Setuju mas Yustam, bahwa kapitalisme itu kejam dan merajalela. Dan 
terutama kapitalisme segelintir orang2 Us dan lain2.

Tetapi justeru dalam keadaan demikian, bangsa2 yang baru bangkit 
harus berjuang secara professionalistis untuk mengurangi pengaruh 
mereka. 

Contoh terbaik diberikan oleh RRT dan India.

Kedua negara ini mulai dipandang dan tak lagi dipandang enteng, juga 
dalam bidan IT. India lebih berhasil daripada Jerman dalam mendidik 
akhli2 IT!

Negara2 lain, yang juga menyusul untuk menyaingi negara2 kapitalis 
adalah Taiwan dan Korea selatan. Juga Singapura (kecil2an).

Mungkin mas Yustam ikuti di surat kabar, VW, alias Volkswagen sudah 
mulai kembang kempis, terus2an ribut internal antara serikat buruh 
dan management. Mereka setengah mati menghadapi saingan. Dari mana? 
Dari US? Bukan Dari Asia. Jepang dan Korea yangat menerjang masuk 
kepasar automotive disini.

Jangan jauh2, Malaysia yang serumpun ini, sudah termasuk negara2 
industri baru yang ditakuti barat. Mereka tak menjual perusahaan2 
negara pada asing.

Semua negara2 yang kita ambil sebagai contoh,mas Yustam, tidak 
menggunakan kekerasan senjata. Tetapi memakai senjata barat sendiri: 
research.

Salam

RM Danardono HADINOTO






--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> kalau seandainya anda berdiri di posisi orang irak yang negerinya di
> datangi
> berbagai bangsa yang  yang nota bene membantu tentara pendudukan
> untuk negeri mereka, tentu anda akan berpikiran lain.
> 
> indonesia aja yang hanya di datangi oleh belanda, si penjajah itu,
> dengan sebutan extremis, berusaha memulangkan mereka dengan 
berbagai cara
> apalagi pada saat pertempuran surabaya yang terkenal itu, banyak
> tentara ghurka yang di hajar oleh rakyat indonesia. mengapa dengan
> secara langsung mereka membantu penjajah untuk menguasai indonesia.
> mungkin neh  .. pemikiran orang irak bahwa orang-orang selain usa 
yang
> datang
> bekerja di perusahaan-perusahaan asing itu secara tidak langsung
> membantu pendudukan penjajah itu.
> 
> suasana- di irak tentu tidak sama dengan suasana di indonesia
> yang "aman-aman aja" kita perlu untuk mendatangkan investasi,
> pada saat indonesia sudah dapat "mengurus" dirinya sendiri
> dengan bantuan asing.  tapi dengan adanya teror bom,
> maka orang-orang asing ini tentu berpikir panjang untuk datang ke 
indonesia
> ini tentu ada suatu konspirasi tertentu untuk mendiskreditkan 
indonesia
> agar investasi tidak mengalir ke indonesia,  tentu konspirasi
> datangnya dari pihak asing dalam persaingan bisnis bukan dari
> indonesia sebagai negara yang membutuhkan investasi.  nah  .. 
pertanyaannya
> adalah siapa pelaku konspirasi ini terhadap indonesia dengan
> menebarkan bom setiap tahunnya .....
> 
> dan ini mungkin berhubungan globalisasi yakni tatanan dunia baru,
> yang  diinginkan oleh para investor-investor untuk berlomba-lomba
> menanamkan investasi dan meneror lawan bisnis masing-masing
> pemodal ini.
> 
> ujung-ujungnya adalah kapitalisme yang merajalela, semua orang 
berusaha
> untuk berinvestasi, dan biasanya bisnis itu kejam, mereka saling 
memakan
> bagaikan serigala.
> 
> disinilah peran israel, usa dan negara-negara yang sangat berambisi
> untuk berinvestasi tidak memperdulikan azas-azas kemanusiaan.
> prinsipnya adalah siapa cepat dia dapat, siapa kuat dia yang menang.
> 
> coba bung RM bayangkan pertemanan antara keluarga bush dengan
> keluarga bin ladden, aneh kan,  setelah berteman kok di buru karena
> takut investasi bin ladden akan lancar di afghanistan dan lain-lain
> negeri muslim .....
> 
> salam
> yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> >>>>>>mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang
> disandera oleh teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati
> kepada penyanderanya,....<<<<<<<<<
> 
> Entah ya. Para supir asal Nepal yang hanya cari sesuap nasi lalu
> dipenggal kepala seolah hewan, belum sempat mereka mencintai
> pembunuhnya. Sympati?
> 
> >>>>>>>> bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus 
dengan
> teror atau dengan cara menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan
> yang diinginkan oleh pembuat teror...<<<<<<<<
> 
> Hmmm, kalau ada sekelompok penjahat yang menebas kepala ayah anda,
> lalu polisi datang (terlambat seperti biasa), lalu bertanya pada ibu
> anda: "Apa ya pesan bapak2 tadi sebelum memenggal kepala suami 
anda?"
> Apa kata anda atau ibu anda? Mau jawabnya? Tanyakanlah pada ibu2 
dari
> anak2 yang mati di stasiun Atocha di Madrid!
> 
> Tak ada satu kepala negarapun dari Uni Europa, tidak Jerman, tidak
> Perancis, tidak Spanyol, apalagi Inggris, yang akan manggut2
> mendengar kalimat anda. Jawaban mereka adalah, mempersiapkan team
> anti terror yang canggih, mempersiapkan undang undang anti terror
> yang lebih ketat, menjaga tapal batas negara lebih effektif agar tak
> kebobolan...dan menghukum se-keras2nya para penteror yang tertangkap
> (kalau tidak keburu diberondong).
> 
> Anda bicara tentang "keberanian". Keberanian apa itu menyandra 
anak2?
> Menyandra wanita? Siapa juga bisa. Berani adalah melawan kesatuan2
> bersenjata lawan secara frontal. Ini definisi baru dari "keberanian"
> rupanya?.
> 
> >>>>>>>jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar
> tidak terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa
> kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.<<<<<<
> 
> 
> Haaaahhh? kemanusiaan yang diperjuangkan melalui ketidakmanusiaan?
> How possible? dalam agama apa ini dibenarkan? Anda percaya, 
terorist2
> ini at the end akan menang? Ini semua terjadi karena keteledoran
> negara2 barat yang terlalu percaya diri, bahwa di negara2 mereka tak
> mungkin terjadi apa2. Tetapi, mulai 911 mereka terbangun (walau
> dengan kaget), dan mulai mempersenjatai diri.
> 
> Serangan terhadap Pearl Harbour terjadi dahulu, karena USA lengah 
dan
> terlalu percaya diri, bumi mereka takkan mungkin terserang, lalu
> kebobolan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka memobilisasi kekuatan,
> menyerang balik, dan menggenjotkan bom atom!
> 
> Saya hidup ditengah measyarakat Uni Europa, I know what I say,
> friend. Sekarangpun sudah sulit sekali masuk Austria, Jerman, 
Inggris
> dari Indonesia.
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > saya pikir extremis itu adalah predikat yang disandangkan kepada
> > orang-orang yang
> > berjuang demi kemerdekaan negaranya sebagai shock therapy-lah, 
agar
> orang
> > lain
> > tidak ikut-ikutan dengan gerakan mereka.  hanya orang-orang berani
> saja
> > yang sanggup
> > untuk menyandang predikat tersebut, jadi beda dengan teroris.
> teroris
> > adalah predikat
> > sekarang yang disandangkan kepada sekolompok orang yang tidak
> berdaya yang
> > menggunakan rakyat yang tidak bersalah sebagai tameng dan alat
> untuk menuju
> > kepada keinginan mereka.  jadi digunakanlah cara-cara yang dapat
> menyayat
> > hati
> > orang yang seharusnya dilindungi oleh pemegang kekuasaan atau yang
> > mempunyai
> > power yang lebih tinggi.
> >
> > walaupun misalnya saya menyebutkan teroris, itu tentu kalau saya
> berada
> > pada posisi
> > yang berseberangan, tentu para pejuang itu karena keberanian 
mereka
> > mempertaruhkan
> > nyawa bagi kita orang yang dibela dan dipertahankan existensinya
> akan
> > menyebut mereka
> > sebagai pahlawan.    ada dua sisi dalam menilai predikat yang
> disandang
> > oleh seseorang
> > yang sebagai teroris oleh yang merasa dirugikan dan sebagai
> pahlawan bagi
> > yang
> > diuntungkan.
> >
> > bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan teror
> atau
> > dengan cara
> > menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan yang diinginkan oleh
> pembuat
> > teror.
> > karena selama ini yang terjadi di indonesia, teror-teror bom yang
> terjadi
> > tidak pernah
> > tuntas, karena kita hanya mencari siapa pelaku dan tidak pernah
> mengetahui
> > pesan apa sih yang diinginkan oleh pembuat teror tersebut,  jadi
> aneh khan
> > .....
> >
> > mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang 
disandera
> oleh
> > teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati kepada
> penyanderanya,
> > ini adalah fenomena tentang bagaimana suatu kelompok orang yang
> > menginginkan
> > kebebasan dan eksistensi mereka dalam perannya di masa globalisasi
> ini.
> > intinya adalah existensi
> >
> > kita sebagai warga masyarakat sebenarnya berdiri di atas arena
> dimana
> > banyak pertarungan yang berkecamuk, dan berdiri sebagai pengamat
> > yang belajar dari kondisi yang ada yang kita tidak tahu kapan 
teror
> itu
> > akan terjadi lagi dan bisa juga menimpa orang-orang yang di 
sekitar
> kita.
> > kita berdiri di tengah-tengah banyaknya kepentingan dari berbagai
> kelompok,
> > jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar  tidak
> > terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa
> > kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.
> >
> > salam
> > yustam
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman
> > revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini
> > banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan
> > revolusi.
> >
> > Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya
> > yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan
> > kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan 
pada
> > penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda.
> >
> > Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah
> > yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak
> ada
> > penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris
> > yang mati tertembak.
> >
> > Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan
> wanita
> > dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, 
Madrid
> > tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, 
dan
> > orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu
> > dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi
> > baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal
> > Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan
> > Hilamalya untuk mencari sesuap nasi?
> >
> > RM D Hadinoto
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________
> >
> > Disclaimer :
> > This email and any file transmitted with it are confidential and 
are
> > intended solely for the use of the individual or entity whom they
> are
> > addressed, if you are not the original recipient, please delete it
> > from your system. Any views or opinions expressed in this email 
are
> > those of the author only.
> > ______________________________________________________________
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------
~-->
> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
> http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
> --------------------------------------------------------------------
~->
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> This email and any file transmitted with it are confidential and are
> intended solely for the use of the individual or entity whom they 
are
> addressed, if you are not the original recipient, please delete it
> from your system. Any views or opinions expressed in this email are
> those of the author only.
> ______________________________________________________________



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke