Bung Rizki,

sejak saya melihat komentar bung di milis ini seputar
mental kuli, saya kok melihat Anda totally a different
person,  a sort of born again personality, a
transformed and well-built character with a wide and
sharp vision and horizon. 

maaf, saya tidak ingin berlebihan di sini. mungkin
anda sebenarnya sudah lama seperti itu, namun selama
di india anda "ngumpet". jadi, saya gagal melihat Anda
yg sebenarnya. saya masih ingat, ketika kita jumpa di
markas ppi, saya tanya "Apakah mas rizki ikut milis
umum?" Dg senyum2 anda menjawab, "Iya ikut, tapi
pasif. Gak bisa ngomong sih." Kata Anda waktu itu.
Dari pertemuan singkat itu, saya berkesimpulan Anda
itu tipe pribadi yg workacholic, banyak kerja dan
sedikit bicara. tipe khas rekan2 yg dari jurusan
science.

Tapi, ternyata kesimpulan saya itu salah. Banyak ide2
dan idealisme Anda mulai bisa saya nikmati saat ini.
Spirit Anda untuk membentuk wadah alumni india inipun
mengagetkan saya. Keep the spirit up, my friend.

Saya juga kaget, membaca info bung rizki bahwa Mala,
"mantan" saya itu ternyata telah menjadi inspirator
adanya kumpul2 itu. What a surprise! Mala yg tomboy
dan cuek tapi manis, ternyata sekarang dirimu telah
jadi "matured woman". Duduk di kursi berlabel Texmaco
sambil ngobrolin ide2nya di milis ini. Make the idea
of setting up the Alumni India Org. alive, my gal! :)

Terima kasih buat rekan2 alumni yg telah
mentrasformasi diri dalam sinergi waktu yg begitu
cepat. Keep up with the pace, or else we'll be lagged
behind ... Time goes by so fast, if we still
standstill in deep slumber no body gonna notice us as
a "human".

bravo rekan2 alumni India,


--- Rizki Salamun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hallo Bung Gagho, thanks to your response.
> 
> Kita mencoba membuat organisasi kita dengan cara
> yang sama sekali
> baru, mencoba tidak terpengaruh budaya timur yang
> suka "enggak enakan"
> dan mau cepet selesai saja, tapi dengan "rasa"
> Indonesia. Itulah
> mengapa struktur organisasi kita ini gak buru-buru
> kita bentuk (punya
> sekretariat, ketua, dan sebagainya). Kita membentuk
> organisasi kita
> ini atas dasar ngumpul-ngumpul rutin yang kita
> rencanakan setiap
> bulan, ini sekaligus untuk mengetahui seberapa ingin
> sih membentuk
> organisasi alumni. Kalau pada pertemuan selanjutnya
> pesertanya
> berkurang terus, maka kita gak berharap banyak
> organisasi ini akan
> terbentuk. Tapi kalau sebaliknya, makin tambah
> banyak yang dateng,
> maka organisasi kita memang layak untuk didirikan.
> Sehingga apabila
> organisasi kita terbentuk, cuma orang-orang yang
> kredibel dan punya
> visi maju yang akan mengisi organisasi kita. Dan
> beginilah menurut
> saya cara kita mencari anggota bukan dengan
> memudahkan persyaratan
> supaya anggotanya banyak, untuk kemudian cuma nunggu
> undangan,
> sedangkan yang ngurusinnya tetep yang itu itu aja.
> 
> Saya membayangkan kedepan, organisasi alumni India
> ini mempunyai power
> dalam menentukan peta hubungan antara Indonesia dan
> India. Saya kira
> ini bukan yang mustahil seperti juga yang terjadi
> pada alumni Jepang,
> Australia, Jerman dll. Kenapa bisa? karena emang
> organisasi ini adalah
> "gudang" para intelektual dari berbagai disiplin
> ilmu. Atau bahkan
> mempunyai pengaruh di peta perpolitikan di tanah
> air, who knows. Dan
> juga saya membayangkan apabila setiap pergantian
> pengurus pada munas
> alumni India, merupakan saat-saat yang cukup
> penting, karena bisa
> duduk di kepengurusan alumni India akan memberikan
> gengsi tersendiri
> dimata birokrasi, bisnis, politik, pendidikan dll
> pada saat itu.
> 
> Dibalik cairnya cara pembentukan kepengurusan, kita
> juga punya sikap
> tegas dalam seleksi keanggotaannya. Gak ada salahnya
> kita membuat
> kriteria pada keanggotaan, seperti anggota biasa dan
> anggota
> kehormatan atau simpatisan yang tentunya mempunyai
> hak yang berbeda
> tetapi intinya semua terakomodir.
> Organisasi-organisasi profesi
> sekarang juga menerapkan sistem yang sama.
> 
> Ini semua adalah pendapat saya pribadi, dan bukan
> pendapat para alumni
> jadi bisa saja tidak sejalan dengan pendapat
> mainstream. Dan
> diskusi-diskusi ini membuat saya semakin bergairah
> untuk terus
> berkumpul dan berdiskusi dengan para alumni lain dan
> anggota PPI baik
> off-air maupun on-line.
> 
> Salam,
> 
> Rizki
> 
> On Thu, 10 Mar 2005 09:22:49 -0800 (PST), Mario
> Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Obrolan tentang acara ngumpul2 alumni India di Jkt
> > sangat menarik dan hangat. Salah satu poin yg
> menjadi
> > pemikiran -- walaupun belum begitu perlu -- adalah
> > siapa yg berhak jadi member alumni India?
> > 
> > Ipul memberi kriteria mudah: siapa saja yg
> paspornya
> > berstempel imigrasi India dan pernah belajar
> > (kursus/kuliah/training) di India, maka ia berhak
> jadi
> > member alumni India. Sdr. Rizki sedikit lebih
> "ketat"
> > dg mengatakan sebaiknya member alumni terdiri dari
> > mantan member PPI-India, sedang yg tidak bisa jadi
> > member simpatisan alumni India.
> > 
> > Bagi saya, kriteria Ipul cukup "feasible" at least
> > untuk sementara waktu, dg beberapa pertimbangan
> > a.l.(1) Banyak mahasiswa (training/kuliah)yg
> sewaktu
> > di india tidak atau belum sempat mengenal PPI
> sampai
> > masa pulangnya; (2)PPI baru didirikan sekitar
> 1996-97,
> > yg berarti mahasiswa sebelum tahun tsb. tidak
> pernah
> > jadi member PPI; (3)Proses awal pembentukan
> organisasi
> > sebaiknya dg mempermudah proses membership
> > semudah-mudahnya, dg kriteria seminimal mungkin.
> > Bahkan organisasi terbesar seperti NU membuat
> kriteria
> > longgar semacam ini (menurut Gus Dur, member NU
> adalah
> > "setiap Muslim Indonesia yg bukan Muhammadiyah!")
> > 
> > Kriteria longgar semacam ini diperlukan untuk
> menarik
> > minat anggota baru secepat dan selancar mungkin.
> > Banyaknya anggota akan memperkuat posisi
> bargaining di
> > berbagai situasi dan tempat (di kedutaan india, di
> > kalangan LSM, lingkungan media, birokrasi, dll).
> Suara
> > kita pun akan diperhitungkan.
> > 
> > Namun demikian, pengetatan kriteria seperti
> anjuran
> > Bung Rizki juga mungkin diperlukan apabila masanya
> > tiba kelak, ketika member sudah begitu banyak dan
> > Alumni PPI India sudah memiliki bargaining tinggi.
> > Sementara ini, "semakin longgar kriterianya, akan
> > semakin baik" (the looser the better).
> > 
> > Dalam konteks ini, Roorkee, DU, JNU, PUNE, dan
> bahkan
> > mahasiswa training 3 bulan pun, secara otomatis
> jadi
> > member PPI dan member alumni PPI. Khusus bagi
> > rekan-rekan Roorkee tentu saja diharapkan adanya
> > sedikit 'reformasi sikap' dalam wujud lebih
> bersikap
> > egaliter (persahabatan tidak berdasarkan tua-muda,
> > bujang-berkeluarga, PNS-non-PNS, ICCR-non-ICCR,
> dll).
> > Silaturrahmi rekan2 Roorkee ke markas PPI-INDIA
> secara
> > individu atau rombongan saya kira menjadi salah
> satu
> > wujud implementasi dari reformasi sikap menuju
> > soliditas kebersamaan PPI-India khususnya dan
> > kekompakan Alumni PPI-India dalam konteks ke depan
> yg
> > lebih panjang. Begitu juga sebaliknya, rekan-rekan
> > non-roorkee (institusi atau individu) untuk
> memulai
> > berencana mengadakan ajang silaturrahmi ke markas
> IIT
> > Roorkee.
> > 
> > Ini sekedar pendapat, ditunggu komentar
> rekan-rekan.
> > 
> > salam,
> > 
> > Mario Gagho
> > Political Science,
> > Agra University, India
> > ---------
> > A WINNER works harder than a loser and has more
> time.
> > A LOSER is always "too busy" to do what is
> necessary.
> > 
> > __________________________________
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Small Business - Try our new resources
> site!
> > http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
> > 
> > 
> >
>
_________________________________________________________________________
> > Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu
> melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru
> dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc 
>
==========================================================================
> > Catatan penting:
> > 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg 
> berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
> > 2- Arsip milis:
> http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
> > 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen
> PPI(Mukhlis): 09897407326
> > 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
> > 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> 


Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time. 
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/KZzaMD/.WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke