Mbak Tilla yang mudah2an nggak tersinggung, karna mungkin anda membaca
dari sudut pandang yang berbeda dg saya. Karna idenya bukan pada "suka
ato nggak ngeliat wanita pake jilbab" walaupun keluarga dan orang2
dekat saya berjilbab, tapi ide itu lebih pada sisi individual dari
sosok kehidupan seorang lelaki, yang notabenenya muslim.

Karna yang saya utarakan itu kepentingan individu saya yang diusik, ya
jawabannya juga untuk individu juga.

Maaf juga klo bilang soal binatang, binatang juga masih bisa
mengontrol nafsu, tuh kucing2 di hostel ana yang sangat akrab sama
Echa si ahli masalah kucing, klo liat ada makanan di mess dan dia pas
laper, walopun lama nggak ketemu sang betinanya dia kagak meong2 alias
horni koq, hmm.. daripada nggak makan?

Seperti yang anda bilang di Belanda, masalahnya bukan pada kondisi dan
didikan masyarakat hingga mereka jadi nggak ngerasa seperti yang saya
alami, saya rasa semua lelaki sama, kecuali yang ada gangguan
kejiwaan. Mungkin sekali karna penegakan hukum yang ketat dan denda
yang tinggi, mirip seperti kucing di hostel saya, daripada denda atau
dipenjara mendingan ogah. Jadi klopun tuh wanitanya pada kepanasan pas
summer ato emang obral pesona. tetep aja nggak ada yang nyolek kagak
brani.

Klo contoh di Arab, yang saya tau di Emirates sendiri justru
kebalikannya, emang pemerintahnya nggak memperdulikan kepada hal2
seperti itu dan larangan agama jg adat istiadat berbusana yang lebih
dominan. Nah kalo pelecehan itu terjadi, nggak 100 persen karna mereka
memakai busana rapih tapi tetap dilecehkan, tapi rata2 karna adanya
kesempatan untuk berbuat itu, mereka tinggal satu rumah dan anda tau
sendiri nggak cuma di Arab aja, klo mbak sering liat di hampir semua
rubrik kriminal stasion tv di Indonesia, lha..bukannya ratusan bahkan
ribuan tiap harinya itu terjadi di indonesia? Btw, UNIFEM survei ke
Indonesia nggak? Takutnya tuh angka2nya di korupsi jadi nol deh, kan
bahaya...sperti apa nih bakalnya negara kita ini?? 

So..Mbak,
1. Emang nggak ada hubungannya sama tanggung jawab pribadi dan
kewajiban perempuan untuk menutup dirinya. Gmana klo kita2 yang lelaki
pengen seperti wanita2 yang telanjang itu, boleh nggak neh? Kita2 kan
gerah juga, apalagi pas summer. Tapi klo masuk kantor pasti dibilang
nggak sopan, mestinya pake jas ato tuxedo kek, tapi klo wanita
berpakaian minimal, tuh para atasannya bakal muji sukur2 bisa diajak
kencan. huh...susah juga jadi lelaki nih.

2. Sepertinya klo yang ini, ana denger dari acara kriminal, Bang Napi
di RCTI tiap jam 1 siang, katanya tindak kejahatan sebetulnya bukan
karna niat tapi karna adanya kesempatan. Jadi siapa neh yang buat2
kesempatan untuk berbuat itu?? Sepertinya masih mending masih
berpakaian rapih terus diperkosa, karna mungkin ada kesempatan. nah
klo tampang menor terus pakaian minimal alias u can see kemudian
diperkosa, siapa coba yang mau percaya, ntar dikira kasus pemerasan
pelacur jalanan terhadap pelanggannya donk? 

Jadi, klo keinginan pribadi saya sih, mendingan mengantisipasi
daripada mengobati, yah klo bisa pakaiannya dibenerin demi keamanan
juga kehormatan mereka para wanita sendiri, kecuali kalo mereka yang
pengen menarik perhatian dan tentunya anda tahu sendiri setelah
itu....terserah....

smoga bermanfaat,

fachim

--- In [email protected], tylla subiyantoro
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Fachim yang GAnteng..
>  
> maaf beribu maaf, bukan congkak, bukannya sombong..:D
>  
> Soal alasan Mas Fachim suka ngeliat perempuan pake jilbab, ya itu
hak anda sebagai laki laki yang merasa berhak di'jaga' nafsunya sama
masyarakat
>  
> Tapiiii..satu hal, yang rada ideologis..hmmMas..adalah benar, laki
laki punya nafsu (entah rumors, gossip, issue atau mitos) dan nafsunya
lebih besar dan meledak ledak ketimbang perempuan. 
>  
> Tapiiii lagiii...Bukankan bedanya laki laki dengan pejantan lain
(maksudku hewan hewan tak berotak, yang diciptakan hanya bernaluri dan
berlibido) adalah Laki laki diberi akal untuk berfikir dan mengontrol
nafsu tersebut ?:D
>  
> Soal kontrol mengontrol nafsu yang ada dalam diri manusai, itu
persoalan bagaimana masyarakat mendidik angotanya mas..he he..mau
contoh ? di Belanda, perempuan mau jalan jalan ketengah pasar pake
bikini plus short atau ultra mini ya nggak ada yang nyolek, dianggap
biasa aja, kalau  ada yang nyolek , pasti langsung digebukin dan
diinjek injek sama masyarakat sekitarnya, nggak ada tuh model model
blaming victim as the criminal,. seperti yang banyak terjadi pada
kasus kasus perkosaan di Indonesia atau negara negara Asia lainnya.
>  
> Di Arab, yang jelas jelas semuanya pake hijab, mas pikir angka
perkosaannya nggak tinggi ?Coba liat deh catatan UNIFEM soal angka
perkosaan dan pelecehan seksual dinegara negara ARAB..he he he..di
koran indonesia juga sering diulas betapa serring para buruh migran
perempuan kita diperkosa, dilecehkan, padahal...apa sih yang mereka
pake ? TAnk top ? Bikini ? nggak tuh..jilbab dan gamis juga..
>  
> So Mas..
> 1. Nggak ada hubungannya antara tanggung jawab pribadi laki laki
untuk menjaga syahwatnya dengan kewajiban perempuan untuk menutup
dirinya..
>  
> 2. Nggak ada hubungannya juga soal lepas kontrolnya laki laki sama
syahwatnya, dengan 
>     pakaian yang perempuan kenakan.. buktinya..banyak banget tuh
perempuan berjilbab rapih 
>     yang diperkosa..gitu maassss...
> 
> Jadi Intinyaaa..he he he..OTAK KOTOR nya itu lho..dibenerin..tapi
aku percaya, teman teman PPI, seperti hatinya, otaknya bersih semua.. :)
>  
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org 
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke