Salam PERMIAS,

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan2 PERMIAS
yang telah menghubungi saya via japri untuk tetap sabar dan tidak mudah
terpancing emosi. Terima kasih atas dukungan anda sekalian.

Kedua, saya mengambil keputusan untuk membalas tulisan FNU Brawijaya alias
Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara di bawah ini, semata-mata bukan karena
saya terbawa emosi namun demi tegaknya suatu kebenaran diatas fitnah yang
tidak mendasar dari seorang penipu.

Ketiga, kalaupun saya dikatakan terlambat membalas surat FNU Brawijaya
alias Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara, semata-mata karena saya harus
bekerja untuk menghidupkan diri sendiri. Dan kalaupun pekerjaan saya
mengurus penyu laut dihina atau direndahkan, saya terima dengan segala
rendah hati.

Khusus kepada rekan2 PERMIAS yang menganggap 'hidup' saya seolah-olah
selalu berada di depan komputer seperti tidak ada yang dikerjakan, saya
katakan kepada anda, anda salah besar.

Sebagai informasi, sejak subuh hingga menjelang tengah hari, saya berada
di tepi pantai untuk memindahkan telur2 penyu laut agar tidak diganggu
oleh ulah manusia atau binatang predator, dan kemudian, dilanjutkan lagi
dari sore hingga menjelang malam, untuk melepaskan bayi2 penyu laut ke
tengah samudera atlantik, dan semua ini adalah bagian dari tugas dan
pekerjaan saya.

Dan diantara waktu2 itulah, saya menyempatkan membuka komputer, selain
untuk membuat laporan atas tugas dan pekerjaan saya tsb., saya juga
online, karena saya punya tugas2 lainnya, yaitu menjawab sebisa mungkin
pertanyaan2 yang datang ke info@ dan webmaster@ (keduanya ada di dalam
permias.org), dan juga memenuhi permintaan rekan2 PERMIAS yang ingin
subscribe atau unsubscribe, baik dari forum@ maupun dari beberapa milis
yang ada di bawah permias.org.

Keempat, kembali kepada FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey
Anjasmara, sudahkah anda menghubungi isteri anda dan meminta klarifikasi
dari dia, apakah benar saya yang mengirim surat pertama kali kepada dia
seperti yang anda tuduhkan?

Seperti sudah saya katakan sebelumnya, saya memiliki bukti email dari
isteri anda (masih saya simpan sebagai senjata saya yang terakhir kalau
anda masih saja menuduh saya yang memulai pertama kali mengirim email ke
isteri anda), dimana isi dari email tsb. adalah, berterima kasih kepada
saya yang telah membantu mencarikan alamat KJRI New York, dan meminta maaf
atas tindakan anda kepada saya.

Dan apabila FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara masih
saja ngotot dengan mengatakan saya mengganggu isteri dia, maka email ini
juga saya cc kan kepada isteri anda, dengan harapan, isteri anda bersedia
memberikan klarifikasinya, apakah benar saya mengganggu mbak Evi, dan juga
apakah benar saya yang memulai pertama kali mengirim email kepada mbak
Evi.

Semuanya ini, saya serahkan kepada mbak Evi agar sekiranya sudi membantu
saya mengklarifikasi semuanya ini, dan saya percaya, bahwa mbak adalah
penganut agama Islam yang saleh, dan tidak akan berbohong di dalam nama
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Please, mbak Evi, saya telah
difitnah, dan sebagai orang yang beragama kita sama2 percaya bahwa FITNAH
adalah DOSA dan teramat sangat KEJI.

Mbak Evi, saya ambil potongan tulisan FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias
Jeffrey Anjasmara dari tulisan di bawah ini, yaitu, "Istri saya tidak
mengenal dan tidak mengirim email, tetapi harus membalas email dari Sdr.
Marianus." (FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara, 21
Juli 2000), dan silahkan mbak Evi klarifikasi juga, apakah pernyataan
diatas benar atau tidak.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberikan kekuatan dan
bimbinganNya kepada mbak Evi. Amin.

Keenam, khusus kepada mbak Evi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,
karena telah membawa nama mbak Evi kedalam masalah ini, tapi rekan2 di
milis permias@ ini (dan saya yakin juga mbak Evi ada didalamnya) pasti
mengikuti tulisan2 FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara,
bahwa dia yang memulai membuka masalah, dan sejak awal saya sendiri sudah
memperingatkan dia, bahwa permainan yang satu ini sangat berbahaya, tapi
sayang sekali ego dia untuk merusak nama saya dihadapan rekan2 PERMIAS dan
pelanggan permias@ sudah tidak dapat dicegah, dan kini, dia berhadapan
sendiri dengan kebohongan2 yang dia ciptakan sendiri, dan hanya dia dan
Tuhanlah yang tahu bagaimana dia keluar dari kebohongan2 itu.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi terang kepada
FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey Anjasmara. Amin.

Ketujuh, untuk masalah FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey
Anjasmara dengan orang yang dia sebut Indra Gunawan, saya tidak tahu
menahu dan tidak mau tahu, tapi saya peringatkan kepada anda, jangan
mencoba membuat kesan -cara2 kuno anda- bahwa perbuatan Indra Gunawan
adalah juga perbuatan saya. Saya tidak bodoh di dalam membaca tulisan
anda tsb.

Ketujuh, terima kasih atas email japri anda yang berjudul, "Mari kita
selesaikan secara jantan...." tertanggal 21 Juli 2000 jam 17:16:00 PDT,
dan percayalah, saya akan simpan itu, sebagaimana surat ancaman anda
sebelumnya, tertanggal 9 April 2000 jam 09:37:23 PDT.

Akhir kata, saya mohon maaf kepada semua rekan2 PERMIAS dan pelanggan
permias@ apabila ada kata2 saya yang tidak pantas untuk saya lakukan
disini, dan bahkan ada yang menganggap perbuatan saya ini tidak dewasa,
tapi ketahuilah, diatas semuanya ini, saya HARUS menulis demi tegaknya
kebenaran diatas fitnah seorang penipu.

(Bunda Perawan Maria, Bunda Pelindung Namaku, MARIANUS, jagalah anakmu
ini, karena aku sadar, bahwa nama yang kusandang, akan selalui dicobai,
tetapi seperti engkau pernah ajarkan kepada aku, "Aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurut perkataanMu").


Teriring salam dan doa di hari yang penuh beban ini,

Dharma Datubara
North Miami Beach, Florida

On Fri, 21 Jul 2000, FNU Brawijaya alias Eyang Troy alias Jeffrey
Anjasmara wrote:

> Setelah saya tunggu sekian lama ternyata Sdr. Marianus dan Sdr. Indra
> Gunawan belum mau menyelesaikan persoalan dengan saya. Sebaliknya, Marianus
> masih tidak sadar bagaimana saya memandang hal ini persoalan yg sangat
> serius, dan malahan membuka identitas istri saya. Sungguh perbuatan yg tidak
> patut.
>
> Sekali lagi, berusaha masuk ke dalam kelihidupan keluarga orang lain adalah
> melanggar tata krama dan tata susila. Istri saya tidak mengenal dan tidak
> mengirim email, tetapi harus membalas email dari Sdr. Marianus. Sebagai
> kepala keluarga saya ingin mendapat penjelasan dari Marianus dan Indra
> Gunawan secara pribadi. Banyak sekali yang ingin saya tanyakan kepada yang
> bersangkutan a.l. banyaknya email-email dengan berbagai nama-nama alias
> untuk istri saya.
>
> Saya tidak sudi kehidupan keluarga kami dicampuri oleh orang lain dengan
> alasan apapun dan dengan cara apapun. Rasanya tidak ada seorangpun yang sudi
> diperlakukan demikian.
>
> Untuk Sdr. Marianus, bila anda mempunyai niat baik, mengapa tidak menulis
> email kepada saya? Bila memang ingin mendapat perhatian lebih, maka anda
> dapat menghubungi saya secara langsung. Jalan yang anda tempuh tidak dapat
> dibenarkan dari sudut manapun. Jangankan anda yang istri saya tidak mengenal
> anda, orangtua dan mertuapun tidak berhak mengurusi satupun aspek kehidupan
> keluarga anak atau menantu.
>
> Menilik bahasa anda yang menggunakan kata "kami" yang menilai bahwa saya
> perlu "diperbaiki", timbul kesan bahwa terdapat lebih dari satu orang yg
> terlibat. Sayangnya pemikiran kelompok inipun tidak cukup bijak untuk tidak
> mencampuri keluarga orang lain. Kata "KAMI" ini juga membuat pertanyaan
> siapakah mereka ini. Apakah kelompok yg menganggap diri PERMIAS kah? Siapa
> pula yang memberi mandat untuk mencampuri urusan keluarga orang lain?
>
> Untuk Sdr. Indra Gunawan, anda telah membanjiri istri saya dengan berbagai
> email dan forwardan. Istri saya juga tidak mengenal anda, dan saya juga
> tidak mengenal anda. Saya tidak membutuhkan anda untuk take care istri saya.
> Lebih baik anda mengurusi diri anda sendiri. Bila anda ingin mengurusi orang
> lain, silakan menikah dan urusi istri anda sendiri.
>
> Bila anda berniat baik, silakan hubungi saya langsung. Kami berdua tidak
> memerlukan orang lain dalam mengurusi kehidupan kami sendiri. Email anda di
> bawah ini sungguh mengherankan. Anda tidak berhak men-judge apa yg saya
> lakukan untuk istri saya. Silakan hubungi saya dan jelaskan apa yg anda
> pikir perlu disampaikan dengan cara yg anda sebut "dewasa" itu.
>
> "anda mesti tau siapa saya. saya care bukan dengan anda tapi dengan isteri
> anda. Dewasa sedikit bung dalam semua tindakan anda. saya yang selalu
> forward tulisan-tulisan anda ke XXXX, supaya isteri anda tahu bagaimana
> tingkah anda diluar sana.
> Anda pasti tahu siapa saya!"
>
> Demikian keberatan dan kekecewaan saya atas perbuatan dua atau lebih
> personil ini. Saya telah menghubungi Ketua Permias lokal kami untuk
> menyampaikan keluhan di hadapan semua pengurus PERMIAS lokal, bahwa terjadi
> praktek-praktek tak terpuji oleh orang-orang bersangkuta.
>
> Saya harap di masa mendatang sudah ada aturan tertulis di dalam tata terbit
> organisasi PERMIAS dan penyelenggaraan milis untuk tidak mengikut-ikutkan
> keluarga untuk keperluan apapun. Dasar pemikirannya adalah pengalaman yang
> dilakukan oleh (sekelompok) orang yg mengidentifikasikan diri sebagai
> PERMIAS untuk mengintrusi kehidupan keluarga orang lain. Apa yang terjadi
> terhadap keluarga saya dapat terjadi terhadap keluarga anda sekalian.
> Penggunaan email atau surat elektronik sebagai sarana untuk mengintrusi
> kehidupan orang lain sungguh mengejutkan saya.
>
> Semoga tata susila tetap ditegakkan. Terima kasih.
>
>
> ________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke