Mas Satrio: 
 
"Kalau jabatan Menag dikasihkan ke tokoh Kristen,
Katolik, Hindu atau Buddha, nah...itu baru radikal!!!he..he..he... (bakal geger!)...."

RMDH: Great! Let's do it. Berikan MenLu bagi NU, jadi garansi kita gak mbuntut AS, ya 
gak? MenHan buat PDIP, jangan kasih Golkar...

RMDH



Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dalam tawar-menawar politik, tawaran SBY terlalu
"murah" dan bukan sesuatu yang baru. Ia cuma
meneruskan tradisi yang sudah ada (makanya, saya ragu
SBY akan membuat perubahan besar).

Lho, kalau soal posisi Menag dikasih ke orang NU, dari
zaman Presiden Gus Dur sampai Mega, Menag SELALU orang
NU!!! Apa yang baru dari tawaran SBY????

Kalau jabatan Menag dikasihkan ke tokoh Kristen,
Katolik, Hindu atau Buddha, nah...itu baru radikal!!!
he..he..he... (bakal geger!)

Rio




--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> Jatah   .....  emangnya   beras   ...kok dijatahin
> kalo sipil sih  nggak perlu jatah  ...
> kalo tentara emang perlu jatah ..
> tapi sekarang kan sudah di reformasi
> 
> mungkin yang minta belum reformasi  kali
> memang susah merubah paradigma baru  neh  ..
> 
> salam
> Yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 12:32
> 
> 
> Rabu, 25 Agt 2004,
> SBY : Menag Jatah NU
> 
> 
> 
> 
> SURABAYA - Capres Susilo Bambang Yudhoyono mulai
> buka kartu tentang
> gambaran
> kabinetnya nanti. Politikus yang populer dipanggil
> SBY itu mulia
> menyebutkan
> kriteria orang pilihan yang akan diangkat menjadi
> pembantunya bila terpilih
> menjadi presiden nanti.
> 
> Bahkan, beberapa pos sudah diplot untuk kelompok
> tertentu. Jatah posisi
> menteri agama (Menag), misalnya. SBY memiliki
> keinginan besar agar posisi
> Menag dijabat tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan
> itu disampaikan SBY di
> hadapan peserta Dialog Wawasan Kebangsaan yang
> digelar Badan Musyawarah
> Antar Gereja (BAMAG) Jatim di Graha Samudera,
> Bumimoro, Surabaya, kemarin.
> 
> "Memang, dalam memilih menteri agama, harus yang
> pas. Seorang tokoh yang
> bisa mengayomi semua umat beragama. Dengan
> pertimbangan sosiologis, menteri
> agama dari Nahdlatul Ulama yang punya kepribadian
> bagus, wawasan luas, dan
> seorang muslim yang baik," kata SBY.
> 
> Hanya, SBY memberikan catatan. Begitu menjadi
> menteri agama, pengelolaan
> kehidupan beragama, toleransi, dan harmoni antarumat
> beragama harus
> benar-benar menjadi tugas dan perannya. "Tentu, kita
> akan mencari figur dan
> tokoh seperti itu. Dengan begitu, konflik antarumat
> beragama bisa direduksi
> atau kurangi dan nanti bisa lebih rukun, damai, dan
> harmonis," sambung
> mantan Menko Polkam itu, yang langsung disambut
> aplaus panjang hadirin.
> 
> Mantan Kaster tersebut menegaskan tidak akan
> menyebut nama-nama definitif
> para calon menteri sebelum dirinya benar-benar
> terpilih menjadi presiden.
> Dia mengatakan, pengungkapan nama definitif para
> calon menteri itu selalu
> memiliki sisi negatif dan positif. Mengapa? Sebab,
> menurut dia, politik di
> negeri ini masih belum matang. Kalau nanti sejumlah
> nama disebut untuk
> disiapkan menjadi menteri, bukan tidak mungkin hal
> itu akan menimbulkan
> persoalan kecemburuan. "Sangat mungkin ada ratusan
> nama lagi yang merasa
> kok
> dia, kok bukan saya. Karena itu, saya akan
> mempersiapkan segala sesuatunnya
> secara cermat," tegasnya.
> 
> Meski begitu, pihaknya berjanji sebelum 20 September
> akan mengungkap
> beberapa hal terkait gambaran kabinetnya. Misalnya,
> mengumumkan beberapa
> nama yang akan menjadi nominasi menteri, kriteria,
> komposisi, anatomi,
> desain, dan struktur kabinet. "Tentu, sambil nanti
> mendengar umpan balik
> dari masyarakat," katanya.
> 
> Lebih jauh, SBY menegaskan bahwa pihaknya tidak akan
> menjadikan kabinetnya
> sebagai kabinet pelangi seperti dalam pemerintahan
> saat ini. Kabinet
> pelangi
> itu, jelas dia, semua parpol diwadahi dalam kabinet.
> 
> "Tidak ada ceck and balance yang bagus dalam kabinet
> pelangi. Saya merasa
> begitu karena memang pernah berada di dalamnya. Itu
> kadang-kadang justru
> menyulitkan. Saya punya pendapat begitu. Kan boleh
> saya berpendapat,"
> ujarnya.
> 
> Karena pengalaman itulah, demikian SBY, jika
> benar-benar mendapat mandat
> dari rakyat menduduki kursi presiden, pihaknya akan
> memilih koalisi
> terbatas. Koalisi terbatas itu dilakukan untuk
> membedakan dengan koalisi
> pelangi. "Pelanginya tidak penuh. Setengah pelangi
> begitu. Ada satu, dua,
> atau tiga parpol yang duduk di pemerintahan. Satu,
> dua, tiga parpol lainnya
> berada di parlemen, menjadi semacam oposisi. Dengan
> begitu, terjadilah
> keseimbangan," jelasnya.
> 
> Tentu saja koalisi terbatas tidak akan melibatkan
> beberapa parpol yang saat
> ini sudah mendeklarasikan diri dalam Koalisi
> Kebangsaan, tetapi dengan
> parpol di luar koalisi itu begitu dirinya dipastikan
> terpilih. "Jika saya
> terpilih, tentu akan ada konfigurasi baru. Saya akan
> datang pada parpol
> yang
> belum terlibat dalam koalisi (kebangsaan) untuk bisa
> bersama-sama mengelola
> pemerintahan," papar SBY.
> 
> Menurut mantan Kasdam Jaya ini, dirinya bukan
> berarti bermusuhan dengan
> parpol yang tidak diikutsertakan dengan kabinetnya
> nanti. Dalam istilah
> SBY,
> sekadar berkompetisi untuk mendapatkan mandat dari
> rakyat. "Dalam beberapa
> kesempatan saya selalu katakan saya dengan Ibu Mega
> tidak dalam suasana
> permusuhan, tetapi kompetisi. Setelah 20 September,
> ya sudah selesai,"
> tegasnya.
> 
> Bahkan, jika nanti justru Mega yang terpilih menjadi
> presiden, SBY akan
> mengajak para pendukungnya untuk tetap bersama-sama
> mendukung penuh dan
> tidak akan mengganggu. Kata SBY, dirinya tidak
> bermental seperti itu.
> "Komitmen ini bukan sekadar bicara. Tapi, silakan
> saudara-saudara catat dan
> ingat-ingat," kata pria kelahiran Pacitan, Jatim,
> ini.
> 
> Dalam dialog yang sebagian besar diikuti umat
> Kristiani kemarin, selain
> dimaksudkan untuk mengorek lebih detil visi misi
> SBY, juga seolah dijadikan
> tumpahan untuk menanyakan isu-isu yang sempat
> menerpa pasangan SBY- Kalla.
> Namun, dengan tenang dan diplomatis SBY menjawab
> satu per satu penyataan
> yang dikemukakan peserta dialog. Bahkan, kerap kali
> tepuk tangan bergemuruh
> dalam gedung megah berkapasitas sekitar 5.000
> undangan tersebut. Bahkan,
> seusai pertemuan SBY sempat terkendala karena
> banyaknya ibu yang meminta
> foto bersama dan tanda tangan. Toh, SBY tetap
> melayani mereka.
> 
> Sementara itu, dalam dialog interaktif "Menuju
> Indonesia Masa Depan" yang
> digelar YPSDM Forum Rektor Indonesia (FRI) Simpul
> Jatim di Hotel Hyatt, SBY
> menyatakan, pihaknya masih terus menjalin komunikasi
> dengan sejumlah
> pimpinan parpol di luar Koalisi Kebangsaan. Sebut
> saja di antaranya Partai
> Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional
> (PAN), dan Partai
> Kebangkitan Bangsa (PKB).
> 
> Pendekatan dengan sejumlah parpol itu juga
> dimaksudkan untuk menepis
> anggapan bahwa dirinya antikoalisi atau antiparpol.
> "Dengan PAN dan PKS,
> saya terus melakukan komunikasi intensif. Dengan PKB
> saya sudah memulai.
> Sebab, saya tidak ingin paksa-memaksa. Biarlah
> dukungan itu tumbuh dengan
> sendirinya," kata SBY.
> 
=== message truncated ===



            
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke