Rekan rekan Mahasiswa,

Kalau anda ingin melaksanakan agenda sesuai apa yang dikatakan sama Mas
Anjasmara, Organisasi Pelajar di Amerika tidak mungkin bekerja sendiri. Butuh
komitmen dari seluruh permias lokal yang ada dan juga hubungan dari
organisasi mahasiswa Indonesia di negara lain seperti Permica ( Canada ) dan
PPI ( dibagian dunia yang lain ). Kalau hubungan ini sudah terjalin, dan
ditambah dengan network dari universitas di Indonesia, maka Mahasiswa
Indonesia akan sangat besar bargaining powernya untuk dapat menyelesaikan
paling tidak satu kasus saja, katakanlah kasus Ambon. Dengan persatuan
mahasiswa Indonesia di seluruh dunia ini, maka penggalangan dana yang besar
dapat dengan mudah diraih dan juga kemampuan politik untuk memaksa pemerintah
lebih keras untuk menyelesaikan kasus Ambon bisa dilaksanakan.

Masalahnya bagaimana kita memulainya? siapkah kita sebagai mahasiswa untuk
punya komitmen dalam membantu menyelesaikan SATU SAJA polemik yang terjadi di
tanah air. Untuk menggalang kekuatan diatas paling tidak dibutuhkan waktu
setahun dua tahun untuk merealisasikannya. Dan Permias beserta organisasi
mahasiswa Indonesia lainnya harus mampu melaburkan dirinya dalam organisasi
mahasiswa Indonesia yang lebih besar, sehingga terbentuklah suatu organisasi
mahasiswa yang besar dan kuat. Apakah nantinya bisa menjadi sindikat atau
mafia itu urusan lain. Yang pasti dengan kekuatan besar dari seluruh
mahasiswa Indonesia maka sekali lagi, apa yang diminta oleh Anjasmara dalam
email pertama itu bukan mustahil untuk dilaksanakan.

Sekarang itu tergantung dari komitmen kita. Kalau kita sudah siap untuk
meninggalkan perbedaan kita dan mulai bersatu maka semua pasti bisa. Sumpah
pemuda tahun 1928 tidak disponsori oleh pemerintah Hindia Belanda, sama juga
sekarang kalau mahasiswa Indonesia di seluruh dunia ingin bersatu, Pemerintah
RI tidak akan pernah memprakarsainya. Semuanya berawal dari diri masing
masing apakah ingin merubah atau tidak.

Dari dahulu sampai sekarang ada sifat orang yang tidak berubah. Ada orang
yang mempunyai keinginan untuk memperjuangkan bangsanya dan ada orang yang
hanya ingin memperjuangan kepentingan dirinya sendiri. Budi Utomo, Bung
Hatta, Bung Karno dan yang lain lain adalah orang mahasiswa yang
memperjuangkan bangsanya dan nama mereka akan tetap ditulis dalam sejarah.
Orang yang memperjuangkan dirinya sendiri tidak akan pernah dikenal karena
mereka tidak akan pernah memberikan sumbangsih apapun bagi bangsanya.

Jadi lihatlah kediri masing masing dan tanya, maukah anda sebagai mahasiswa,
pelajar dan pekerja untuk mempunyai komitmen dalam merubah nasib bangsa? Kita
tidak butuh orang orang yang hanya bisa bicara pesimis dan memprovokator
seperti banyak yang kita lihat di milis milis Indonesia. Kita butuh konsep,
rencana dan komitmen jangka panjang. Maaf kalau email ini agak panjang, tapi
memang itulah JAWABAN dari pertanyaan Mana suara PERMIAS? Bagaimana anda
merealisasikan JAWABAN tersebut itu berpulang dari sebanyak mana anda peduli
terhadap diri sendiri dan sebanyak mana anda peduli terhadap Indonesia.


Arya Indrathama

Permias Denver, CO

Kirim email ke