Lha iya mas Satrio, mengajarkan bahasa Jawa untuk menjadi bahasa nasional itu rumit
banget. Minta ampun, tingkat2nya begitu banyak. Grammarnya ruwet. Apalagi kalau harus
kuasai huruf Jawa, alias Honocoroko...
Salam
RM DH
Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebetulnya sangat menarik, contoh dari founding
fathers kita...
Yang dijadikan bahasa nasional BUKAN bahasa Jawa
(bahasa etnis terbesar), tapi bahasa Melayu yang lalu
menjadi Bahasa Indonesia. Ini jadi bahasa yang
demokratis, dan diterima semua pihak.
Kembali ke soal bargaining politik, Mega tak perlu
lagi menjanjikan jabatan Menag untuk NU. Karena
sekarang pun dia SUDAH memberi jatah itu untuk orang
NU. Bahkan Mega menjanjikan, Wapresnya nanti orang NU!
(Hasyim Muzadi jelas NU tulen. Kalau Yusuf Kalla masih
"belum betul-betul NU"). Jadinya, kalau soal janji
dan iming-iming buat konstituen NU, SBY sudah kalah
langkah dari Mega...he..he...
--- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Satrio:
>
> "Kalau jabatan Menag dikasihkan ke tokoh Kristen,
> Katolik, Hindu atau Buddha, nah...itu baru
> radikal!!!he..he..he... (bakal geger!)...."
>
> RMDH: Great! Let's do it. Berikan MenLu bagi NU,
> jadi garansi kita gak mbuntut AS, ya gak? MenHan
> buat PDIP, jangan kasih Golkar...
>
> RMDH
>
> untuk kelompok
> > tertentu. Jatah posisi
> > menteri agama (Menag), misalnya. SBY memiliki
> > keinginan besar agar posisi
> > Menag dijabat tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
> Pernyataan
> > itu disampaikan SBY di
> > hadapan peserta Dialog Wawasan Kebangsaan yang
> > digelar Badan Musyawarah
> > Antar Gereja (BAMAG) Jatim di Graha Samudera,
> > Bumimoro, Surabaya, kemarin.
> >
> > "Memang, dalam memilih menteri agama, harus yang
> > pas. Seorang tokoh yang
> > bisa mengayomi semua umat beragama. Dengan
> > pertimbangan sosiologis, menteri
> > agama dari Nahdlatul Ulama yang punya kepribadian
> > bagus, wawasan luas, dan
> > seorang muslim yang baik," kata SBY.
> >
> > Hanya, SBY memberikan catatan. Begitu menjadi
> > menteri agama, pengelolaan
> > kehidupan beragama, toleransi, dan harmoni
> antarumat
> > beragama harus
> > benar-benar menjadi tugas dan perannya. "Tentu,
> kita
> > akan mencari figur dan
> > tokoh seperti itu. Dengan begitu, konflik
> antarumat
> > beragama bisa direduksi
> > atau kurangi dan nanti bisa lebih rukun, damai,
> dan
> > harmonis," sambung
> > mantan Menko Polkam itu, yang langsung disambut
> > aplaus panjang hadirin.
> >
> > Mantan Kaster tersebut menegaskan tidak akan
> > menyebut nama-nama definitif
> > para calon menteri sebelum dirinya benar-benar
> > terpilih menjadi presiden.
> > Dia mengatakan, pengungkapan nama definitif para
> > calon menteri itu selalu
> > memiliki sisi negatif dan positif. Mengapa? Sebab,
> > menurut dia, politik di
> > negeri ini masih belum matang. Kalau nanti
> sejumlah
> > nama disebut untuk
> > disiapkan menjadi menteri, bukan tidak mungkin hal
> > itu akan menimbulkan
> > persoalan kecemburuan. "Sangat mungkin ada ratusan
> > nama lagi yang merasa
> > kok
> > dia, kok bukan saya. Karena itu, saya akan
> > mempersiapkan segala sesuatunnya
> > secara cermat," tegasnya.
> >
> > Meski begitu, pihaknya berjanji sebelum 20
> September
> > akan mengungkap
> > beberapa hal terkait gambaran kabinetnya.
> Misalnya,
> > mengumumkan beberapa
> > nama yang akan menjadi nominasi menteri, kriteria,
> > komposisi, anatomi,
> > desain, dan struktur kabinet. "Tentu, sambil nanti
> > mendengar umpan balik
> > dari masyarakat," katanya.
> >
> > Lebih jauh, SBY menegaskan bahwa pihaknya tidak
> akan
> > menjadikan kabinetnya
> > sebagai kabinet pelangi seperti dalam pemerintahan
> > saat ini. Kabinet
> > pelangi
> > itu, jelas dia, semua parpol diwadahi dalam
> kabinet.
> >
> > "Tidak ada ceck and balance yang bagus dalam
> kabinet
> > pelangi. Saya merasa
> > begitu karena memang pernah berada di dalamnya.
> Itu
> > kadang-kadang justru
> > menyulitkan. Saya punya pendapat begitu. Kan boleh
> > saya berpendapat,"
> > ujarnya.
> >
> > Karena pengalaman itulah, demikian SBY, jika
> > benar-benar mendapat mandat
> > dari rakyat menduduki kursi presiden, pihaknya
> akan
> > memilih koalisi
> > terbatas. Koalisi terbatas itu dilakukan untuk
> > membedakan dengan koalisi
> > pelangi. "Pelanginya tidak penuh. Setengah pelangi
> > begitu. Ada satu, dua,
> > atau tiga parpol yang duduk di pemerintahan. Satu,
> > dua, tiga parpol lainnya
> > berada di parlemen, menjadi semacam oposisi.
> Dengan
> > begitu, terjadilah
> > keseimbangan," jelasnya.
> >
> > Tentu saja koalisi terbatas tidak akan melibatkan
> > beberapa parpol yang saat
> > ini sudah mendeklarasikan diri dalam Koalisi
> > Kebangsaan, tetapi dengan
> > parpol di luar koalisi itu begitu dirinya
> dipastikan
> > terpilih. "Jika saya
> > terpilih, tentu akan ada konfigurasi baru. Saya
> akan
> > datang pada parpol
> > yang
> > belum terlibat dalam koalisi (kebangsaan) untuk
> bisa
> > bersama-sama mengelola
> > pemerintahan," papar SBY.
> >
> > Menurut mantan Kasdam Jaya ini, dirinya bukan
> > berarti bermusuhan dengan
> > parpol yang tidak diikutsertakan dengan kabinetnya
> > nanti. Dalam istilah
> > SBY,
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/