Salam Permias, Sebaiknya diskusi yang berhubungan dengan agama tertentu tidak di bahas di permias, karena hanya akan menimbulkan ekses sentimen Agama. Hal ini Kemungkinan tidak dirasakan oleh masing-masing pihak, karena pijakannya berbeda.
Diskusi ini tidak produktif di Permias, carilah topik yang produktif untuk didiskusikan. Untuk itu saya mengharapkan sdr. Michael dan Sdr. Anis untuk menghentikan perdebatannya. Salam hangat, Abubakar -----Original Message----- From: Indonesian Students in the US [mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of Michael Tjiptaputra Sent: Thursday, November 01, 2001 4:22 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: Piagam Jakarta (Re: Lain dulu dan sekarang) Salam netters sekalian. Saya ingin memberi beberapa kesimpulan terakhir mengenai diskusi FPI/Terroris/Piagam Jakarta yang akhir2x ini memanas. Agar tidak ada salah paham diantara kita, yang menuduh saya tidak patriotis, anti Islam, etc,etc. Ehem, buat yang sudah bosan, mohon maaf dari saya, serta silakan di-delete saja dari sini. ------------------------------------------------------- Anies: >Pokok pikiran tulisan saya yang lalu - in case anda salah paham- adalah >untuk mengomentari bahwa aspirasi itu -apapun isinya- sah sah saja >untuk diproses melalui institusi demokrasi. Jadi, tidak perlu meminjam >pemerintah Amerika untuk menghabisi aspirasi. Serahkan saja pada proses >politik yang demokratis. TJ: Demokratis..? Well, jauh panggang dari api. Saya kita pemerintah Amerika juga tidak akan mau menghabisi "aspirasi yang demokratis" yang anda sebutkan. Kita perlu meminjam mereka untuk menjadi wasit yang baik, agar segelintir manusia tidak memaksakan cita2x mereka dengan menggunakan nama mayoritas. Ingat paragraph saya mengenai hasil pemilu 99 ?
