Disinggung India, mak gregel aku. Jadi ingat dengan celoteh temanku sekarang, Prof. Ashok Kumar, yang barusan tahun (2003) dipromosikan sebagai guru besar. Dia bilang waktu bikin disertasi di salah satu PT di UK, masih memakai sistem ketik "double pointer" maksud dia hanya pakai 2 telunjuk jari saja....;p.
Tetapi yang aku heran, kok seorang guru besar muda malah ke sini ke Jepang tinggal di pulau terpencil, melakukan riset yang secara gampangan sangat sederhana. Hanya menemukan cara mudah untuk membedakan kacang-buncis yang tahan kekeringan dan yang tidak hanya dengan melihat tanaman mudanya. Lebih mengherankan lagi, dengan teknologi tepat guna temuannya itu, dia diterima lagi untuk melanjutkan justifikasinya tahun depan, di sebuah lembaga riset serba canggih dan mahal (hehehe, sayang ijinku dari kantor cuma sabatikal 1 tahun, jadi ya balik aja ke Indonesia.... bakalan dapat presiden baru.... hihihihi). Terus suatu ketika dia cerita, bahwa untuk memperoleh ijin meneruskan "sabatical leave"-nya adalah hal yang mudah buat negerinya. Apalagi kampurnya di Universitas Haryana. Sebab memang jadi kebiasaan buat doktor-doktor dan profesor di fakultasnya (Agriculture, dept. Agronomy) untuk bergiliran 1. memimpin department (4 tahun) 2. memimpin fakultas sebagai dekan (4 tahun) 3. menjadi orang bebas di kampus (4 tahun) 4. menjadi peneliti tamu di berbagai negara lain, terutama ke negara-negara yang lebih maju (4 tahun) 5. menjadi tenaga pengembang (semacam penyuluh) berarti melakukan darma kepada masyarakat (4 tahun). Setelah itu, bagi yang professor ada kemungkinan untuk masuk ke dunia politik lokal. Biasanya masuk ke parlemen lokal. Setelah berpengalaman di parlemen, baru berkemungkinan dipilih sebagai menteri lokal, lalu menteri federal.... Konon presiden India yang Muslim itu juga seorang cendekiawan....;p. Nah, aku jadi manggut-manggut dan memahami, mengapa negeri demokratik terbesar di dunia dengan penduduk lebih 1 milyar dan macam ragam budaya serta suku bangsa lebih kompleks di banding Indonesia itu semakin mantap saja menapaki kemajuannya. Didukung oleh orang-orang India perantauan yang mirip-mirip dengan Cina perantauan... mencapai sukses di negeri orang dengan berbagai nilai lebih (umumnya sih ilmu pengetahuan dan teknologi) sambil rajin memperjuangkan generasi di bawahnya untuk mengikuti jejaknya, setelah mencapai masa-masa pensiun kembali ke negerinya. Salah satu contohnya - kata Prof. Kumar - adalah seorang pengusaha yang kabarnya sekarang menjadi semacam "Liem Swie Liong"-nya India, tetapi membukai usaha di negeri lain sambil mengirimkan tenaga-tenaga terampil dari negerinya sendiri. Kabarnya akan buka satu pabrik baja di wilayah Jabotabek dengan rencana membawa sekitar 200 pekerja India berbagai suku.... Alasannya sederhana, gaji pekerja-pekerja itu akan berstandar Indonesia, yang ternyata sedikit lebih tinggi dibanding India, tetapi biaya hidup yang agak mewah pun lumayan lebih murah. Jadi? Pekerja-pekerja India itu nanti akan menjadi kelompok masyarakat yang lebih tinggi statusnya dibanding rakyat negeri yang didatanginya.... Sedang kalau tetap di India.... ya tetep ngere..... Kabar lagi, dengan standar upah India, banyak perusahaan soft-ware buka pabrik di India.... Pabrik-pabrik itu tetap untung, karena pasar raksasa India, sedang India sendiri semakin maju dan canggih IT-nya karena produk yang mereka hasilkan dapat terjual dengan harga ter- jangkau, tetapi aman dari tuduhan sebagai PEMBAJAK. Pengakuan akan intelektualitas India semakin berkibar! Dalam hal begini jadi pusing kan? Ternyata negara-negara kapitalis itu per individu juga bisa kerjasama dengan negara "miskin" tetapi ingin maju. Apalagi negeri raksasa India itu betul-betul sekuler sampai berkuler-kuler... hehehehe. Negeri dengan 80% penduduknya Hindu (ada yang radikal lagi, malah banyak...), presidennya Muslim (15% penduduk India muslim) dan PM-nya malah Sikh (hanya 2.5% kurang penduduk India berfaham Sikh.....). Dan negeri itu diapit oleh 2 negara muslim, Pakistan dan Bangladesh (dulu Pakistan Timur), di Selatan bertetangga dengan Srilanka yang cenderung Buddhis.... menarik untuk memperhatikan mana nanti yang paling cepat mencapai kemajuan...;p. Mana yang sering gontok-gontokan tak berkesudahan..... pareng rumiyin Mas.... --mbahsoel-- --> kebetulan --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Setuju mas Yustam, bahwa kapitalisme itu kejam dan merajalela. Dan > terutama kapitalisme segelintir orang2 Us dan lain2. > > Tetapi justeru dalam keadaan demikian, bangsa2 yang baru bangkit > harus berjuang secara professionalistis untuk mengurangi pengaruh > mereka. > > Contoh terbaik diberikan oleh RRT dan India. > > Kedua negara ini mulai dipandang dan tak lagi dipandang enteng, juga > dalam bidan IT. India lebih berhasil daripada Jerman dalam mendidik > akhli2 IT! > > Negara2 lain, yang juga menyusul untuk menyaingi negara2 kapitalis > adalah Taiwan dan Korea selatan. Juga Singapura (kecil2an). > > Mungkin mas Yustam ikuti di surat kabar, VW, alias Volkswagen sudah > mulai kembang kempis, terus2an ribut internal antara serikat buruh > dan management. Mereka setengah mati menghadapi saingan. Dari mana? > Dari US? Bukan Dari Asia. Jepang dan Korea yangat menerjang masuk > kepasar automotive disini. > > Jangan jauh2, Malaysia yang serumpun ini, sudah termasuk negara2 > industri baru yang ditakuti barat. Mereka tak menjual perusahaan2 > negara pada asing. > > Semua negara2 yang kita ambil sebagai contoh,mas Yustam, tidak > menggunakan kekerasan senjata. Tetapi memakai senjata barat sendiri: > research. > > Salam > > RM Danardono HADINOTO > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > kalau seandainya anda berdiri di posisi orang irak yang negerinya di > > datangi > > berbagai bangsa yang yang nota bene membantu tentara pendudukan > > untuk negeri mereka, tentu anda akan berpikiran lain. > > > > indonesia aja yang hanya di datangi oleh belanda, si penjajah itu, > > dengan sebutan extremis, berusaha memulangkan mereka dengan > berbagai cara > > apalagi pada saat pertempuran surabaya yang terkenal itu, banyak > > tentara ghurka yang di hajar oleh rakyat indonesia. mengapa dengan > > secara langsung mereka membantu penjajah untuk menguasai indonesia. > > mungkin neh .. pemikiran orang irak bahwa orang-orang selain usa > yang > > datang > > bekerja di perusahaan-perusahaan asing itu secara tidak langsung > > membantu pendudukan penjajah itu. > > > > suasana- di irak tentu tidak sama dengan suasana di indonesia > > yang "aman-aman aja" kita perlu untuk mendatangkan investasi, > > pada saat indonesia sudah dapat "mengurus" dirinya sendiri > > dengan bantuan asing. tapi dengan adanya teror bom, > > maka orang-orang asing ini tentu berpikir panjang untuk datang ke > indonesia > > ini tentu ada suatu konspirasi tertentu untuk mendiskreditkan > indonesia > > agar investasi tidak mengalir ke indonesia, tentu konspirasi > > datangnya dari pihak asing dalam persaingan bisnis bukan dari > > indonesia sebagai negara yang membutuhkan investasi. nah .. > pertanyaannya > > adalah siapa pelaku konspirasi ini terhadap indonesia dengan > > menebarkan bom setiap tahunnya ..... > > > > dan ini mungkin berhubungan globalisasi yakni tatanan dunia baru, > > yang diinginkan oleh para investor-investor untuk berlomba-lomba > > menanamkan investasi dan meneror lawan bisnis masing-masing > > pemodal ini. > > > > ujung-ujungnya adalah kapitalisme yang merajalela, semua orang > berusaha > > untuk berinvestasi, dan biasanya bisnis itu kejam, mereka saling > memakan > > bagaikan serigala. > > > > disinilah peran israel, usa dan negara-negara yang sangat berambisi > > untuk berinvestasi tidak memperdulikan azas-azas kemanusiaan. > > prinsipnya adalah siapa cepat dia dapat, siapa kuat dia yang menang. > > > > coba bung RM bayangkan pertemanan antara keluarga bush dengan > > keluarga bin ladden, aneh kan, setelah berteman kok di buru karena > > takut investasi bin ladden akan lancar di afghanistan dan lain- lain > > negeri muslim ..... > > > > salam > > yustam > > > > > > > > > > > > > > > > > > >>>>>>mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang > > disandera oleh teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati > > kepada penyanderanya,....<<<<<<<<< > > > > Entah ya. Para supir asal Nepal yang hanya cari sesuap nasi lalu > > dipenggal kepala seolah hewan, belum sempat mereka mencintai > > pembunuhnya. Sympati? > > > > >>>>>>>> bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus > dengan > > teror atau dengan cara menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan > > yang diinginkan oleh pembuat teror...<<<<<<<< > > > > Hmmm, kalau ada sekelompok penjahat yang menebas kepala ayah anda, > > lalu polisi datang (terlambat seperti biasa), lalu bertanya pada ibu > > anda: "Apa ya pesan bapak2 tadi sebelum memenggal kepala suami > anda?" > > Apa kata anda atau ibu anda? Mau jawabnya? Tanyakanlah pada ibu2 > dari > > anak2 yang mati di stasiun Atocha di Madrid! > > > > Tak ada satu kepala negarapun dari Uni Europa, tidak Jerman, tidak > > Perancis, tidak Spanyol, apalagi Inggris, yang akan manggut2 > > mendengar kalimat anda. Jawaban mereka adalah, mempersiapkan team > > anti terror yang canggih, mempersiapkan undang undang anti terror > > yang lebih ketat, menjaga tapal batas negara lebih effektif agar tak > > kebobolan...dan menghukum se-keras2nya para penteror yang tertangkap > > (kalau tidak keburu diberondong). > > > > Anda bicara tentang "keberanian". Keberanian apa itu menyandra > anak2? > > Menyandra wanita? Siapa juga bisa. Berani adalah melawan kesatuan2 > > bersenjata lawan secara frontal. Ini definisi baru dari "keberanian" > > rupanya?. > > > > >>>>>>>jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar > > tidak terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa > > kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia.<<<<<< > > > > > > Haaaahhh? kemanusiaan yang diperjuangkan melalui ketidakmanusiaan? > > How possible? dalam agama apa ini dibenarkan? Anda percaya, > terorist2 > > ini at the end akan menang? Ini semua terjadi karena keteledoran > > negara2 barat yang terlalu percaya diri, bahwa di negara2 mereka tak > > mungkin terjadi apa2. Tetapi, mulai 911 mereka terbangun (walau > > dengan kaget), dan mulai mempersenjatai diri. > > > > Serangan terhadap Pearl Harbour terjadi dahulu, karena USA lengah > dan > > terlalu percaya diri, bumi mereka takkan mungkin terserang, lalu > > kebobolan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka memobilisasi kekuatan, > > menyerang balik, dan menggenjotkan bom atom! > > > > Saya hidup ditengah measyarakat Uni Europa, I know what I say, > > friend. Sekarangpun sudah sulit sekali masuk Austria, Jerman, > Inggris > > dari Indonesia. > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > > > saya pikir extremis itu adalah predikat yang disandangkan kepada > > > orang-orang yang > > > berjuang demi kemerdekaan negaranya sebagai shock therapy-lah, > agar > > orang > > > lain > > > tidak ikut-ikutan dengan gerakan mereka. hanya orang-orang berani > > saja > > > yang sanggup > > > untuk menyandang predikat tersebut, jadi beda dengan teroris. > > teroris > > > adalah predikat > > > sekarang yang disandangkan kepada sekolompok orang yang tidak > > berdaya yang > > > menggunakan rakyat yang tidak bersalah sebagai tameng dan alat > > untuk menuju > > > kepada keinginan mereka. jadi digunakanlah cara-cara yang dapat > > menyayat > > > hati > > > orang yang seharusnya dilindungi oleh pemegang kekuasaan atau yang > > > mempunyai > > > power yang lebih tinggi. > > > > > > walaupun misalnya saya menyebutkan teroris, itu tentu kalau saya > > berada > > > pada posisi > > > yang berseberangan, tentu para pejuang itu karena keberanian > mereka > > > mempertaruhkan > > > nyawa bagi kita orang yang dibela dan dipertahankan existensinya > > akan > > > menyebut mereka > > > sebagai pahlawan. ada dua sisi dalam menilai predikat yang > > disandang > > > oleh seseorang > > > yang sebagai teroris oleh yang merasa dirugikan dan sebagai > > pahlawan bagi > > > yang > > > diuntungkan. > > > > > > bagi saya untuk menyelesaikan teror tentu tidak harus dengan teror > > atau > > > dengan cara > > > menangkap pelakunya saja tetapi apa sih pesan yang diinginkan oleh > > pembuat > > > teror. > > > karena selama ini yang terjadi di indonesia, teror-teror bom yang > > terjadi > > > tidak pernah > > > tuntas, karena kita hanya mencari siapa pelaku dan tidak pernah > > mengetahui > > > pesan apa sih yang diinginkan oleh pembuat teror tersebut, jadi > > aneh khan > > > ..... > > > > > > mungkin bung RM pernah mendengar bagaimana seseorang yang > disandera > > oleh > > > teroris dalam waktu yang lama dan akhirnya bersimpati kepada > > penyanderanya, > > > ini adalah fenomena tentang bagaimana suatu kelompok orang yang > > > menginginkan > > > kebebasan dan eksistensi mereka dalam perannya di masa globalisasi > > ini. > > > intinya adalah existensi > > > > > > kita sebagai warga masyarakat sebenarnya berdiri di atas arena > > dimana > > > banyak pertarungan yang berkecamuk, dan berdiri sebagai pengamat > > > yang belajar dari kondisi yang ada yang kita tidak tahu kapan > teror > > itu > > > akan terjadi lagi dan bisa juga menimpa orang-orang yang di > sekitar > > kita. > > > kita berdiri di tengah-tengah banyaknya kepentingan dari berbagai > > kelompok, > > > jadi posisi yang terbaik adalah mengamati gelombangnya agar tidak > > > terseret oleh arus kepentingan yang tidak sesuai dengan rasa > > > kemanusiaan dan keadilan dasar umat manusia. > > > > > > salam > > > yustam > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Hehh mas Yustam, jangan katakan pahlawan kemerdekaan RI dizaman > > > revolusi itu teroris. Pasti anda, seperti saya dan teman2 disini > > > banyak mempunyai paman dan saudara2 yang gugur dalam perlawanan > > > revolusi. > > > > > > Mari kita kenang dengan tenang, mas Yustam. Dari kisah paman2 saya > > > yang survive revolusi, baik dari TP (Tentara Pelajar), BKR (Badan > > > kemanan Rakyat) maupun Siliwangi, tak ada aksi2 yang direahkan > pada > > > penduduk sipil, baik Indonesia maupun warga Belanda. > > > > > > Mereka serang convooi militer, gudang senjata, patroli. Belandalah > > > yang menzalimi penduduk sipil kita. Ingat perang di Surabaya, tak > > ada > > > penduduk sipil yang kena aksi pemuda2 kita. Malah jendral Inggris > > > yang mati tertembak. > > > > > > Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang: sengaja anak2 dan > > wanita > > > dijadikan sandra. Anak2 sekolah mati diledakan bom di Atocha, > Madrid > > > tahun lalu. Apa salah mereka? mereka tidak dalam keadaan perang, > dan > > > orang2 sipil seharusnya dibawah perlindungan konvensi Jenewa. Lalu > > > dua pembantu sosial di Irak dari Italia, yang datang dengan misi > > > baik, malah disandra dan diancam dibunuh. Apa salah supir2 asal > > > Nepal, yang datang jauh ke Irak dari desa mereka dipegunungan > > > Hilamalya untuk mencari sesuap nasi? > > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________ > > > > > > Disclaimer : > > > This email and any file transmitted with it are confidential and > are > > > intended solely for the use of the individual or entity whom they > > are > > > addressed, if you are not the original recipient, please delete it > > > from your system. Any views or opinions expressed in this email > are > > > those of the author only. > > > ______________________________________________________________ > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ------------------- - > ~--> > > $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. > > http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM > > ------------------------------------------------------------------ -- > ~-> > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________ > > > > Disclaimer : > > This email and any file transmitted with it are confidential and are > > intended solely for the use of the individual or entity whom they > are > > addressed, if you are not the original recipient, please delete it > > from your system. Any views or opinions expressed in this email are > > those of the author only. > > ______________________________________________________________ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

