nanti dia divonis bersalah karena terlibat
>dalam kasus Bank Bali maupun karena sumpah palsunya
>dipengadilan tempo dulu, maka langsung saja kirim ke
>Nusakambangan. Orang2 seperti ini hanya menjadi racun
>bagi lebih dari 200 juta rakyat Indonesia lainnya.
>
>Tahun lalu, waktu kasus Timtim sedang ramai2nya, saya
>pun sempat menulis di suatu milis untuk mengingatkan
>Wiranto agar jangan mengambil keputusan yg salah dengan
>berkeras di Timtim setelah jajak pendapat menunjukkan
>rakyat Timtim ingin lepas dari Indonesia dengan membiarkan
>pasukan perdamaian asing masuk ke Timtim. Hal ini karena
>taruhannya terlalu besar bagi Indonesia dan juga bagi
>keselamatan Wiranto sendiri dari kejaran mahkamah internasional,
>bila pembantaian demi pembataian dan praktek bumi hangus
>terus dilanjutkan di Timtim paska jajak pendapat.
>Tak lama setelah itu, akhirnya "pasukan" di Timtim pun
>mulai ditarik dan pasukan asing dibolehkan masuk.
>
>Wiranto pun yg juga mengikuti saran Gus Dur untuk
>non aktif yg dilanjutkan dengan pengunduran diri dari
>kabinet dengan jaminan Gus Dur akan melindunginya
>dari kejaran pengadilan internasional, sampai detik ini
>masalahnya masih dapat ditangani, alias masih terhindar
>dari tuntutan pengadilan internasional karena Gus Dur
>telah meminta kepada negara2 sahabat untuk tidak
>membawa kasus Wiranto atas Timtim dibawa ke sana.
>Gus Dur memang memiliki sifat untuk mencari Win-Win
>situation dan mencoba melindungi serta memaafkan
>kesalahannya karena yg lebih dipentingkan saat ini
>bagi Indonesia adalah rekonsiliasi nasional.
>
>Kini, Syahril Sabirin tampaknya tidak menyadari kesalahan
>fatal yg telah dia lakukan. Diberikan pilihan yg enak untuk
>menyelamatkan bukan hanya karirnya tapi juga keselamatan
>dan kesejahteraannya di masa mendatang, malah dilepehkan
>dan terus berkeras.
>
>Kalau sudah begini, mending deh seperti yang saya tulis
>di atas, percepat proses hukum Baligate agar bisa didapatkan
>hasil akhirnya apakah Syahril Sabirin terbukti bersalah atau tidak.
>Kalau terbukti bersalah, maka otomatis dia bisa dipecat
>dari posisinya sebagai gubernur BI. Setelah itu, biar dia
>menjalankan vonis pengadilan di Nusakambangan saja.
>Janganlah Gus Dur nantinya memberikan grasi atau pun
>yang sejenis kepada orang seperti Syahril Sabirin ini.
>
>Kalau perlu Nusakambangan dipersiapkan saja sebagai
>pulau tempat berkumpulnya orang2 yg kerjaannya suka
>membahayakan keselamatan dan kesejahteraan 200
>juta lebih rakyat Indonesia.
>
>Hal ini termasuk pula bila nanti Amien Rais masih suka
>melakukan ucapan2 yg melanggar hukum dan membahayakan
>keselamatan negara, serta terus2an melakukan tindakan2
>yg dapat memberikan dampak penghambatan pemulihan
>ekonomi.
>
>Tapi untuk Pak Harto, saya masih yakin beliau jauh lebih
>pintar melihat situasi untung dan ruginya bagi dirinya
>bila terus2an berkeras untuk tidak mengikuti saran yg
>diberikan oleh Gus Dur untuk mengembalikan kekayaan
>rakyat Indonesia yg sempat masuk accountnya.
>
>Pak Harto tampaknya akan cukup bijaksana untuk tidak
>mendengarkan bisikan2 dari orang2 sekitarnya yg menurut
>saya sebenarnya bukan ingin menyelamatkan situasi
>Pak Harto tapi maunya mereka sebenarnya hanya untuk
>melindungi posisi mereka sendiri. Saatnya Pak Harto
>melakukan suatu tindakan demi keselamatan dan keutuhan
>bangsa  Indonesia dan terlebih lagi demi kesejahteraan
>bangsa Indonesia di kemudian harinya. Dengan melakukan
>tindakan tersebut, Pak Harto akan mendapatkan ketenangan
>di hari tuanya dan mudah2an masih bisa melihat hasil dari
>tindakannya dengan melihat atau pun mendengar kemajuan2
>yg bisa dicapai oleh rakyat Indonesia yg nantinya akan
>berkonsentrasi untuk membangun kembali ekonominya
>ketimbang seperti sekarang banyak menghabiskan waktu
>dengan melakukan hal2 yg kurang produktif.
>
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke