Ah Alwi ini jadi menlu berapa hari sudah somse deh. Logikanya kalau berkirim
surat ke Yasser bukan berindikasi persona non grata, dia juga bisa melakukan
hal yang sama dengan berkirim surat kepada Clinton untuk mempertimbangkan
keberadaan Gelbard keparat di Indonesia. Begitu saja kok repot. Ngaku aja
takut kenape?


Anjasmara

--------------------------------
Menlu: Siapa yang Takut AS?
Reporter: Yogi Arief Nugraha

detikcom - Jakarta, Menteri Luar Negeri Alwi Sihab menolak dituding takut
dengan AS sehingga RI belum membuka konsulatnya di Libya. Belum dibukanya
konsulat RI, menurut Alwi, semata karena anggaran.

�Siapa yang takut dengan AS? Belum dibuka perwakilan di sana (Libya) itu
hanya semata persoalan anggaran. Persoalan anggaran itu benar-benar
dipertimbangkan jajaran Deplu,� tegas Menlu dalam Rapat Kerja dengan Komisi
I DPR, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (27/10/2000).

Alwi menyatakan hal itu untuk menanggapi protes Ketua Fraksi Partai Bulan
Bintang (PBB) Ahmad Soemargono yang menduga belum dibukanya konsulat di
Libya karena takut dengan AS. Padahal Libya, menurut Soemargono, akan sangat
menguntungkan RI dalam hal ekonomi dan perdagangan.

Dituturkan Alwi, betapa anggaran menjadi pertimbangan Deplu bisa dilihat
dari kepergiannya ke Meksiko nanti malam yang tanpa didampingi ajudan dan
hanya dengan naik pesawat kelas bisnis. �Ini menunjukkan bahwa sense of
crisis kita masih tinggi. Siapa yang takut dengan AS?�tegas dia.

Raker Komisi I DPR berlangsung seru. Alwi menjawab pertanyaan Komisi I yang
sebelumnya memberondongnya dengan nada tinggi. Suasana pun menjadi hening.

Dalam kesempatan itu, Alwi juga membantah dia bermaksud
mempersonanongrata-kan Dubes Palestina Ribhi Awad.
Alwi menuding bahwa saat ini banyak kalangan mengambil kesimpulan yang
didasari oleh berita yang tidak benar.

Dikatakan dia, sebenarnya yang dikatakannya yakni pihaknya akan memanggil
Dubes Ribhi Awad karena menyatakan RI tak netral dalam konflik AS-Palestina.
Kemudian ditekankan dia, bila perlu, Alwi akan mengirim surat ke Presiden
Palestina Yasser Arafat untuk mempertimbangkan pernyataan Ribhi tersebut.

�Apakah ini salah? Apakah ini dapat diartikan saya akan
mem-personanongrata-kan Ribhi. Tidak ada sedikitpun, terbersit dari
kata-kata saya. Saya berkali-kali minta tolong pada pers, tolong jangan buat
berita fitnah� tegas dia dengan nada tinggi.

Atas pernyataan Alwi, wartawan langsung ribut berseloroh, �dasar wartawan,�
kata mereka pada teman-teman sendiri. Kemudian ada seorang anggota DPR yang
memotong pernyataan Alwi. Dikatakan anggota DPR itu, kata-kata Menlu yang
menyatakan bila perlu akan berkirim surat dalam etika diplomasi sudah
mengancam.

Mendengar pernyataan itu wartawan langsung tepuk tangan. Sedangkan Alwi tak
terlalu menanggapi. Masih dengan nada tinggi, Alwi menyatakan persona non
grata itu berbeda dengan berkirim surat.

�Kalau persona non grata itu kita tidak suka dengan sang dubes. Lain halnya
dengan berkirim surat, kalau itu kita hanya mengatakan bahwa itu tak cocok
dengan negara kita,�kata Alwi.(iy)


_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at
http://profiles.msn.com.

Kirim email ke