Teman-teman Ytc. Saya cenderung melihat keputusan kiyai-kiyai itu sebagai akibat dari adanya rasa kekecewan yang sudah membeku di hati para kiyai karena pada tahun 2001 silam, Gusdur telah dijerumuskan oleh abangda Amien Rais dkk dan kemudian dinaikkanlah Megawati untuk menempati posisi RI 1 tersebut. Selanjutnya pada tahun 2004 ini, dimana Gusdur sedang aysik-asyiknya menyuarakan d-e-m-o-k-r-a-s-i, eh...., KPU dengan tegas dan mantap langsung menutup pintu untuk Gusdur untuk tampil dalam pemilihan presiden Juli 2004. Belum lagi pemilihan tersebut dimulai, Gusdur malah sudah terjungkal lebih awal.
Akhirnya rasa kekecewaan Gusdur ia nyatakan terang terangan dimana pada pemilihan presiden nanti, beliau akan memilih golput, ternyata banyak pengikut-pengikut Gusdur yang juga ikut bergolput-ria. Entah dasar apa mereka ikutan golput, hanya Tuhan lah yang tahu. Tapi dengan strategi jitu, Gusdur yang memang sudah mengetahui lebih awal ttg keberadaan Hasyim Muzadi yang kemudian menjadi pendamping Mega "di siang hari" (karena malamnya bersama Taufiq Kiemas), maka dengan Bismillahirrahmanirrahiem, Gusdur pun merelakan adiknya Solahuddin Wahid untuk digandengkan dengan Wiranto. Maka dengan demikian suara PKB pun terbagi dua. Kubu Hasyim dan kubu Solahuddin. Yang masih ingin kita tunggu adalah akankah perpecahan suara PKB ini sebagai tanda bahwa umur PKB itu juga akan berakhir? Entahlah. Yan- --- In [EMAIL PROTECTED], "Tengku Zem Riewi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > Ketika 25 orang kiyai NU seperti yang diberitakan oleh Riau Pos (4/6) dimana para > kiyai tersebut telah bersepakat untuk menolak kepemimpinan wanita, maka pikiran saya > pun langsung beterbangan kemana-mana. Sebagian pikiran saya langsung "menjumpai" > Solahuddin Wahid untuk memberikan "ucapan selamat", karena fatwa kiyai-kiyai NU > (bukan ulama) tersebut telah membuka chance yang besar untuk meraih suara PKB yang > NU. Pada kesempatan yang sama, pikiran saya juga langsung "menemui" Hasyim Muzadi, > tujuannya sama: memberikan "ucapan selamat", dimana fatwa dari 25 orang kiyai > tersebut juga akan menggiring pecahan-pecahan suara NU yang bukan PKB. > > > Ketika para kiyai telah bergelut dan bergelimang dengan arus perpolitikan baik > secara langsung ataupun tidak langsung, maka di saat yang sama, umat akan bingung > dibuatnya. Sejak kran demokrasi yang tersumbat di masa Suharto tersebut dibuka dan > setiap manusia Indonesia memiliki hak untuk bersuara, maka di saat yang sama umat > pun semakin bingung untuk membedakan mana "kiyai yang ulama" dan mana "ulama yang > kiyai". > > > Salam Rindu, > > TZR, > M.A. Philosophy and Religion > Madurai Kamaraj University, Palkalai Nagar > Madurai - India 625021 > Website: http://www.mkuniversity.org > > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Perjuangan perempuan Indonesia bagi pergerakan bangsanya telah terpinggirkan ke > sudut paling gelap. Para perempuan Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Rugayah > Wiranto, Koes Amien Rais hingga Kristiani Yudhoyono seolah dinafikan dari panggung > utama, bahkan dipersilakan terpuruk menjauh ke sudut terdalam lemari pakaiannya > untuk mencari selendang. Sebuah fakta sejarah, bahwa Indonesia hari ini memang > berada dalam kegelapan. > > Dari Redaksi WM dot com: > > Refleksi keterpurukan peran perempuan pada pemilihan presiden Indonesia 2004 > > Sehelai Kerudung dalam Pemilihan Presiden Indonesia > > Tujuhpuluhenam tahun sudah berlalu dari Kongres Perempoean Indonesia yang kelak > dikenal sebagai Hari Ibu. Lalu, apakah yang sudah diraih perempuan Indonesia kini? > Apa yang akan kita sampaikan pada para ibunda kita yang pada 28 Desember 1928 telah > mencanangan pergerakan perempuan Indonesia pada masalah publik, utamanya politik > berbangsa dan bernegara, dan dicatat sebagai bukti dalam sejarah perjuangan > perempuan Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari pergerakan pemerdekaan > negeri ini? Sia-siakah tinta emas sejarah yang dengan jernih mencatat kongres > tersebut sebagai formalisasi dan tindak lanjut dari perjuangan para wanita perkasa > pendahulu seperti Tjoet Nja' Dien, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, hingga Nyi Ageng > Serang,-- namanya memang berasal dari kata kerja "serang", segarang kegigihan > perlawanan Nyi Ageng pada penjajahnya-itu ? > ............teks dipotong................" Sampai jumpa lagi, Yan Santosa EP MA. Political Science University of Annamalai India. Yahoo! India Matrimony: Find your partner online. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

