Setelah saya tunggu sekian lama ternyata Sdr. Marianus dan Sdr. Indra
Gunawan belum mau menyelesaikan persoalan dengan saya. Sebaliknya, Marianus
masih tidak sadar bagaimana saya memandang hal ini persoalan yg sangat
serius, dan malahan membuka identitas istri saya. Sungguh perbuatan yg tidak
patut.
Sekali lagi, berusaha masuk ke dalam kelihidupan keluarga orang lain adalah
melanggar tata krama dan tata susila. Istri saya tidak mengenal dan tidak
mengirim email, tetapi harus membalas email dari Sdr. Marianus. Sebagai
kepala keluarga saya ingin mendapat penjelasan dari Marianus dan Indra
Gunawan secara pribadi. Banyak sekali yang ingin saya tanyakan kepada yang
bersangkutan a.l. banyaknya email-email dengan berbagai nama-nama alias
untuk istri saya.
Saya tidak sudi kehidupan keluarga kami dicampuri oleh orang lain dengan
alasan apapun dan dengan cara apapun. Rasanya tidak ada seorangpun yang sudi
diperlakukan demikian.
Untuk Sdr. Marianus, bila anda mempunyai niat baik, mengapa tidak menulis
email kepada saya? Bila memang ingin mendapat perhatian lebih, maka anda
dapat menghubungi saya secara langsung. Jalan yang anda tempuh tidak dapat
dibenarkan dari sudut manapun. Jangankan anda yang istri saya tidak mengenal
anda, orangtua dan mertuapun tidak berhak mengurusi satupun aspek kehidupan
keluarga anak atau menantu.
Menilik bahasa anda yang menggunakan kata "kami" yang menilai bahwa saya
perlu "diperbaiki", timbul kesan bahwa terdapat lebih dari satu orang yg
terlibat. Sayangnya pemikiran kelompok inipun tidak cukup bijak untuk tidak
mencampuri keluarga orang lain. Kata "KAMI" ini juga membuat pertanyaan
siapakah mereka ini. Apakah kelompok yg menganggap diri PERMIAS kah? Siapa
pula yang memberi mandat untuk mencampuri urusan keluarga orang lain?
Untuk Sdr. Indra Gunawan, anda telah membanjiri istri saya dengan berbagai
email dan forwardan. Istri saya juga tidak mengenal anda, dan saya juga
tidak mengenal anda. Saya tidak membutuhkan anda untuk take care istri saya.
Lebih baik anda mengurusi diri anda sendiri. Bila anda ingin mengurusi orang
lain, silakan menikah dan urusi istri anda sendiri.
Bila anda berniat baik, silakan hubungi saya langsung. Kami berdua tidak
memerlukan orang lain dalam mengurusi kehidupan kami sendiri. Email anda di
bawah ini sungguh mengherankan. Anda tidak berhak men-judge apa yg saya
lakukan untuk istri saya. Silakan hubungi saya dan jelaskan apa yg anda
pikir perlu disampaikan dengan cara yg anda sebut "dewasa" itu.
"anda mesti tau siapa saya. saya care bukan dengan anda tapi dengan isteri
anda. Dewasa sedikit bung dalam semua tindakan anda. saya yang selalu
forward tulisan-tulisan anda ke XXXX, supaya isteri anda tahu bagaimana
tingkah anda diluar sana.
Anda pasti tahu siapa saya!"
Demikian keberatan dan kekecewaan saya atas perbuatan dua atau lebih
personil ini. Saya telah menghubungi Ketua Permias lokal kami untuk
menyampaikan keluhan di hadapan semua pengurus PERMIAS lokal, bahwa terjadi
praktek-praktek tak terpuji oleh orang-orang bersangkuta.
Saya harap di masa mendatang sudah ada aturan tertulis di dalam tata terbit
organisasi PERMIAS dan penyelenggaraan milis untuk tidak mengikut-ikutkan
keluarga untuk keperluan apapun. Dasar pemikirannya adalah pengalaman yang
dilakukan oleh (sekelompok) orang yg mengidentifikasikan diri sebagai
PERMIAS untuk mengintrusi kehidupan keluarga orang lain. Apa yang terjadi
terhadap keluarga saya dapat terjadi terhadap keluarga anda sekalian.
Penggunaan email atau surat elektronik sebagai sarana untuk mengintrusi
kehidupan orang lain sungguh mengejutkan saya.
Semoga tata susila tetap ditegakkan. Terima kasih.
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com