Masih bagus cuma dikasih jatah2an, belon disuruh ngantre....gula
[EMAIL PROTECTED] wrote: Jatah ..... emangnya beras ...kok dijatahin kalo sipil sih nggak perlu jatah ... kalo tentara emang perlu jatah .. tapi sekarang kan sudah di reformasi mungkin yang minta belum reformasi kali memang susah merubah paradigma baru neh .. salam Yustam 12:32 Rabu, 25 Agt 2004, SBY : Menag Jatah NU SURABAYA - Capres Susilo Bambang Yudhoyono mulai buka kartu tentang gambaran kabinetnya nanti. Politikus yang populer dipanggil SBY itu mulia menyebutkan kriteria orang pilihan yang akan diangkat menjadi pembantunya bila terpilih menjadi presiden nanti. Bahkan, beberapa pos sudah diplot untuk kelompok tertentu. Jatah posisi menteri agama (Menag), misalnya. SBY memiliki keinginan besar agar posisi Menag dijabat tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan itu disampaikan SBY di hadapan peserta Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jatim di Graha Samudera, Bumimoro, Surabaya, kemarin. "Memang, dalam memilih menteri agama, harus yang pas. Seorang tokoh yang bisa mengayomi semua umat beragama. Dengan pertimbangan sosiologis, menteri agama dari Nahdlatul Ulama yang punya kepribadian bagus, wawasan luas, dan seorang muslim yang baik," kata SBY. Hanya, SBY memberikan catatan. Begitu menjadi menteri agama, pengelolaan kehidupan beragama, toleransi, dan harmoni antarumat beragama harus benar-benar menjadi tugas dan perannya. "Tentu, kita akan mencari figur dan tokoh seperti itu. Dengan begitu, konflik antarumat beragama bisa direduksi atau kurangi dan nanti bisa lebih rukun, damai, dan harmonis," sambung mantan Menko Polkam itu, yang langsung disambut aplaus panjang hadirin. Mantan Kaster tersebut menegaskan tidak akan menyebut nama-nama definitif para calon menteri sebelum dirinya benar-benar terpilih menjadi presiden. Dia mengatakan, pengungkapan nama definitif para calon menteri itu selalu memiliki sisi negatif dan positif. Mengapa? Sebab, menurut dia, politik di negeri ini masih belum matang. Kalau nanti sejumlah nama disebut untuk disiapkan menjadi menteri, bukan tidak mungkin hal itu akan menimbulkan persoalan kecemburuan. "Sangat mungkin ada ratusan nama lagi yang merasa kok dia, kok bukan saya. Karena itu, saya akan mempersiapkan segala sesuatunnya secara cermat," tegasnya. Meski begitu, pihaknya berjanji sebelum 20 September akan mengungkap beberapa hal terkait gambaran kabinetnya. Misalnya, mengumumkan beberapa nama yang akan menjadi nominasi menteri, kriteria, komposisi, anatomi, desain, dan struktur kabinet. "Tentu, sambil nanti mendengar umpan balik dari masyarakat," katanya. Lebih jauh, SBY menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menjadikan kabinetnya sebagai kabinet pelangi seperti dalam pemerintahan saat ini. Kabinet pelangi itu, jelas dia, semua parpol diwadahi dalam kabinet. "Tidak ada ceck and balance yang bagus dalam kabinet pelangi. Saya merasa begitu karena memang pernah berada di dalamnya. Itu kadang-kadang justru menyulitkan. Saya punya pendapat begitu. Kan boleh saya berpendapat," ujarnya. Karena pengalaman itulah, demikian SBY, jika benar-benar mendapat mandat dari rakyat menduduki kursi presiden, pihaknya akan memilih koalisi terbatas. Koalisi terbatas itu dilakukan untuk membedakan dengan koalisi pelangi. "Pelanginya tidak penuh. Setengah pelangi begitu. Ada satu, dua, atau tiga parpol yang duduk di pemerintahan. Satu, dua, tiga parpol lainnya berada di parlemen, menjadi semacam oposisi. Dengan begitu, terjadilah keseimbangan," jelasnya. Tentu saja koalisi terbatas tidak akan melibatkan beberapa parpol yang saat ini sudah mendeklarasikan diri dalam Koalisi Kebangsaan, tetapi dengan parpol di luar koalisi itu begitu dirinya dipastikan terpilih. "Jika saya terpilih, tentu akan ada konfigurasi baru. Saya akan datang pada parpol yang belum terlibat dalam koalisi (kebangsaan) untuk bisa bersama-sama mengelola pemerintahan," papar SBY. Menurut mantan Kasdam Jaya ini, dirinya bukan berarti bermusuhan dengan parpol yang tidak diikutsertakan dengan kabinetnya nanti. Dalam istilah SBY, sekadar berkompetisi untuk mendapatkan mandat dari rakyat. "Dalam beberapa kesempatan saya selalu katakan saya dengan Ibu Mega tidak dalam suasana permusuhan, tetapi kompetisi. Setelah 20 September, ya sudah selesai," tegasnya. Bahkan, jika nanti justru Mega yang terpilih menjadi presiden, SBY akan mengajak para pendukungnya untuk tetap bersama-sama mendukung penuh dan tidak akan mengganggu. Kata SBY, dirinya tidak bermental seperti itu. "Komitmen ini bukan sekadar bicara. Tapi, silakan saudara-saudara catat dan ingat-ingat," kata pria kelahiran Pacitan, Jatim, ini. Dalam dialog yang sebagian besar diikuti umat Kristiani kemarin, selain dimaksudkan untuk mengorek lebih detil visi misi SBY, juga seolah dijadikan tumpahan untuk menanyakan isu-isu yang sempat menerpa pasangan SBY- Kalla. Namun, dengan tenang dan diplomatis SBY menjawab satu per satu penyataan yang dikemukakan peserta dialog. Bahkan, kerap kali tepuk tangan bergemuruh dalam gedung megah berkapasitas sekitar 5.000 undangan tersebut. Bahkan, seusai pertemuan SBY sempat terkendala karena banyaknya ibu yang meminta foto bersama dan tanda tangan. Toh, SBY tetap melayani mereka. Sementara itu, dalam dialog interaktif "Menuju Indonesia Masa Depan" yang digelar YPSDM Forum Rektor Indonesia (FRI) Simpul Jatim di Hotel Hyatt, SBY menyatakan, pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan parpol di luar Koalisi Kebangsaan. Sebut saja di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pendekatan dengan sejumlah parpol itu juga dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa dirinya antikoalisi atau antiparpol. "Dengan PAN dan PKS, saya terus melakukan komunikasi intensif. Dengan PKB saya sudah memulai. Sebab, saya tidak ingin paksa-memaksa. Biarlah dukungan itu tumbuh dengan sendirinya," kata SBY. Yang menarik, dalam dialog yang diikuti akademisi dan beberapa rektor perguruan tinggi itu, SBY sempat ditantang kesediaannya memotong gaji jika terpilih menjadi presiden untuk kepentingan sosial. Menanggapi itu, SBY mengaku tidak ada masalah. Hanya, dia mengatakan, pemotongan gaji itu tidak akan diberlakukan kepada seluruh kepala daerah melalui keputusan resmi. Sebab, pihaknya khawatir tidak semuanya bisa menerima aturan itu dengan lapang dada. Malamnya SBY menghadiri acara silaturahmi dengan para ulama di musala Hotel Sheraton Surabaya. Acara yang dikemas dalam tahlilan untuk almarhum KH Cholil Bisri tersebut dihadiri beberapa ulama Jatim. Di antaranya KH Luthfi Hadi (sekretaris Dewan Syura PKB Jatim), KH Machit Masrufi (ketua umum Dewan Masjid Indonesia/DMI) Jatim, KH Abdul Mutholib (Jamiyah Thariqat Sathoriyah), dan keluarga besar GP Ansor Jatim. Acara yang dimulai pukul 18.30 itu berlangsung khidmat. Dalam kesempatan itu, SBY yang mengenakan baju takwa putih, celana hitam, dan berkopiah hitam diberi wejangan-wejangan dan didoakan para kiai agar kelak jika terpilih mampu membawa negeri ini menjadi lebih baik. "Saya sangat menghormati para kiai. Makanya saya butuh nasihat dan masukan dari mereka," kata SBY. KH Luthfi Hadi menyatakan, silaturahmi ini tidak ada kaitannya dengan deal-deal politik tertentu. Juga tak ada hubungannya dengan pernyataan SBY yang menginginkan jabatan menteri agama dijabat oleh orang NU. "Hanya silaturami biasa. Saling mendoakan dan mengingatkan," tuturnya. Acara tersebut berakhir pukul 20.00. PPP Setengah Golkar Soal pembagian jatah kursi kabinet Megawati-Hasyim terus bergulir di kalangan Koalisi Kebangsaan. Ketua Umum PPP Hamzah Haz, salah seorang deklarator koalisi itu mengakui bahwa pembagian menteri yang tergabung dalam pendukung Megawati-Hasyim berdasarkan jumlah kursi partai di parlemen. "Misalnya, Partai Golkar diberi jatah kursi (menteri) tujuh atau berapa, yah kita setengahnya. Ukurannya begitu saja yang diambil. Sebab, jumlah kursi kita setengan dari kursi Golkar di DPR," kata Hamzah kepada wartawan setelah menunaikan ibadah salat duhur di Masjid Istana Wapres kemarin. Hamzah mengatakan belum terlalu memikirkan masalah pembagian jatah menteri yang dijanjikan setelah bergabung dengan Koalisi Kebangsaan milik PDIP. Sebab, saat ini pihaknya berkonsentrasi untuk menghidupkan mesin politik dalam rangka memenangkan pasangan Megawati-Hasyim pada 20 September nanti. PPP minta menteri apa kepada pasangan Megawati-Hasyim, apakah masih menteri koperasi dan menteri sosial? Dia mengatakan, tentu yang diminta PPP adalah pos-pos menteri yang baik. "Masak (pos menteri) yang jelek-jelek. Itu nanti lah," jelas Hamzah, yang juga Wapres. Pertanyaan itu diajukan untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung yang menyatakan bahwa pihaknya meminta jatah menteri dalam negeri. Itu dikatakan Akbar di Solo, Senin lalu. Dalam kesempatan itu, Hamzah mengatakan bahwa mungkin Partai Bintang Reformasi (PBR) akan menjadi sefraksi dengan Fraksi PPP. "Kalau PBR masuk ke FPPP, nanti PPP 58 ditambah PBR 14 bisa digabungkan. Jadi, FPPP nanti menjadi 72 kursi," kata Hamzah. Dia mengakui, sebelumnya PPP dengan PBR terjadi perpecahan. "Kan namanya islah. Masak bermusuhan terus. Politik itu kan tidak permanen. Karena itu, bisa saja penggabungan tersebut yang bisa lebih memberikan kemaslahatan umat," jelasnya. Pihak PBR, menurut Hamzah, sedang memikirkan rencana penggabungan itu. Rumusan penyusunan kabinet Koalisi Kebangsaan yang mendukung pasangan Megawati-Hasyim bisa jadi tidak diberlakukan secara kaku. Partai Bintang Reformasi (PBR), misalnya. Meskipun secara teoretis hanya akan mendapatkan satu kursi menteri nondepartemen, PBR meyakini bisa mendapatkan jatah lebih dari satu menteri. "Kami yakin kursi menteri untuk PBR masih akan ditambah Ibu Mega," kata Zainal kepada koran ini tadi malam. Ketua PBR Zainal Ma?arif menjelaskan, optimisme partainya akan mendapatkan lebih dari "jatah" yang sudah ditetapkan jika Mega-Hasyim benar-benar memegang tampuk kepemimpinan negeri ini didasarkan sejumlah alasan. Misalnya, kontribusi konkret yang akan diberikan PBR kepada Megawati-Hasyim, kendati pada pemilu legislatif hanya mendulang suara kurang dari tiga juta plus faktor Ketua Umum PBR KH Zainuddin M.Z. yang masih mempunyai daya tarik kuat di masyarakat. Zainal juga menjelaskan, kemungkinan bertambahnya jatah kabinet untuk PBR terkait sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dia kemudian menyebut sejumlah kader PBR, antara lain, Ketua PBR Mahendradatta yang dikatakan cocok menduduki posisi menteri kehakiman dan hak asasi manusia, Sekjen PBR Djafar Badjeber, Ketua PBR Gerald Jacobus, dan Bendahara Umum PBR Ahsanul Kosasih. "Kami yakin, Bu Mega yang nanti mempunyai hak presidensial akan mempertimbangkan faktor itu. Yang jelas, kader yang akan diajukan PBR tidak bakal memalukan dan akan bersemangat memajukan bangsa ini. Tapi, kalau nanti presiden memberikan satu menteri, ya harus kita terima. Toh, tujuan kita membangun bangsa secara bersama-sama," ujar Zainal saat dihubungi koran ini tadi malam. Keberpihakan PBR terhadap pasangan Mega-Hasyim sebenarnya menimbulkan kontroversi. Sebab, ada sinyalemen dukungan itu diberikan karena kepentingan kursi kabinet dan jabatan anggota dewan penasihat presiden. Namun, hal itu dibantah Ketua Umum PBR Zainuddin M.Z. Menurut dia, partainya mendukung Mega-Hasyim karena pasangan itu merupakan representasi tokoh yang mempertemukan dua aliran besar dalam kultur politik di Indonesia. Yaitu, nasionalisme yang diwakili Mega dan agama yang berada di pihak Hasyim. Zainuddin juga melihat pasangan Mega-Hasyim mencerminkan estafet kepemimpinan nasional. Disebutkan, Mega yang kini berada di pemerintahan dan Hasyim yang berada di luar struktur pemerintahan akan mampu saling melengkapi sekaligus melanjutkan proses reformasi. "Subjektivitas saya, saya akan lebih mudah berkomunikasi dengan Pak Hasyim untuk menyampaikan visi-misi PBR untuk bangsa," jelasnya. Lantas bagaimana pernyataannya bahwa kedua pasangan capres saat ini ibarat menu sate babi dan sate anjing? Zainuddin berkelit hal itu hanya untuk menggambarkan kondisi darurat yang harus dihadapi bangsa ini. Dia lantas mengklarifikasi bahwa pernyataan itu bukan diarahkan pada pasangan capres-cawapres. Sebaliknya, dia menyebut pasangan capres-cawapres yang tampil sebagai putra-putri terbaik bangsa. "Yang kedua, arah pembicaraan itu mengantisipasi jangan sampai golput menggelembung, sehingga lahir contoh ekstrem seperti itu. Menurut saya, salah karena memilih masih lebih baik daripada tidak salah karena tidak memilih," jelasnya. Jika PBR masih berharap mendapat tambahan kursi kabinet, Partai Damai Sejahtera (PDS) justru berusaha untuk tidak mau terlalu mempersoalkannya. Sekjen PDS Denny Tewu saat dikonfirmasi koran ini menegaskan, sejak menegaskan dukungan kepada Mega-Hasyim jauh sebelum Koalisi Kebangsaan terbentuk, partainya sudah berkomitmen untuk mendorong terwujudnya reformasi. "Itu tanggung jawab kami pada konstituen. Kalau masalah kabinet, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Mega-Hasyim yang punya hak," ujar Denny. Namun, Denny berterus terang, partainya memang mempunyai usulan terkait pos kabinet. Apa itu? Disebutkan partainya mempunyai perhatian pada pengembangan Indonesia Timur. Karena itu, dia berharap kalau ada pos seperti Menteri Negeri Percepatan Pembangunan Indonesia Timur seperti pada zaman pemerintahan Gus Dur, kader PDS yang profesional bisa mengambil peran. "Tapi di RUU Kabinet, itu tidak ada. Jadi, ya kita bingung. Namun, sekali lagi, itu sepenuhnya kami serahkan pada Mega-Hasyim," katanya. Mengacu pada pembagian kabinet Mega-Hasyim, PDS yang pada pemilu legislatif mendapatkan 13 kursi di DPR, dipastikan hanya mendapat jatah satu kursi menteri nondepartemen. Tetapi, di antara partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, PDS merupakan partai yang paling awal menyatakan dukungan kepada Mega-Hasyim dan membuktikan dukungan konkretnya pada pilpres putaran pertama. "Kalau memang nanti PDS hanya diberi jatah satu kursi, kita tidak akan mempermasalahkan karena memang konsentrasi kita bukan pada masalah jabatan," tandas Denny. Kubu PDIP tampaknya menghindari pembicaraan soal kursi menteri. Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo bahkan mengelak pihaknya telah membicarakan pembagian kursi dengan partai lain yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan. "Sampai sekarang kita tak pernah bicara itu (jatah menteri)," kata Tjahjo kepada koran ini tadi malam. Dia berkelit saat ini semuanya berfokus pada cara memenangkan pasangan Mega Hasyim ke kursi presiden dan wapres mendatang. Caranya yaitu membuat konsensus dengan masyarakat, baik yang tergabung dengan partai politik maupun yang independen. "Kita akan mengakomodasi semuanya," papar orang dekat Taufiq Kiemas ini. (ali/hud/lex/ssk) Bagaimana Komposisi Kabinet SBY-Kalla? Diumumkan sebelum 20 September : " Komposisi departemen dan nondepartemen " Unggulan menteri " Struktur jumlah menteri " Pos-pos menteri profesional dan asal parpol * Komposisi : - 60 persen profesional - 40 persen parpol * Jabatan nonparpol : - Menteri BUMN - Kepala BIN - Jaksa Agung * Menteri yang sudah diplot - Menteri agama : dari NU - Menteri pendidikan : akademisi " Pelamar lebih 200 orang -------------------------------------------------------------- Disclaimer : This email and any file transmitted with it are confidential and are intended solely for the use of the individual or entity whom they are addressed, if you are not the original recipient, please delete it from your system. Any views or opinions expressed in this email are those of the author only. -------------------------------------------------------------- *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

