Mas Fachim tersayang..:)
 
Personally, aku sih sama sekali nggak tersinggung, ini bukan urusan personal kok he he ehhh
Eyang, tante, dan sepupuku banak yang berjilbab kok. Mamaku juga kayaknya sekrang pake jilbab deh..hehehe..kata papa, aku kalao pake jilbab juga cantik, tapi papa ngga pernah tuh maksain aku p[ake jilbab, karena dia sadar betul, sebagai individu aku punya hak, untuk menentuka apa apa yang ingin akau pakai dan tanggalkan..Karena didikan papa yang moderat ini kali ya, aku jadinya begajul;an begini...hehehehe
 
kenpa kemudian aku pengen ngobrolin ni masalah sama temen temen, karena sebenernya dibalik masalah ini..ada persoalan ideologis mengenai bagaimana masyarakat yang patriarkis memandang, menilai dan merasa berhak menentukan apoa apa yang berkenaan dengan perilaku dan standar pantas tidk pantasnya perempuan.
 
Soal ketelanjangan yang mas bahas, justu iru intinya, kalau laki laki pengen perempuan telanjang bisa idjadiin analogi..aduh gimana ya..kayaknya jadi jaka sembung bawa golok neeh :D
Nggak ada  hubungannya dong ah..
 
inti dari pembicaraan ini  justru soal bagaimana masyarakat bisa menghargai apa apa yang jadi hak individua l perempuan yang dalam sistem sosial kita sering dilupakan.Salah satu contoh kecilnya adalah apa yang ingin mereka pakai, tanpa melanggar norma kesusilaan yang masuk akal..gitu lho mas.
 
Ini sama sekali bukan soal kebebasan yang kebabalasan atau apa kok.Tapi soal Ide adalah tanggung jawab(baca ; kesalahan ) perempuan kalau dia di lecehkan, karena dia nbggak pake baju yang bener, ini equal nggak sih sama adalah kesalahan orang yang dirampok karena dia kaya, sehingga menarik perampok untuk membobol rumahnya ?
 
Soal UNIFEM, berhubung itu badannyta PBB, dan saya pernah magang disitu, dan dia juga berkantor di UN quarter di Thamrin, ya jelas ada doooonnngg catetannya diseluruh dunia..;)kalao nggak salah sih sama seperti WHO, WTO, UNICEF,UNDP, datanya sih considerably Accurate..:D
 
angka perkosaan di Indonesia emang tinggi, siapa bilang nggak ? mah, itu berkenaan dengan apa ahayao ? pakaian ?? jangan salah mas, hampir 70 % perkosaan di Indonesia terjadi diantara orang orang yang saling mengenal bo' dan kalau mau diliat lagi presentasinya, lebih dari 80 % data memunculkan fakta bahwaa..yang diperkosa nggak ada yang pake baju sexy tuhh..hue he he ..he..
 
Saya sepakat sama pendapat mas, kalau laki laki emang punya nafsu. Di Belanda atau di Antartika, laki laki mana sih yang nggak ngiler ngeliat betis bagus, dada penuh, perut rata, kulit mulus ? masalahnya adalah bagaimana seorang individu mengontrol will nya sehingga nggak ngerusak..gitu lho mas..Saya sih nggak bermaksud menyinggug mas lho..asli sumpeeh..:D semua laki laki termasuk bapak saya juga begitu pastinya..bedanya sama para pemerkosa kan, mas dan bapak saya punya moral yang cukup untuk bisa ngerem ledakan itu, tul nggak ?
 
Trus soal peragkat hukum belanda yag ketat, jangan salah jangan sangka..:D Indonesia juga udah punya UU no 25 Tahun 2004 lhoo..dibaca dah disitu...kita juga punya perangkat kookk...nah, jangan jangan yang kejadian di aceh itu bisa dikategorikan sebagai...PELECEHAN, bisa dipenjara lho mas..
 
Jadii sekali lagi, bukan soal penafian kebutuhan laki laki dan pro buka bukaan..saya juga sepakat kok, kalau meihat konteks masyarakat pada umumnya, perempuan sebaikanya melindungi diri dengan berbagai cara sehingga sexualitasnnya nggak di ttindas dan dilecehkan.Salah satunya dengan menutup aurat.Salah duanya..perempuan bisa prevent by  membekali diri dengan kemampuan bela diri, tear gas, spice spray, kalau perlu senjata api..hehehehe
 
Soal Korba perkosaan dibelahan dunia manapun termasuk Arab..Nahh..juatru itu ..mas seniri menjawab persoalan perkosaan..nggak tergantung sam apa yang dipakai perempuan, tapi orak kotor dan mntak nindesnya laki laki kan..hue he..he..ini mengingatkan kembali soal; awal pembicaraan kita soal razia jilbab dan tanggapan mas lho mas..:)
 
 Tapi inti dari ocehan ngalor ngidul saya adalah..kayaknya nggak adil deh, kalau peremuan jadi objek kekuasaan dan karenanya semua pohak berhak menetukan apa apa yang bleh dan tidak boleh dilakukan sama mereka..Lebih kejam lagi, kalu perempuan yang sebenarnya jadi korban malah diposisikan menjadi penjahat karena mereka menarik birahi pihak pihak yang tidak mampu menjaga adabnya..
 
bang Napi boleh aja bilang begitu , tapi nyatanya, namnya maling tetep harus dihukum ...sebelum dibawa kekentor poisi kalu ditangkep pasti dihajar dan dijambak bahkan ada yang dibakar massa.burkak'dan nggak ada pembenaran atas perampokan, pencuruian, penjambretan dll dsb..nggak ada orang yang nyalahin orang kaya karena dia kaya kan ? ;)Sayangnya dalam kasus perkosaan, yang justru merupakan bentuk perampokan terkejam terhadap kemanusiaan,(gile man, hal yang paling personal dirampok !!)kadang malah korbannya disalahin karna 'nggak pake burkak'..coba..bisa dilihat perbedaan dan bias patriarkisnya kan ??
 
Pengen banget deh ngobrol lebih lanjut, tapi sayangnya aku lagi dikejat research papaer dua biji nih, mungkin kapan kapan kita bisa ketemu dan ngobrol bayak hal..kangen lho mas..
 
PS : kalau ocehan saya terlalu berantakan untuk menjelaskan ide yag ada dikepala saya,. Ms bisa baca bukunya Kamla Bhasin, "Menggugat patriarki", kalau mau, saya bisa pinjemin,atau lebih praktis, silahkan buka links dibawah ini :
 
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/
http://www.rahima.or.id/Index.htm
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00702.html 
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/30/swara/1870086.htm

Fachim Harharah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Tilla yang mudah2an nggak tersinggung, karna mungkin anda membaca
dari sudut pandang yang berbeda dg saya. Karna idenya bukan pada "suka
ato nggak ngeliat wanita pake jilbab" walaupun keluarga dan orang2
dekat saya berjilbab, tapi ide itu lebih pada sisi individual dari
sosok kehidupan seorang lelaki, yang notabenenya muslim.

Karna yang saya utarakan itu kepentingan individu saya yang diusik, ya
jawabannya juga untuk individu juga.

Maaf juga klo bilang soal binatang, binatang juga masih bisa
mengontrol nafsu, tuh kucing2 di hostel ana yang sangat akrab sama
Echa si ahli masalah kucing, klo liat ada makanan di mess dan dia pas
laper, walopun lama nggak ketemu sang betinanya dia kagak meong2 alias
horni koq, hmm.. daripada nggak makan?

Seperti yang anda bilang di Belanda, masalahnya bukan pada kondisi dan
didikan masyarakat hingga mereka jadi nggak ngerasa seperti yang saya
alami, saya rasa semua lelaki sama, kecuali yang ada gangguan
kejiwaan. Mungkin sekali karna penegakan hukum yang ketat dan denda
yang tinggi, mirip seperti kucing di hostel saya, daripada denda atau
dipenjara mendingan ogah. Jadi klopun tuh wanitanya pada kepanasan pas
summer ato emang obral pesona. tetep aja nggak ada yang nyolek kagak
brani.

Klo contoh di Arab, yang saya tau di Emirates sendiri justru
kebalikannya, emang pemerintahnya nggak memperdulikan kepada hal2
seperti itu dan larangan agama jg adat istiadat berbusana yang lebih
dominan. Nah kalo pelecehan itu terjadi, nggak 100 persen karna mereka
memakai busana rapih tapi tetap dilecehkan, tapi rata2 karna adanya
kesempatan untuk berbuat itu, mereka tinggal satu rumah dan anda tau
sendiri nggak cuma di Arab aja, klo mbak sering liat di hampir semua
rubrik kriminal stasion tv di Indonesia, lha..bukannya ratusan bahkan
ribuan tiap harinya itu terjadi di indonesia? Btw, UNIFEM survei ke
Indonesia nggak? Takutnya tuh angka2nya di korupsi jadi nol deh, kan
bahaya...sperti apa nih bakalnya negara kita ini??

So..Mbak,
1. Emang nggak ada hubungannya sama tanggung jawab pribadi dan
kewajiban perempuan untuk menutup dirinya. Gmana klo kita2 yang lelaki
pengen seperti wanita2 yang telanjang itu, boleh nggak neh? Kita2 kan
gerah juga, apalagi pas summer. Tapi klo masuk kantor pasti dibilang
nggak sopan, mestinya pake jas ato tuxedo kek, tapi klo wanita
berpakaian minimal, tuh para atasannya bakal muji sukur2 bisa diajak
kencan. huh...susah juga jadi lelaki nih.

2. Sepertinya klo yang ini, ana denger dari acara kriminal, Bang Napi
di RCTI tiap jam 1 siang, katanya tindak kejahatan sebetulnya bukan
karna niat tapi karna adanya kesempatan. Jadi siapa neh yang buat2
kesempatan untuk berbuat itu?? Sepertinya masih mending masih
berpakaian rapih terus diperkosa, karna mungkin ada kesempatan. nah
klo tampang menor terus pakaian minimal alias u can see kemudian
diperkosa, siapa coba yang mau percaya, ntar dikira kasus pemerasan
pelacur jalanan terhadap pelanggannya donk?

Jadi, klo keinginan pribadi saya sih, mendingan mengantisipasi
daripada mengobati, yah klo bisa pakaiannya dibenerin demi keamanan
juga kehormatan mereka para wanita sendiri, kecuali kalo mereka yang
pengen menarik perhatian dan tentunya anda tahu sendiri setelah
itu....terserah....

smoga bermanfaat,

fachim

--- In [email protected], tylla subiyantoro
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Fachim yang GAnteng..

> maaf beribu maaf, bukan congkak, bukannya sombong..:D

> Soal alasan Mas Fachim suka ngeliat perempuan pake jilbab, ya itu
hak anda sebagai laki laki yang merasa berhak di'jaga' nafsunya sama
masyarakat

> Tapiiii..satu hal, yang rada ideologis..hmmMas..adalah benar, laki
laki punya nafsu (entah rumors, gossip, issue atau mitos) dan nafsunya
lebih besar dan meledak ledak ketimbang perempuan.

> Tapiiii lagiii...Bukankan bedanya laki laki dengan pejantan lain
(maksudku hewan hewan tak berotak, yang diciptakan hanya bernaluri dan
berlibido) adalah Laki laki diberi akal untuk berfikir dan mengontrol
nafsu tersebut ?:D

> Soal kontrol mengontrol nafsu yang ada dalam diri manusai, itu
persoalan bagaimana masyarakat mendidik angotanya mas..he he..mau
contoh ? di Belanda, perempuan mau jalan jalan ketengah pasar pake
bikini plus short atau ultra mini ya nggak ada yang nyolek, dianggap
biasa aja, kalau  ada yang nyolek , pasti langsung digebukin dan
diinjek injek sama masyarakat sekitarnya, nggak ada tuh model model
blaming victim as the criminal,. seperti yang banyak terjadi pada
kasus kasus perkosaan di Indonesia atau negara negara Asia lainnya.

> Di Arab, yang jelas jelas semuanya pake hijab, mas pikir angka
perkosaannya nggak tinggi ?Coba liat deh catatan UNIFEM soal angka
perkosaan dan pelecehan seksual dinegara negara ARAB..he he he..di
koran indonesia juga sering diulas betapa serring para buruh migran
perempuan kita diperkosa, dilecehkan, padahal...apa sih yang mereka
pake ? TAnk top ? Bikini ? nggak tuh..jilbab dan gamis juga..

> So Mas..
> 1. Nggak ada hubungannya antara tanggung jawab pribadi laki laki
untuk menjaga syahwatnya dengan kewajiban perempuan untuk menutup
dirinya..

> 2. Nggak ada hubungannya juga soal lepas kontrolnya laki laki sama
syahwatnya, dengan
>     pakaian yang perempuan kenakan.. buktinya..banyak banget tuh
perempuan berjilbab rapih
>     yang diperkosa..gitu maassss...
>
> Jadi Intinyaaa..he he he..OTAK KOTOR nya itu lho..dibenerin..tapi
aku percaya, teman teman PPI, seperti hatinya, otaknya bersih semua.. :)

>





Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke