bung satrio anda benar bahwa ada hubungan antara bisnis CIA, 
Mujahidin afghan. saya pernah tulis hal itu beberapa bulan lalu di 
harian Waspada, Medan. berikut arsipnya:
salam,
fatih

http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=41599
 
Opini - Artikel  

31 Mar 04 19:02 WIB
Terorisme Internasional dan Perdagangan Global 
WASPADA Online

 
Oleh A Fatih Syuhud * 
Dari cara media membuat reportase, tampak seakan-akan tidak ada 
hubungan antara menyebarnya terorisme internasional dengan berbagai 
variannya yang mematikan akhir-akhir ini, dan perdagangan 
internasional. 

Sebenarnya, kalangan juru bicara pemerintah AS dan juga sejumlah 
pebisnis swasta, telah melangkah lebih jauh dengan mengangkat masalah 
ini dalam konteks bahwa terorisme dan perdagangan merupakan dua hal 
yang berlawanan. 

Kalangan teroris, yang tidak diragukan lagi bahayanya, yang fanatik, 
mematikan dan sangat buruk, dilihat sebagai berlawanan dengan seluruh 
aspek dari apa yang dianggap sebagai peradaban modern yang "baik" � 
demokrasi, perdagangan internasional, investasi, dan lain-lain. 

Seakan-akan bentuk perdagangan dunia berada pada posisi yang langsung 
berlawanan dengan terorisme seperti yang kita tahu. Tidak hanya 
perdangan itu sendiri sangat terpengaruh oleh dampak aktivitas 
ekstremis, tetapi aktivitas-aktivitas ini pada gilirannya akan 
menjadi berkurang apabila roda perdagangan dan integrasi ekonomi 
dibiarkan berjalan secara lancar, karena hal ini akan menjamin 
kemakmuran bagi semua. 

Sayangnya, sebagian besar dunia saat ini sadar betul bahwa pernyataan 
ini � bahwa meningkatnya integrasi internasional akan berdampak 
membaiknya kondisi materi � tidaklah benar. 

Era globalisasi telah menyaksikan semakin banyak orang di dunia yang 
hidup dalam kemiskinan absolut: meningkatnya ketidakadilan 
penghasilan dan aset baik di dalam atau antar-negara, pemiskinan 
seluruh kawasan semacam Sub-Sahara Afrika dan sebagian Eropa Timur, 
krisis agraria di seluruh negara berkembang, dan banyak lagi dampak-
dampak lain. 

Dan juga sangatlah jelas bahwa dampak-dampak semacam itu bukanlah 
terjadi secara kebetulan, ia berasal dari kekuatan kapital 
internasional besar melawan seluruh kelompok sosial lain, yang 
mendominasi dan menentukan fitur fase terbaru globalisasi imperialis. 

Ada yang beralasan bahwa terjadinya peningkatan kemarahan, termasuk 
yang murni karena keputusasaan, yang menjadi ladang subur berkembang 
biaknya teroris, adalah berasal dari peningkatan besar 
ketidaksetaraan dan penolakan atas hak ekonomi paling dasar pada 
sebagian besar orang di seluruh dunia. 

Alasan itu sama sekali tidak salah, tetapi terlepas dari proses 
penyebab tidak langsung ini, terdapat fakta lain di mana terorisme 
internasional dan perdagangan global tidak dalam posisi berlawanan. 
Sebaliknya, malah keduanya secara fundamental saling berhubungan dan 
bergantung satu sama lain. 

Perdagangan global tipe ini yang berukuran sangat besar tetapi jarang 
dibahas baik oleh World Trade International (WTO) maupun oleh 
pendukung fanatik globalisasi � yakni perdagangan internasional di 
bidang persenjataan dan narkoba. 

Perdagangan ini telah menjadi sumber pemasukan besar yang 
menghasilkan dana luar biasa yang digunakan oleh berbagai jaringan 
teroris seluruh dunia, sekalipun keduanya juga menjadi sumber 
kebutuhan penting, khususnya produksi persenjataan kecil. 

Hubungan dekat antara aktivitas perdagangan hitam semacam itu dan 
aktivitas teroris internasional, sebagaimana juga keterlibatan 
langsung organisasi intelijen negara seperti Central Intelligence 
Agency (CIA)-nya Amerika dan Inter-Services Intelligence (ISI)-nya 
Pakistan, dipaparkan dengan jelas dalam sebuah studi yang dilakukan 
seorang akademisi Kanada, Michel Chossudovsky. 

Oleh karena itu, seperti ditunjukkan Chossudovsky dalam bukunya War 
and Globalization, The Truth behind September 11 (2003) sejarah 
perdagangan narkoba di Asia Tengah sangat erat berkaitan dengan 
operasi tertutup CIA. Sebelum berkecamuknya perang Soviet-Afghan, 
produksi opium di Afghanistan dan Pakistan hanya terdistribusi dalam 
pasar regional kecil. 

Tidak ada produksi heroin lokal sebelumnya. CIA tidak hanya mendorong 
kalangan pemimpin lokal untuk memaksa petani untuk menanam opium 
tetapi juga sekaligus membangun sekitar sebelas unit produksi heroin 
di kawasan tersebut. 

Dalam waktu dua tahun operasi CIA di Afghanistan, "Perbatasan 
Pakistan-Afghanistan menjadi produser top dunia, menyuplai 60 persen 
kebutuhan AS. Di Pakistan, penduduk yang kecanduan heroin melonjak 
dari hampir nol pada 1979 mencapai 1.2 juta pada 1985 � lonjakan luar 
biasa dibanding negara manapun." 

CIA juga mengontrol perdagangan heroin ini. Begitu gerilyawan 
Mujahidin menguasai kawasan di Afghanistan, mereka mengharuskan para 
petani membayar semacam pajak revolusi dari tanaman opium tersebut. 
Di sepanjang perbatasan di Pakistan, kalangan pimpinan Afghan dan 
sindikat lokal di bawah perlindungan Intelijen Pakistan (ISI) 
mengoperasikan ratusan laboratorium heroin. 

Selama dekade perdagangan narkoba yang terbuka luas ini, Drug 
Enforcement Agency Amerika di Islamabad gagal melakukan penangkapan 
atau penahanan besar. Pejabat AS menolak menginvestigasi tuduhan 
perdagangan heroin oleh aliansi Afghan-nya dengan alasan `karena 
kebijakan narkotik AS di Afghanistan tersubordinasi perang melawan 
pengaruh Soviet di sana'. 

Pada 1995, mantan direktur CIA untuk operasi Afghan, Charles Cogan, 
mengakui bahwa CIA memang telah mengorbankan perang narkoba demi 
Perang Dingin. 

Sikap sinikal CIA ditunjukkan jelas dari pernyataan terus terang 
Cogan. "Misi utama kami adalah melakukan pengrusakan sebesar mungkin 
pada Uni Soviet. Kami tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk 
mengadakan investigasi perdagangan narkoba. Saya kira tidak perlu 
kami meminta maaf atas hal ini. Setiap situasi selalu mengandung 
kekurangan � Kekurangan kami kali ini dalam segi narkoba. Tetapi 
tujuan utama sudah terlaksana. Soviet meninggalkan Afghanistan". 
Akhir dari kehadiran Soviet di Afghanistan tidak berarti terjadi 
pengendoran atas produksi dan perdagangan ini, sebaliknya malah 
semakin meningkat tajam. 

Dengan pecahnya Uni Soviet, peningkatan baru produksi opium terjadi. 
Menurut estimasi PBB, produksi opium di Afghanistan pada 1998-99 � 
bertepatan dengan terjadinya pergolakan bersenjata di bekas negara 
Uni Soviet � mencapai rekor tertinggi, 4600 metrik ton). Sindikat 
bisnis yang kuat di bekas Uni Soviet beraliansi dengan organisasi 
kriminal berkompetisi untuk menguasai kontrol strategis rute heroin. 

Dengan demikian, kawasan Asia Tengah tidak hanya strategis karena 
cadangan minyaknya yang besar, tetapi juga karena menjadi tempat 
produksi tiga perempat opium dunia dengan nilai milyaran dolar AS 
bagi kalangan sindikat bisnis, institusi keuangan, agen-agen 
intelijen dan organisasi kriminal. 

Hasil tahunan dari perdagangan narkoba Golden Crescent menguasai 
sekitar sepertiga penghasilan tahunan narkotik dunia, yang dalam 
estimasi PBB senilai AS0 milyar. Oleh karena itu, agak sulit untuk 
bersimpati pada AS mengingat CIA kemungkinan masih terlibat dengan 
perdagangan senjata dan narkoba sampai saat ini. 

* Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra 
University, India
 
 
 


--- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Di situ dijelaskan soal kerjasama bisnis keluarga Bush
> dengan Bin Laden. Ketika memerangi pasukan Soviet di
> Afganistan dulu, kelompok Mujahidin bekerjasama dengan
> CIA. Amerika mensuplai rudal ke Mujahidin, untuk
> menembak jatuh helikopter Soviet. Itu fakta, kan? 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke