Nuwun sewu.... mohon seribu... secheng... 
Mas (harusnya Pakde aja ya)... mau nambah
dikit ah tentang sekuler-sekuleran ini.

Bagi saya kok sederhana saja mikirnya.
Dalam beberapa kitab agama yang pernah
saya baca (kulit-kulitnya juga ndak papa)
rasa-rasanya "Tuhan" tidak menciptakan
negara. Tetapi Dia menciptakan tempat terampar
yang paling rendah di jagad raya ini yaitu
BUMI. Dan kerendahan bumi ini saya peroleh
pengertiannya di bagian Kitabnya yang berjudul
"kejadian-kejadian dahsyat" (Al-ghaashiyaah)
yang dalam hal ini Dia "menutuh" (maag tidak
menemukan padanan kata dalam bahasa Inggris
maupun Indonesia) kepada ummat yang beriman
kepada kerasulan Muhammad sebagai berikut:
al-Ghaashiyaah:
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta 
    bagaimana dia diciptakan,
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya 
    kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
---> Mas Danar,
dari hanya 5 ayat itu pikiran saya sering ngelantur
dan menjadi senang memperhatikan ayat-ayat Dia
di sembarang tempat yang tertangkap oleh pancaindera,
perasaan dan impian saya. 
Dari 5 ayat itu saya berandai-andai: "iya ya mengapa
langit itu jadi tinggi.... eee jebulnya karena ada
atau dilihat dari bumi... lha tapi kenapa kok langit
itu tinggi semua? Wooo, ternyata kuncinya pada
teknik dan metode Tuhan (Theotechnology...;p) meng-
hamparkannya dalam bentuk membola yang pepat. Sehingga
di manapun di hamparan bumi ini suatu koordinat
di luarnya adalah di ATAS. Nah karena Tuhan pemilik
semuanya, maka DIA MAHA TINGGI.... Subhana Rabbi al A'la...
itu saya lafalkan mendalam dalam seluruh jiwa-raga
ketika sedang mengorientasikan diri kepadaNya dalam
bersujud.... sungkem.... mencium hamparan paling
rendah di jagad raya.... BUMI, dan meletakkan bagian
paling tinggi dari raga saya... kepala dan jidat..'p."

Dan dengan begitu saya sudah puas, merasa telah menerima
PERINGATAN Sang Pemberi Peringatan.... yi. Rasulullah.
Tak harus Muhammad saja, karena saya diharuskan mengimani
para nabi dan utusan ALlah... termasuk Visnumurti, Siddarta,
Manumayasa..... janabadra... Lokajaya... dan Ki Ageng
Surya Mentawam... hehehehe. Juga Almarhum Pak Lurah saya
yang suhud.... Pak Lurah Djarwo.

Dengan begitu, saya merasa bersikap religius sekadarnya
dalam menjalani keduniaan saya (sekularitas saya). Karena
sekali lagi Tuhan tidak menciptakan Negara. Negara adalah
organisasi yang dirakit manusia atas petunjukNya berupa
nalar pikiran, budaya dan bahasa, dalam rangka ingin
mencapai kesejahteraan bersama berdasar bangsa dan wilayah
tempat bermukim. Sekarang dunia semakin sempit karena
teknologi informasi, maka negara akan semakin bersifat
TATA USAHA semata, kepentingan administratif untuk memudahkan
urusan berkomunikasi bersilaturahmi manusia-manusia sejagad.
Sesuai pula dengan pesan Tuhan bahwa Dia menciptakan manusia
bersuku-suku (dulu, sekarang ya berbangsa-bangsa, berras-ras)
untuk saling mengenal. Yang membedakan dihadapanNya hanyalah
ketaqwaannya. Tuhan hanya pernah di-klaim menjanjikan seham-
paran tanah untuk Bani Israil..... nah itupun sekarang
jadi sumber pertikaian "suku" bangsa yang satu nenek moyang
rasialnya.... anak-cucu Abraham.

Jadi... menurut saya ya negara ya urusannya dunia. Negara
itu tidak beragama... hehehehe. Bahkan sejak terpilihnya
Abu Bakar menggantikan Muhammad sebagai pemimpin umat,
daulah Islam sudah menyekuler. Mereka memilih Abu Bakar
dalam urusan kehidupan Islam di dunia. Karena aliran
wahyu sudah terputus dengan Wafat-nya Nabiullah. 
(dan kelihatannya negara-negara yang non-sekuler sering
terlibat dalam konflik berdarah amat menyedihkan dan
tak kunjung terselesaikan mewaris hingga kini. Seperti
yang terjadi antara negara non-sekuler pimpinan tahta
suci Romawi dan daulah-daulah Islamiyah yang sebenarnya
sudah pula mengadopsi sistem pemerintahan Tahta Suci,
sejak kekuasaan dipegang oleh anak Mu'awiyah, pesaing
Nabi.... bernama al-Walid)....

pareeeng.....

--mbahsoeloyo--



ditutuh "apakah tidak

--- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Jumat, 30 Juni 2000
> 
> Hazrat Mirza Tahir Ahmad: 
> Sekularisme Itu Islami
> 
> Jakarta, Kompas 
> Pemimpin Komunitas Islam Ahmadiyya Sedunia Hazrat Mirza Tahir Ahmad 
> mengatakan, sekularisme sejati, dalam arti negara tidak mencampuri 
> urusan agama dan tidak melenyapkan agama, sesungguhnya bersifat 
> Islami. Hal ini diungkapkannya dalam tanya-jawab Dialog Pakar Islam 
> Membangun Umat Menuju Ummah Wahadiah: Menimbang Agenda Umat Islam 
di 
> Masa Depan yang diselenggarakan International Forum on Islamic 
> Studies (IFIS) bentukan Prof Dr M Dawam Rahardjo di Jakarta, Kamis 
> (29/6).
> 
> "Pengertian sekularisme saya sama dengan pengertian sekularisme 
> (Presiden) Abdurrahman Wahid," kata Hazrat sambil menambahkan bahwa 
> Nabi Muhammad SAW menjalankan dan menganjurkan hidup rukun bersama 
> antara umat Islam, Yahudi, dan Kristen.
> 
> Dawam menjelaskan bahwa ia ikut mendampingi Hazrat bertemu dengan 
> Presiden Abdurrahman Wahid sehari sebelumnya. Salah satu yang 
> dibicarakan kedua pemimpin Islam itu, menurut Dawam, adalah soal 
> sekularisme.
> 
> Pengertian Hazrat mengenai sekularisme terungkap tatkala seorang 
> peserta dialog bertanya, manakah yang lebih baik bagi Hazrat, 
sebuah 
> negara berlabel negara Islam atau negara sekuler mengingat Hazrat 
> sebagai pemimpin umat Islam Ahmadiyya tidak diterima di negeri 
> kelahirannya, Pakistan, yang merupakan negara Islam. Sementara di 
> Negara Inggris yang berlabel sekuler demokratis, selain 
diperbolehkan 
> tinggal, umat Islam Ahmadiyya boleh melakukan misi dakwahnya untuk 
> menyebarkan sekte mereka. 
> 
> Hazrat menjelaskan, klaim negara Islam tidak boleh berhenti pada 
> label, tetapi harus terealisasi dalam praktik. Namun, Pakistan yang 
> mengklaim diri sebagai negara Islam justru tidak 
mempraktikkan "hidup 
> rukun dengan sesama", termasuk dengan komunitas Islam sendiri yang 
> bergabung dalam Islam Ahmadiyya.
> 
> "Inggris sebagai negara sekuler demokratis menerima semua agama apa 
> pun yang diklaim para penganutnya," kata Hazrat. "Pakistan sebagai 
> negara Islam adalah artifisial, they are far away from Islam. 
> Pakistan tidak mengakui kami sebagai Islam, tetapi kami benar-benar 
> Islam seratus persen karena ajaran kami bersumber pada Al Quran dan 
> Nabi Muhammad SAW."
> 
> Dawam menjelaskan, dengan berbasis di Inggris saat ini, Islam 
> Ahmadiyya berhasil menjalani dakwahnya di Eropa dan Afrika. 
Khususnya 
> di Afrika, kata Dawam, "Ahmadiyya berhasil mengislamkan Afrika". 
Dana 
> untuk melakukan dakwah itu murni dikumpulkan dari sumbangan umatnya 
> yang memberikan 1/16 dari gajinya secara taat untuk pekerjaan 
dakwah 
> di seluruh dunia melalui jaringan global.
> 
> "Inggris sangat terbuka untuk (Islam) Ahmadiyya karena mereka 
> tersudut di negeri sendiri, dizalimi di Pakistan. Yang menolong 
> mereka justru orang Kristen di Inggris," kata Dawam.
> 
> Dalam hal dana, menurut Dawam, Ahmadiyya betul-betul 
independen. "Itu 
> yang menjelaskan mengapa mereka dapat mengemukakan pendapat secara 
> independen pula," katanya. (sal)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke