Aku sih setuju setuju ae, tapi kiro kiro siapa yang cocok
jadi imam ya..?????????


> ----------
> From:         Indra Sucahyo[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, November 24, 2000 9:10 AM
> To:   '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject:      RE: [daarut-tauhiid] Dakwah Rasulullah dan \"Dakwah\" Kita
> 
>               Sorry tak edit.........lagi kepingin nulis nich....
> 
>               ----- Original Message -----
>               From:   "Dudi Susanto" <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>               To:     <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>               Sent:   Thursday, November 23, 2000 9:04 AM
>               Subject:        [daarut-tauhiid] Dakwah Rasulullah dan
> \"Dakwah\" Kita
> 
> 
>                       > Ada juga muballigh yang menganjurkan agar tidak
> serakah, sementara dia
>                       > sendiri justru memasang tarif yang tinggi (Rp 1,5
> juta lebih sebelum
>                       > Krismon) untuk acara ceramahnya yang paling-paling
> cuma 1 jam. Untuk
>                       > memanggilnya, kita harus mengontak managernya yang
> tentunya juga mendapat
>                       > bagian. Jika uang kita tak cukup, maka kita tak
> dapat "menikmati" dakwah
> *     mereka. "Dakwah" benar-benar telah jadi suatu bisnis!
> *     
> Ini pasti kerjaan  Zainuddin MZ dkk......
> 
> 
> Nah Saya ada resep/cara untuk berda'wah  biar tidak seperti  Zainudin MZ
> dkk.......yang berdakwah sendiri-sendiri.
> 
> 
>                       Angkat seorang Imam/Amir/Khalifah  ..kalau perlu
> Seorang Waliyullah  .......(untuk menyatukan umat butuh hanya satu (1)
> imam)
>                       (Kalau menurut Quran ..Allah mengutus/mengangkat
> Imam dulu baru yang beriman tunduk patuh jadi umatnya )
>                       Kemudian susun suatu misi .....karena da'wah itu
> bagian suatu misi Waliyullah bukan misi perorangan....
>                       Orang yang berdakwah bertanggung jawab kepada
> Imamnya ( tentu juga kepada Allah)
>                       Dan orang yang berdakwah itu adalah
> misionaris......(mujahidin/musyahidin)
>                       Dana diambil dari 2 cara (sebenarnya lebih):
> 1.    Bila ia kaya cukuplah dari dirinya ..( contoh Abu Bakar,Umar,Ustman
> ) atas sepengetahuan Imam
> 2.    Bila ia kekurangan maka dana diambil dari infaq umat dibawah
> Waliyullah dan atas sepengetahuan Imam..
> 
>               Nah ..coba deh resep ini ....pasti Islam Maju.....Mau
> coba????????
> 
> 
> 
>                       > Saya tidak menyalahkan jika ada muballigh yang
> menerima uang sekedarnya
> *     ketika berdakwah ?????????????? seorang juru dakwah tidak boleh
> terima duit..."dan janganlah kau jual ayat-ayatku dengan harta rendah..."
> *     , karena bagaimanapun mereka harus menghidupi keluarganya.
>                       > Tapi jika ada yang sampai mematok tarif yang
> tinggi hanya sekedar agar
>                       > bisa menikmati mobil dan rumah mewah yang tak
> terhingga, nampaknya hal ini
>                       > sudah tidak etis lagi dan menyimpang dari ajaran
> Islam. Tindakan seperti
>                       > ini hanya akan mencemarkan nama baik muballigh
> yang sebenarnya dan membuat
>                       > buruk kesan Islam di mata masyarakat awam.
>                       >
>                       > Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
>                       >
>                       >
>                       > -------------------------- eGroups Sponsor
> -------------------------~-~>
>                       > eLerts
>                       > It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
>                       >
> http://click.egroups.com/1/9699/2/_/8396/_/974946113/
>                       >
> ---------------------------------------------------------------------_->
>                       >
>                       >
>       
> ==========================================================================
> ==
>                       =================
>                       > Untuk berlangganan kirimkan e-mail kosong ke
>                       [EMAIL PROTECTED]
>                       >
>                       > Untuk berhenti kirimkan e-mail kosong ke
>                       [EMAIL PROTECTED]
>                       > (Jangan lupa me-reply e-mail konfirmasi yang
> dikirimkan sistem)
>                       >
>                       > Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
>                       >
>       
> ==========================================================================
> ==
>                       =================
>                       >
>                       >
> 

Kirim email ke