"Tapi menurut saya, yang lebih penting adalah kemampuan Capres dalam memberantas 
korupsi, serta
mensejahterakan rakyat...."

 

Itulah pak. Waktu perjuangan melawan Belanda, darah menetes nyawa melayang dari tubuh 
pejuang Islam, Kristen, Hindu dan Buddha..

Kita juga tak menanyakan apakah darah yang mengalir dari tubuh Daan Mogot, Thomas 
Matulessy, Kristina Martha Tiahohu itu darah agama apa?

Salam

RM Danardono HADINOTO



A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ketika isyu Kristenisasi menerpa PD dan SBY begitu
hebat, Republika yang melakukan investigasi justru
menemukan bahwa persentase nonmuslim terbesar justru
di PDIP, sedang PD cuma nomor 2.

Tapi menurut saya, yang lebih penting adalah kemampuan
Capres dalam memberantas korupsi, serta
mensejahterakan rakyat.

--- Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Nggak ada dibenak Pak SBY-JK yang namanya,
> Kristenisasi
> Islamisasi
> Hindunisasi
> Budhanisasi
> Konghucunisasi
> 
> yang ada adalah
> 
> Sejahteranisasi
> Hebat-isasi
> Makmurisasi
> Maju-isasi
> Bangun-isasi
> BerantasKorupsinisasi
> PertumbuhanEkonominisasi
> BikinlapanganKerjaBanyakbanyak-isasi
> CerdaskanBangsanisasi
> Adikuasanisasi
> 
> --- ---=GuN=-- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > http://www.gatra.com/artikel.php?id=43534
> >  
> > Isu Kristenisasi Pilpres
> > 
> > CALON presiden dari Partai Demokrat (PD) Susilo
> > Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dibuat repot untuk
> > mengklarifikasi isu "tak benar" mengenai keluarga
> > dan lingkungan partainya, yakni isu Kristenisasi.
> > Maklum, sejak munculnya kejutan PD yang meraih
> suara
> > signifikan pada pemilu legislatif 5 April, sebuah
> > isu sensitif menyebar.
> > 
> > Isu yang disebarkan melalui berbagai selebaran
> gelap
> > dan SMS (pesan singkat) serta gosip dari mulut ke
> > mulut itu menyebutkan bahwa SBY dan partainya
> > menjadi agen Kristenisasi. Ada yang menyebar SMS,
> > "Jangan pilih SBY karena hawluhuu kuffaar
> > (dikelilingi orang-orang kafir)."
> > 
> > Buktinya, kata isu itu, PD dipimpin oleh orang
> > Kristen dan lebih dari separuh caleg jadi partai
> > tersebut beragama Kristen, serta di dalam tim
> sukses
> > capres SBY ada T.B. Silalahi, yang diisukan
> sebagai
> > penganut Kristen fundamentalis. Bahkan istri SBY
> > yang muslimah disebut sebagai penganut Kristen
> hanya
> > karena bernama Kristiani.
> > 
> > Yang anti-capres Megawati juga menyebarkan isu
> balik
> > bahwa justru Megawatilah yang jadi agen
> > Kristenisasi. Buktinya, PDI Perjuangan secara
> resmi
> > melakukan koalisi dengan Partai Damai Sejahtera
> > (PDS) pimpinan Ruyandi Hutasoit. Partai inilah
> yang
> > justru mendapat dukungan secara resmi dari gereja.
> > 
> > Yang lebih seru lagi, ada yang menyebar fotokopi
> > berita sebuah harian Ibu Kota (edisi 19 Mei 2004),
> > yang bersisi dua agenda perjuangan PDS dalam
> > mendukung capres PDI Perjuangan Megawati. Pertama,
> > pecabutan SKB Mendagri dan Menag Nomor 1 Tahun
> 1969
> > tentang syarat pendirian gereja; dan kedua,
> > pencabutan UU Sisdiknas yang berisi kewajiban
> > penyediaan guru agama bagi setiap murid sesuai
> > dengan agama yang dianutnya. UU Sisdiknas tersebut
> > selama ini dianggap menguntungkan Islam, karena
> > mewajibkan sekolah-sekolah Kristen yang banyak
> murid
> > Islamnya untuk mengangkat guru agama Islam. Ini
> yang
> > akan diperjuangkan untuk dicabut oleh PDS.
> > 
> > Baik Megawati maupun PDI Perjuangan tak mau ambil
> > pusing untuk menanggapi isu tersebut. Tapi pihak
> SBY
> > sibuk membuat klarifikasi dengan penjelasan maupun
> > melalui aksi politik bahwa isu itu tidak benar.
> SBY
> > pernah melakukan peresmian "caleg jadi" dari PD
> yang
> > didahului dengan pembacaan daftar "caleg jadi"
> > beserta agama yang dianut masing-masing, yang
> > ternyata sebagian besar adalah pemeluk Islam.
> > 
> > SBY juga mengajak istrinya melakukan ibadah umrah
> > sambil memberitahu kepada masyarakat bahwa
> beribadah
> > ke Tanah Suci bersama sang istri sudah dilakukan
> > beberapa kali sejak jauh sebelum ikut pilpres,
> sebab
> > sejak semula istrinya memang seorang muslimah.
> Pada
> > 1997, saya sendiri memang pernah kebetulan
> sama-sama
> > naik pesawat Royal Yordan dengan SBY dan istri
> dalam
> > penerbangan ke Jeddah untuk umrah. Waktu itu, SBY
> > belum kenal saya, tetapi saya sudah mengenalnya
> > sebagai militer yang menonjol dan intelek.
> > 
> > Kalau mau jujur, sebenarnya tidak ada Kristenisasi
> > baik di kubu SBY maupun Megawati. Bahwa di kubu
> > keduanya ada orang-orang Kristen yang bergabung
> > dengan kepentingan politiknya sendiri, itu wajar
> > saja. Setiap warga negara, dari kelompok
> primordial
> > apa pun, boleh dan harus dianggap biasa kalau
> > menyalurkan aspirasi politiknya di dalam negara
> > kebangsaan yang demokratis. Jadi, mereka itu bukan
> > melakukan Kristenisasi, melainkan mencari payung
> > politik yang dianggap cocok dan kuat.
> > 
> > Di kubu SBY, misalnya, tak mungkin ada
> Kristenisasi
> > sebab di sana ada Yusril Ihza Mahendra yang jelas
> > anti-Kristenisasi, ada Jusuf Kalla yang juga
> > berlatar belakang aktivis Islam, bahkan ketua tim
> > sukses SBY Jenderal (purnawirawan) Makruf, yang
> > sangat dikenal baik oleh Gus Dur, adalah warga NU.
> > Bahwa PD dipimpin oleh seorang penganut Kristen,
> itu
> > kebetulan saja karena, konon, ketika didirikan
> sulit
> > mencari orang yang mau memimpin partai tersebut.
> > Partai itu semula tak menarik, karena dikira akan
> > menjadi partai gurem yang tak akan banyak
> > pemilihnya.
> > 
> > Bahkan saya pernah mendengar bahwa jabatan Ketua
> PD
> > pernah ditawarkan kepada Said Aqiel Siradj, Ahmad
> > Bagdja, dan Salahuddin Wahid, yang semuanya
> > merupakan tokoh NU. Jauh sebelum pemilu
> legislatif,
> > Salahuddin Wahid sendiri pernah menyampaikan hal
> ini
> > kepada saya. Jadi, tak mungkin ada desain
> terencana
> > untuk Kristenisasi di PD.
> > 
> > Begitu pula, sangat tidak mungkin akan ada agenda
> > Kristenisasi di tubuh PDI Perjuangan dan capres
> > Megawati, sebab di sana ada Hasyim Muzadi yang
> pasti
> > juga akan menolak Kristenisasi. Harus diingat
> bahwa
> > Hasyim Muzadi adalah tokoh NU yang, meski dikenal
> > pluralis, di belakangnya juga ada gerbong
> > ulama-ulama yang tidak anti-Kristen, tapi
> > anti-Kristenisasi.
> > 
> > Kalau kita mau fair dan demokratis, maka
> orang-orang
> > Kristen dan kelompok primordial yang lain harus
> > diberi hak untuk melakukan agregasi politik dan
> > bergabung dengan kekuatan politik yang dianggap
> > tepat untuk mereka, sebab orang-orang Islam juga
> > melakukan itu: berpolitik untuk memperjuangkan
> > kehormatan kaum muslimin.
> > 
> > Kita tak pernah meributkan orang Islam yang
> dianggap
> > "kanan-fundamentalis" mendukung atau menolak
> capres
> > tertentu. Masak, orang Kristen mau kita larang
> > melakukan itu? Kita harus berlaku adil, jangan mau
> > menang sendiri. Ini memang harga mahal yang harus
> > dibayar oleh pilihan kita atas demokrasi.
> > 
> > Moh. Mahfud MD
> > Guru besar di beberapa universitas negeri dan
> > swasta, Wakil Ketua Umum DPP PKB
> > [Kolom, Gatra Nomor 40 Beredar Jumat, 13 Agustus
> > 2004] 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Memahami Perbedaan Menghilangkan Jarak dan
> Membentuk
> > Ego Menjadi Empati yang Utuh
> > -GuN-
> > Egypt: +20106867745
> > 
> > Untuk arsip-arsip tulisan, bisa klik:
> > http://qalam.co.nr or http://qalam.tk atau
> > www.katakata.cn.st
> > 
> > Terima kasih..:))
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> 
=== message truncated ===


=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


      
            
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke