|
Lae Dharma,
Terima kasih komentarnya, cuma yang jelas pengamat pinggiran itu lebih tajam, jeli dan lugas :) Lihat saja kalau
pertandingan bola, pengamat pinggiran itu pasti jago analisis, sementara para
pemain malah cuma bisa "tendang-bola".
Rasanya aneh ya kalau piagam Jakarta dimasukkan kembali ke UUD
45. why? bisa-bisa kita punya dua pembukaan? bukankah pembukaan UUD kita
sekarang itu adalah Piagam Jakarta minus 7 kata :)
Lae, soal Piagam Jakarta itu debatnya sekarang sudah terlalu
simbolis. Baik pihak yang mendukung ataupun menentang sama-sama memanfaatkan
issu ini sebagai simbol untuk cari dukungan politik. Nah, kalau sudah simbolis
begini jadi repot karena dari kedua pihak tidak akan ada yang melihat
substansinya lagi. Karena itu, selama perdebatannya terfokus pada simbol saja
... saya tidak tertarik untuk mendukung atau menentang.
Barangkali Lae masih ingat soal P-4 tahun 1978 dulu, atau soal
asas tunggal tahun 1980-an? Kedua contoh ini menggambarkan betapa repotnya
bangsa ini mendukung dan menentang simbol pancasila itu. Ormas
keagamaanpun "menggeliat", dari mulai Koferensi Wali Gereja Indonesia
(KWI) sampai Muhammadiyah. Tapi lihatlah hasilnya sekarang, pancasila itu ya
tidak lebih dari sekedar simbol otoritarianisme orde baru.
Artinya, selama belum ada kejelasan detailnya maka issue
piagam jakarta itu tidak lebih seperti usaha menggolkan pancasila sebagai asas
tunggal ke semua institusi di Indonesia. Kalau sudah ada detailnya, maka bisa
dibicarakan secara lebih transparan dan transaksional. Dengan begitu baik
pendukung maupu penentang bisa berdebat secara substantif dan rasional, bukan
yang dogmatik.
Saya pribadi berpandangan bahwa seorang yang mengaku warga
negara Indonesia maka ia harus taat pada dan menjalankan tata hukum Indonesia.
Begitu juga dengan seseorang yang mengaku memeluk agama Islam maka ia harus
taat pada dan menjalankan tata hukum Islam. Dalam bahasa agama, tata hukum
islam itu disebut syari'ah.
Ok, ini dulu salam hangat dari DeKalb,
Anies
|
- Menggeliat..;) Marianus DATUBARA
- Re: Menggeliat..;) Anies Baswedan - YHO
- Re: Menggeliat..;) Anies Baswedan - YHO
- Re: Menggeliat..;) Marianus DATUBARA
- Re: Menggeliat..;) Anies Baswedan
- Re: Menggeliat..;) Ramadhan Pohan
- Re: Menggeliat..;) Budi Haryanto
