Sekedar meneruskan pertanyaan artikel kiriman-e Bina.
(Kapan mangan es teler nang pacar keling maneh Bin? Suryo?)

Dari artikel kiriman-e Bina timbul pertanyaan di benakku.
Lalu bagaimana yang terjadi dengan seseorang yang menganjak melakukan
perbuatan TERCELA TAPI DIA SENDIRI TIDAK MELAKUKANNYA.
Bagaimana pula dengan orang yang menyarankan perbuatan TERCELA DAN DIA JUGA
MELAKUKANNYA.
Dan bagaimana dengan yang melakukan perbuatan TERCELA LALU MENCERITAKAN
KEPADA TEMANNYA DENGAN BANGGA ?
Apa pula yang akan terjadi terhadap orang yang MELIHAT temannya melakukan
perbuatan tercela lalu MENCERITAKAN kepada teman yang lain dengan menganggap
perbuatan itu sebagai sesuatu yang LUCU?

Mudah mudahan kita selalu dapat melihat dengan jelas mana yang benar dan
mana tidak benar.
Selamat memasuki bulan penuh berkah dan mohon maaf kalo ada kata, tulisan
atau perbuatanku selama ini yang membuat tidak berkenan.


-----Original Message-----
From: bina ardianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, November 23, 2000 11:24 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fw: [daarut-tauhiid] Dakwah Rasulullah dan \"Dakwah\" Kita



----- Original Message -----
From: "Dudi Susanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 23, 2000 9:04 AM
Subject: [daarut-tauhiid] Dakwah Rasulullah dan \"Dakwah\" Kita


> Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
>
> "Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah
> bersabda: Permudahlah dan jangan menyulitkan, tenangkan dan jangan
> menakut-nakuti" [Bukhari-Muslim]
>
> Dalam berdakwah, Nabi menganjurkan agar kita mempermudah serta menenangkan
> hati orang yang didakwahi. Memang terkadang kita harus mengingatkan bahaya
> tentang api neraka, tapi jika yang kita sampaikan cuma hal-hal yang
> menyeramkan, kemudian hal-hal yang sulit, bukan tak mungkin akhirnya yang
> didakwahi jadi lari terbirit-birit.
>
> "Diriwayatkan dari Abu Musa r.a katanya: Ketika Rasulullah s.a.w
> memerintahkan seorang Sahabat untuk melaksanakan salah satu perintahnya,
> dengan bersabda: Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakutkan.
> Permudahkanlah dan jangan memayahkan"   [Bukhari-Muslim]
>
> Materi Dakwah Rasulullah:
> "Diriwayatkan dari Muaz r.a katanya: Aku diutuskan oleh Rasulullah s.a.w.
> Baginda bersabda: Engkau akan mendapati golongan Ahli Kitab, oleh itu
> dakwahlah mereka supaya mengucap Dua Kalimah Syahadat. Jika mereka
> menerima Dua Kalimah Syahadat tersebut, ajarkanlah mereka bahawa Allah
> mewajibkan kepada mereka mendirikan sembahyang lima waktu sehari semalam.
> Sekiranya mereka tetap mentaati perintah tersebut, ajarkanlah pula kepada
> mereka bahawa Allah mewajibkan kepada mereka agar mengeluarkan zakat. Jika
> mereka tetap mentaatinya, beritahulah mereka supaya berhati-hati terhadap
> harta mereka dan takutlah doa orang yang teraniaya kerana doa mereka
> adalah mustajab"  [Bukhari-Muslim]
>
> Hukuman orang yang tidak mempraktekan apa yang didakwahkannya:
> "Diriwayatkan daripada Usamah bin Zaid r.a katanya: Aku telah mendengar
> Rasulullah s.a.w bersabda: Seorang lelaki telah dilempar ke Neraka pada
> Hari Kiamat, terberai keluar ususnya dan dia berputar dalam Neraka seperti
> seekor keledai berputar mengelilingi pengisar gandum dalam kandang. Ahli
> Neraka mengerumuninya dan mereka bertanya: Hai kamu! Apa yang telah
> terjadi kepadamu? Bukankah kamu dahulu menyuruh manusia melakukan kebaikan
> dan mencegah manusia dari melakukan perkara munkar? Dia menjawab: Memang
> benar. Aku telah menyuruh orang melakukan kebaikan tetapi aku (sendiri)
> meninggalkannya dan aku mencegah manusia dari melakukan perkara mungkar
> sedangkan aku melakukannya"  [Bukhari-Muslim]
>
> Aku berlindung pada Allah dari kejadian seperti itu. Mudah-mudahan di
> antara kita tidak ada yang mengalami hal seperti itu. Di koran Republika
> hari ini, saya melihat satu kolom yang mengutip petuah mantan presiden
> Soeharto dalam bahasa Jawa yang isinya kira-kira begini: Seorang pemimpin
> yang hidup bergelimang harta dan kejam pada rakyatnya, maka dia akan mati
> dalam keadaan sengsara dan terhina.
>
> Satu petuah yang baik, tapi sejarah membuktikan bahwa mantan presiden
> tersebut ternyata tidak mempraktekkan apa yang dianjurkannya. Hukuman di
> akhirat belum diterima, tapi hukuman di dunia nampak jelas bagi kita
semua.
>
> Jadi jika ada seorang muballigh yang menganjurkan hidup sederhana,
> sementara dia sendiri mondar-mandir dengan BMW, Mercy dan tinggal di rumah
> mewah dengan jumlah tak terhingga, bisa jadi dia akan merasakan hal itu.
> Bukankah Nabi sendiri yang di tangannya terletak kunci kerajaan Persia dan
> Romawi (2 superpower dunia saat itu) hidup begitu sederhana? Dia tidur di
> atas pelepah daun kurma, sehingga ketika bangun, di punggungnya terlihat
> jelas guratan daun kurma. Seorang sahabat sampai menangis terharu
> menyaksikan hal tersebut.
>
> Ada juga muballigh yang menganjurkan agar tidak serakah, sementara dia
> sendiri justru memasang tarif yang tinggi (Rp 1,5 juta lebih sebelum
> Krismon) untuk acara ceramahnya yang paling-paling cuma 1 jam. Untuk
> memanggilnya, kita harus mengontak managernya yang tentunya juga mendapat
> bagian. Jika uang kita tak cukup, maka kita tak dapat "menikmati" dakwah
> mereka. "Dakwah" benar-benar telah jadi suatu bisnis!
>
> Meski aral melintang, janganlah hal tersebut jadi rintangan bagi kita.
> "Sampaikanlah dariku walau hanya 1 ayat!" begitu perintah Nabi. Jadi
> dakwah itu sebenarnya merupakan kewajiban bagi kita semua.
>
> Nabi tetap melakukan dakwah meski tidak menerima upah sepeserpun. Bahkan
> di Thaif, meski ditimpuki hingga patah giginya dan berdarah oleh penduduk
> sana, toh beliau tetap gigih berdakwah meski bahaya menghadang. Itulah
> sunnah Nabi dalam berdakwah: tak mengharapkan imbalan dan rela menghadapi
> bahaya.
>
> Saya tidak menyalahkan jika ada muballigh yang menerima uang sekedarnya
> ketika berdakwah, karena bagaimanapun mereka harus menghidupi keluarganya.
> Tapi jika ada yang sampai mematok tarif yang tinggi hanya sekedar agar
> bisa menikmati mobil dan rumah mewah yang tak terhingga, nampaknya hal ini
> sudah tidak etis lagi dan menyimpang dari ajaran Islam. Tindakan seperti
> ini hanya akan mencemarkan nama baik muballigh yang sebenarnya dan membuat
> buruk kesan Islam di mata masyarakat awam.
>
> Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
>
>
> -------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
> eLerts
> It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
> http://click.egroups.com/1/9699/2/_/8396/_/974946113/
> ---------------------------------------------------------------------_->
>
>
============================================================================
=================
> Untuk berlangganan kirimkan e-mail kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
>
> Untuk berhenti kirimkan e-mail kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
> (Jangan lupa me-reply e-mail konfirmasi yang dikirimkan sistem)
>
> Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
>
============================================================================
=================
>
>

Kirim email ke