Assalamualaikum Wr Wb.

Selamat kami sekeluarga ucapkan, atas terpilihnya Pak Ari sebagai Ketua RW 
14 yang baru, semoa amanah yang diemban Bapak, dapat menjadikan RW 14 
lebih maju, Lebih aman dan  lebih sejahtera.

Amin.

Regards
Aep Apandi S.
5795 - 8822 Ext 1108





jauhari mustofa <[email protected]> 
22/12/2009 09:06
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: [porsenipar] Kepercayaan Warga adalah Amanah






Asalamualaikum,

Terima kasih kepada semua teman atas ucapan selamat, doa dan dukungannya. 
Dlm perjalanan waktu nanti, saya harapkan ide-ide, masukan-masukan yg bisa 
memberi manfaat untuk warga RW 14 bisa disampaikan baik melalui email, 
tilpon maupun secara langsung dan semoga saya bisa mengemban amanah ini 
dengan sebaik-baiknya. Amien....... 

Terima kasih,
Wassalamualaikum wr wb,

Ary JM.


From: [email protected]
To: [email protected]
Date: Mon, 21 Dec 2009 08:44:22 +0700
Subject: [porsenipar] Kepercayaan Warga adalah Amanah

Dari Pemilihan Ketua RW-14
KEPERCAYAAN WARGA ADALAH AMANAH
 
 
Itulah kira-kira kesimpulan singkat dari sambutan Ketua RW 14 terpilih, 
Jauhari Mustafa,  sesaat setelah penghitungan suara yang memastikan suara 
terbanyak jatuh pada beliau dengan jumlah perolehan suara sebanyak 215 
dari keseluruhan suara yang masuk sebesar 538 atau sebesar 40% pada 
pemilihan ketua RW 14 periode 2010 -2013 yang puncaknya berlangsung pada 
hari Minggu 20 Desember 2009 yang lalu.
 
Proses pemilihan yang telah dimulai sejak akhir November hingga berakhir 
pada hari Minggu tersebut diramaikan oleh 4 kandidat, masing-masing Ruben 
S. Pormes yang dicalonkan oleh RT 04/14, Chandra Ismet, calon dari RT 
02/14, Jauhari Mustafa, calon dari RT 01/14 dan Bambang Sulistyo, calon 
dari RT 06/14. 
 
Jumlah perolehan suara keempat calon itu dari urutan terbanyak adalah 
sebagai berikut :
 
                Jauhari Mustafa                215 suara (40%)
                Bambang Sulistyo             135 suara (25%)
                Chandra Ismet                   121 suara (22%)
                Ruben S. Pormes                 51 suara (  9%)
               Suara rusak dan abstain    16 suara (  4%)
 
Sebagaimana di sejumlah pemilihan RT, jumlah suara yang masuk melebihi 
rekor pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif dan juga 
pemilihan presiden dan wakil presiden yaitu sejumlah 92% atau 538 suara 
dari jumlah seluruh 583 hak suara warga di mana satu kepala keluarga (KK) 
berhak atas 2 suara, suami dan isteri.
 
Proses penghitungan suara itu dihadiri oleh sekitar 80 warga termasuk 
Panitia Pemilihan, pengurus RT dan pengurus RW demisioner di lingkungan RW 
14, para mantan pengurus, tokoh masyarakat serta ibu-ibu.
 
Kejutan
 
Calon yang dimunculkan boleh jadi sosok yang menjadi “kejutan” bagi 
sebagian warga lantaran di diskusi milis RW-14 sendiri yang muncul adalah 
“sekedar calon” dengan arah pembicaraan yang cenderung sekedar guyonan. Di 
pembicaraan warga sehari-hari juga tidak terlihat focus dan hanya pada 
pembicaraan-pembicaraan yang terbatas.
 
Secara pribadi, ketua terpilih, Pak Ari, demikian biasa dipanggil, juga 
merasa bahwa proses pencalonannya demikian singkat. Setelah secara 
kekeluargaan pengusulan oleh “tim sukses” untuk menjadi calon mewakili 
RT-nya sempat ditolaknya beliau merasa bahwa penolakan itu sudah final, 
“Sudah aman dari pencalonan nih”, kenangnya. Tak dinyana selang beberapa 
hari sejumlah wakil dari warga menyodorkan hasil pooling warga bahwa 
beliau diminta untuk bersedia dicalonkan mewakilit RT 01/14 menjadi calon 
Ketua RW. “Ya sudah, mau apalagi wong ini adalah amanah warga”, lanjutnya 
dengan ekspresi bahwa kepercayaan ini merupakan perhatian besar bagi warga 
di lingkungannya itu bagi dirinya dan juga keluarganya selain amanah tadi.
 
Persaingan yang ketat
 
Kalau di saat pencalonan Pak Ari didukung oleh lebih dari 60 kepala 
keluarga di RT 01/14 khususnya, di kubu yang lain yaitu kubu Bambang 
Sulistyo atau yang kita kenal sebagai Pak Sulis secara teoritis didukung 
oleh 2 RT yaitu RT 05/14 dan RT 06/14 yang jumlah keseluruhan warganya 
sekitar 90 warga di kedua RT. “Di atas kertas semestinya Pak Sulis bisa 
memenangi pemilihan ini”, kata Ustan Aliman mantan Ketua RT 06/14.
 
Dengan peta seperti itu tentu saja membuat proses penghitungan suara 
menjadi seru karena susul-menyusul jumlah perolehan suara tidak 
terhindarkan antara keduanya.
 
Yang tak kalah menariknya adalah perolehan suara dari Chandra Ismet. 
Perolehan sebesar 121 suara tidak saja berasal dari wilayah pencalonan 
yaitu RT 02/14 tapi juga berasal dari wilayah RT yang lain mengingat 
jumlah warga di RT 02/14 itu sekitar 43 kepala keluarga atau 86 suara 
saja.
 
Sikap Menghargai Warga
 
Ada calon lain yang hampir terlewat yaitu Ruben S. Pormes, siapakah beliau 
itu? 
 
Bagi warga yang selama ini ikut aktif di kegiatan RW dan lebih khusus di 
tempatnya beliau tinggal di RT 04/14 sosok Pak Ruben tidak asing lagi. 
Dedikasinya di setiap kegiatan tidak saja dari ide-ide dan pemikirannya 
tapi supportnya untuk setiap kegiatan itu susah dibandingkan dengan warga 
yang lain meski pengurus sekalipun. Teramat banyak peralatan yang 
”disumbangkan” pada setiap kegiatan, sound system, peralatan band, 
in-focus, lampu-lampu hias, peralatan elektrik lain, sampai taplak meja 
dan kain background di samping tenaganya juga. Bahkan, Ketua RW yang baru 
saja lengser, Zainal Fitriyadi, pernah menyampaikan secara bergurau untuk 
tidak  meminta tolong atau menanyakan peralatan yang kurang di suatu 
kegiatan kepada beliau. Karena jawabannya hampir pasti selalu ada bahkan 
sampai harus keluar uang sekalipun.
 
Pencalonan beliau tidak saja sebagai penghargaan warga atas sikap ringan 
tangan sekaligus ”ringan peralatan” bahkan ”ringan kantong” itu tetapi 
pada sikapnya selama ini yang sangat berhidmat pada kemaslahatan warga 
itu.
 
Sikap penghargaan atas warga ini tentu saja patut dilestarikan di tengah 
fenomena yang bisa saja muncul yaitu sikap individualisme, tidak respek, 
sok ”ngebos”, sok ”pejabat” dan sikap-sikap yang lain yang tidak mampu 
melihat potensi berbeda setiap warga yang harus diakomodasi dan dihormati.
 
Memimpin atau Dipimpin?
 
Sikap saling menghargai dalam konteks proses pemilihan baik pemilihan RT 
maupun pemilihan RW atau proses pemilihan di organisasi yang lain 
setidak-tidaknya memperlihatkan sikap kita atas pertanyaan di atas, 
”bisakah kita memposisikan diri kita sebagai orang yang dipimpin atau 
memilih menjadi orang yang memimpin?”.
 
Adalah sirah nabawiyah yang mengajarkan kepada kita bahwa di jaman Nabi 
Muhammad SAW setiap orang yang bersedia sebagai pengikut beliau selalu 
didahului oleh bai’at (sumpah setia). Di jaman kita tentu saja hal itu 
tidak diperlukan dan sebagai gantinya adalah komitmen diri kita 
masing-masing dalam berkhidmat terhadap lingkungan baik lingkungan 
terkecil maupun lingkungan yang lebih besar semisal lingkungan RW ini.
 
Jika kita memilih sebagai orang yang dipimpin maka hormatilah apa yang 
menjadi ”titah” dari pemimpinnya itu meskipun di tempat lain kita itu 
adalah bos, manajer, pejabat, pakar dan orang dengan pangkat serta jabatan 
lain yang menyilaukan dan haus akan pengakuan. 
 
Jika kita memilih menjadi pemimpin lantaran amanah yang kita terima maka 
inventarisasilah bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang tidak 
dimiliki orang lain. Bersikaplah ”seperti” Nabi yang bersikap sepadan 
dengan siapa yang dihadapi sehingga sunnah-sunnahnya selalu bernada 
posifit baik kepada si alim maupun terhadap para munafik. Sikap sabar 
menjadi kunci penentu dalam bertindak sebagai pemimpin itu.
 
Transformasi Kesalehan Individu
 
Sub judul di atas kelihatan terlalu berat disampaikan atau sebaliknya 
kelihatan seperti omongan  seorang pakar. Tidak!
 
Sering kita melihat seseorang yang kelihatan demikian ”khusyu’” menggeluti 
sesuatu. Pertanyaannya, apakah ”sesuatu” yang dia geluti demikian 
bernilai? Mungkin ya, tapi itu mungkin hanya terbatas pada dirinya secara 
individu atau paling banter bagi keluarganya. Bagi masyarakat? Serasa 
kekhusu’annya itu tidak pernah dirasakan di alam sadar.
 
Saya pernah mencermati seseorang yang ”vokal” dalam setiap kesempatan baik 
di rapat maupun di masyarakat. Tetapi setelah pada suatu saat dia didaulat 
untuk menjadi seorang pimpinan dia ”kalah” hanya karena desakan isterinya 
untuk mundur lantaran suara negatif yang dia terima di awal 
kepemimpinannya. Apakah kevokalan (baca: ide positif) dia bisa 
ditransformasikan seperti saat dia mengkritisi segala sesuatu di banyak 
kesempatan itu?
 
Yang perlu selalu diingat dalam konteks tulisan ini adalah bahwa yang 
sekarang dihadapi adalah masyarakat, warga, dan tetangga kita sendiri. 
Kearifan menjadi alat lain dalam menjalankannya karena di sana kita 
bercermin :  siapakah diri kita itu? Dan nantinya setelah berakhir, tidak 
perlu ada semacam pemaafan terhadap diri sendiri. Yang signifikan adalah 
apakah kebaikan, kearifan, pemikiran positif kita mengalami transformasi 
kepada kehidupan khalayak atau warga?
 
Kita memang harus terus belajar dan berani mendengar, bukan hanya berani 
menyangkal manakala tidak sesuai dengan pemikiran kita. Karena sikap 
arogansi kita akan membakar diri kita sendiri dan tidak bernilai selain 
menuju kondisi pecah-belah.
 
Semoga Allah senantiasa merahmati kita semua. Amiiiin ...
 
 
Selamat atas terpilihnya Pak Ari menjadi Ketua RW yang baru semoga 
menambah dinamika baru di lingkungan warga RW 14. 
 
 
(Jaeroni Setyadhi, Warga RT 02/14)

Windows Live Hotmail: Your friends can get your Facebook updates, right 
from Hotmail®.
______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain 
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have 
received it in error, please notify the sender and delete the message 
immediately. Any other use of the email is prohibited.




______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, 
proprietary, or otherwise private information. If you have received it in 
error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other 
use of the email is prohibited.

Kirim email ke