Bung Irwan Yth,

Terima kasih untuk informasinya dibawah.  Saya jadi lebih terbuka sekarang
untuk melihat ternyata memang sedang terjadi sesuatu di Poso.  I hope this
would open everybody's mind as well.  Sayang sekali hal-hal seperti ini
masih terjadi.  Saya sendiri asalnya dari Sulawesi dan baru tahu sekarang.

Ada yang bisa comment on this ?

Salam,
[EMAIL PROTECTED]


On Sun, 2 Dec 2001, Irwan Ariston Napitupulu wrote:

> >Saya setuju dengan Ali.  Berita-berita seperti ini masih sangat 'buram'
> >keabsahannya.  Sekitar 6 bulan yang lalu memang ada kejadian
> >'perang-perangan' di Poso and I don't know how it is now.  Anyway, let's
> >keep things cool.
>
> >thanks,
> >[EMAIL PROTECTED]
>
> Okki, masalah buram atau tidaknya, tergantung dari sudut mana dan siapa
> yg melihatnya. Seperti dalam posting saya terdahulu, saya sudah menjelaskan
> bahwa informasi yg sebelumnya saya berikan tersebut bisa dijamin
> kevaliditasannya. Sevalid informasi URL laskarjihad yg saya berikan setelah
> posting pertama. Makanya saya simpulkan setelah itu, bahwa yg sedang
> terjadi di Poso saat ini ngga beda jauh dengan yg pernah (atau masih?)
> terjadi di Ambon. Ada dua pihak yg bertikai, kelompok Islam dan kelompok
> Kristen.
>
> Ini ada satu tambahan artikel informasi kalau rekan Okki atau pun rekan Ali
> masih meragukan kevaliditasan informasi yg saya terima sebelumnya.
> Artikel informasi yg saya kutipkan di bawah ini tingkatannya sudah lebih
> jauh lagi dari informasi yg awal saya berikan karena ruang lingkupnya sudah
> bicara sampai ke pihak internasional dalam hal ini PBB. Nah, silahkan
> menilai sendiri kevaliditasan informasi yg saya berikan.
>
> Untuk memastikan tidak ada kerancuan pengertian atas kata 'valid' yg
> kita gunakan disini, 'valid' itu tidak sama dengan 'akurat'. Hal ini bisa
> dimaklumi karena yg namanya berita 100% akurat menggambarkan situasi
> itu ngga akan pernah ada dalam kenyataan/prakteknya.
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> > Menado Post, Sabtu 1 Desember 2001
> > Uskup Manado Serukan 'SOS Poso'
> >
> >      MANADO- Uskup Manado Mgr Yosephus Suwatan MSC menyerukan seruan
> sangat darurat -SOS (Save Our Soul: Selamatkan Jiwa Kami) bagi masyarakat
> Poso.
> >      Seruan ini disampaikan Monsinyur Suwatan berkaitan dengan kondisi
> terakhir di Poso dan beberapa daerah di sekitarnya yang dinilainya sudah
> sangat memprihatinkan karena mengarah pada pembinasaan manusia. Bahkan, Kota
> Tentena yang kini sedang menampung 30 ribu warga tak berdosa tinggal
> selangkah lagi diserbu kelompok perusuh. Padahal saat ini tinggal Tentena
> kota relatif aman bagi pengungsi.
> > Sementara, Suwatan juga mengakui kalau dia telah menerima surat tembusan
> dari kelompok masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Kristen Kabupaten
> Poso (MKKP). Kelompok ini dalam tembusannya telah menyurati Perserikatan
> Bangsa Bangsa (PBB). Surat itu dialamatkan langsung ke Sekjen PBB Koffi
> Annan di Jenewa Swiss, berkaitan dengan pertikaian antar agama di Kabupaten
> Poso Sulawesi Tengah.
> >
> >
> >      Ada lima poin pernyataan Masyarakat Kristen Kabupaten Poso dalam isi
> surat yang dikirimkan mereka ke Sekjen PBB langsung.
> > 1. Meminta intervensi dari PBB untuk menghentikan tindakan
> >    kekerasan dan pelanggaran HAM yang sementara terjadi di
> >    Kabupaten Poso, khususnya di desa-desa mayoritas penduduknya
> >    beragama Kristen
> > 2. Aparat keamanan (TNI/Polri) tidak mampu mengendalikan
> >    keamanan masyarakat, sehingga kendali keamanan dipegang
> >    oleh 'Laskar Jihad.'
> > 3. Pemerintah Indonesia tidak mampu menghentikan dan
> >    menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama 3 tahun
> >    terakhir dan telah menelan ribuan korban jiwa serta harta benda. 4.
> Bilamana situasi ini tidak dihentikan, maka penyerangan akan
> >    terus berlanjut dan mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang
> >    sangat dahsyat.
> > 5. Situasi terakhir (tanggal 29 November 2001, pukul 20.00) semakin
> >    mencekam. Di mana terjadi penyerangan, pembakaran, pembunuhan
> >    dan penjarahan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang
> >    berkedok 'Laskar Jihad.'
> >
> >  Demikian isi pernyataan yang ditulis berbahasa Inggris untuk Sekjen
> PBB yang ditandatangani lima tokoh masyarakat dan tokoh agama, mewakili
> masyarakat Poso. Mereka terdiri dari Crisis Center Gereja Kristen Sulawesi
> Tengah sekretaris eksekutif Oldy Tacoh. Ketua Umum Forum Komunikasi
> Masyarakat Tanah Poso Drs J Santo, ketua umum Angkatan Muda Sintuwu Maroso
> (Amsimar) Kabupaten Poso F.WL. Sowolino SE MSi, Pastor Paroki Wakil Umat
> Katolik Kabupaten Poso Jimmy Tumbelaka Pr, dan Ketua Umum Majelis Sinode
> Gereja Kristen Sulawesi Tengah Pdt A Rampalodji.
> >
> >      Oleh Suwatan, tembusan surat untuk PBB itu kemudian diteruskannya ke
> seluruh media cetak disertai siaran pers dari Keuskupan Manado, yang juga
> dikirimkan termasuk ke jaringan berita Manado Post Group yang diterima malam
> tadi. ''Poso merupakan wilayah pelayanan Keuskupan Manado, karenanya kami
> ikut prihatin bahkan sangat berharap bantuan keamanan secepatnya. SOS untuk
> Poso,'' seru Suwatan.
> >      Dalam siaran pers itu, Uskup Manado Suwatan MSC mengakui, antara
> tanggal 27 hingga 29 November 2001, ia mendapat berita-berita yang amat
> mencemaskan tentang penyerangan, penjajahan, dan pembakaran rumah-rumah
> penduduk, gedung sekolah SD, kantor, balai desa, dan rumah-rumah ibadat di
> lima desa.
> >
> >
> > KRONOLOGIS PERISTIWA
> > Kronologis peristiwa itu menurut Uskup Suwatan yakni pada :
> >      Selasa, 27 November bulan lalu, pada pagi hari Desa Bataleba
> diserang. Aparat gabungan TNI-Polri yang berjaga di desa tersebut bukan
> tandingan perusuh-perusuh yang bersenjata organik lengkap dan besar
> jumlahnya. Lepas tengah hari Desa Betalemba dikuasai perusuh. 74 rumah
> dibakar dan 3 orang korban luka tembak.
> >      Rabu, 28 November 2001, serangan berlanjut ke Desa Patiwunga dan
> habis dibakar 200 rumah, sebuah bangunan sekolah dan sebuah rumah ibadat.
> > Berikutnya hari yang sama Desa Tengkura diserang dan sekitar jam 14.00
> sudah habis dibakar perusuh 300 rumah, satu kantor desa dan sebuah rumah
> ibadat. Tiga orang dilaporkan meninggal.
> >      Kamis, 29 November 2001, para perusuh terus mengadakan penyerangan
> dan pukul 09.00 memasuki desa Sanginora, hingga pukul 11.00 masyarakat coba
> mengadakan perlawanan. Aparat keamanan tidak ada di lokasi. Akhirnya pukul
> 17.00 Desa Sanginora dan Debua dikuasai perusuh. Kelima Desa yang sudah
> dikuasai para perusuh sudah mendekati daerah Tentena. Sebentar lagi para
> perusuh akan masuk ke Tentena dan diperkirakan akan terjadi pertikaian yang
> besar. Masyarakat di desa-desa yang diserang itu telah melarikan di
> > ke Tentena.
> >
> >
> >      Menurut Uskup Suwatan, sedikitnya saat ini ada 30 ribu banyaknya
> orang yang ada di Tentena. Mereka penuh kecemasan, ketakutan dan kekuatiran.
> > ''Karena, dengan dikuasainya Desa Sanginaro dan Debua, gerak perusuh
> selangkah lagi akan memasuki Tentena.'' Lagi pula jumlah para perusuh ada
> sekitar seribu orang dengan persenjataan organik yang lengkap.
> >      Jadi dari tanggal 27 hingga 29 bulan lalu, ada 5 desa yang diserang
> dan dibakar habis tenpa perlawanan berarti dari penduduk yang memang tidak
> siap bertempur melawan pasukan perusuh yang bersenjatakan organik lengkap.
> > Hak azasi manusia untuk hidup dengan aman dan damai dihancurkan. Amat
> mengecewakan bahwa tidak ada parat keamanan untuk menghalangi dan mengusir
> para perusuh. Rakyat tidak mendapat perlindungan yang diharapkan dari
> pemerintah dan aparat keamanan. Menurut Uskup Suwatan, mereka merasa
> dibiarkan saja.
> >
> >      Uskup mengaku tidak dapat mengerti bahwa dalam negeri RI yang
> berdaulat ini tidak diambil tindakan terhadap sepasukan sipil bersenjata
> yang merajalela seperti itu. Ia pun menyerukan SOS! Mendesak minta perhatian
> sungguh-sunguh dari pemerintah dan bantuan aparat keamanan untuk penduduk
> Kabupaten Poso, terlebih saat ini amat kritis bagi penduduk di sekitar kota
> Tentena. ''Kiranya seruan ini didengar dan ditindaklanjuti,'' harap Uskup.
> (myw)
>
>
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>

Kirim email ke