Mas, di Europa, banyak aliran2 dan mazhab2 Islam yang mungkin 
dinegerinya sendiri malah tak mungkin bergerak bebas. Kita ingat, 
Khomeini di-kejar2 di Tanah Airnya dibawah Shah Iran yang zalim itu, 
dan mendapat tempat bernaung di Paris, negara sekular demokratis.

Disini banyak juga kawan2 dari aliran pengikut Aga Khan, yang 
sebenarnya berakar pada ajaran Shiit.

Mayoritas umat Islam yang hidup di Europa ini sangat luas wawasannya, 
sangat toleran dan sangat bijaksana. Juga kenalan2 Islam saya dari 
Bosnia serta Albania mempunyai pandangan yang lebih terbuka dari 
orang2 Wahabbi dari Saudi. Juga kawan2 dari Pakistan banyak mempunyai 
pandangan yang cerah.

Saya sebagai orang Protestant,yang  aktif dalam membuka jembatan 
antar religio hanya mempunyai akses terbatas atas ajaran2 Islam itu 
(juga ajaran2 klain seperti Buddhisme, Lamaisme dll). Tetapi kalau 
ada akses yang lebih jauh, akan saya beritakan disini.

Terimakasih atas perhatian Anda.

Salam damai

RM D Hadinoto


--- In [EMAIL PROTECTED], "The saint" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Menarik sekali pendapat Imam Ahmadiyah Qadiani ini, mengingat ia 
> adalah salah satu Pemimpin organisasi islam yang besar yang 
> pengikutnya hampir tersebar di seluruh dunia. 
> 
> Walaupun saya tahu organisasi ini ditentang oleh mayoritas ulama 
> islam terus terang pandangan-pandangannya sangat menarik minat dan 
> fikiran saya.
> 
> Saya mengikuti pandangan ahmadiyah mengenai 
> 1. masalah jihad
> 2. rekonstruksi perjalanan hidup Jesus/Isa as
> 3. Infaq
> 4. Metode dawah di Seluruh dunia kepada non-muslim dengan 
> argumentasi dan penjelasan-penjelasan
> 5. masalah tasawuf dalam arti cara-cara untuk mencapai liqa ilahi 
> dll.
> 
> saya banyak baca artikel artikel qadiani ini di www.alislam.org
> dan www.ahmadiyya.or.id
> 
> apa Pak Danar juga dekat dengan Jamaah ini? Saya dengar 
perkembangan 
> Qadiani di Jerman cukup pesat. apa iya? 
> 
> Terima kasih atas infonya. Berita ini menambah wawasan saya tentang 
> pandangan-pandangan Ahmadiyah Qadiani.
> 
> Thesaintsnow
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > Jumat, 30 Juni 2000
> > 
> > Hazrat Mirza Tahir Ahmad: 
> > Sekularisme Itu Islami
> > 
> > Jakarta, Kompas 
> > Pemimpin Komunitas Islam Ahmadiyya Sedunia Hazrat Mirza Tahir 
> Ahmad 
> > mengatakan, sekularisme sejati, dalam arti negara tidak 
mencampuri 
> > urusan agama dan tidak melenyapkan agama, sesungguhnya bersifat 
> > Islami. Hal ini diungkapkannya dalam tanya-jawab Dialog Pakar 
> Islam 
> > Membangun Umat Menuju Ummah Wahadiah: Menimbang Agenda Umat Islam 
> di 
> > Masa Depan yang diselenggarakan International Forum on Islamic 
> > Studies (IFIS) bentukan Prof Dr M Dawam Rahardjo di Jakarta, 
Kamis 
> > (29/6).
> > 
> > "Pengertian sekularisme saya sama dengan pengertian sekularisme 
> > (Presiden) Abdurrahman Wahid," kata Hazrat sambil menambahkan 
> bahwa 
> > Nabi Muhammad SAW menjalankan dan menganjurkan hidup rukun 
bersama 
> > antara umat Islam, Yahudi, dan Kristen.
> > 
> > Dawam menjelaskan bahwa ia ikut mendampingi Hazrat bertemu dengan 
> > Presiden Abdurrahman Wahid sehari sebelumnya. Salah satu yang 
> > dibicarakan kedua pemimpin Islam itu, menurut Dawam, adalah soal 
> > sekularisme.
> > 
> > Pengertian Hazrat mengenai sekularisme terungkap tatkala seorang 
> > peserta dialog bertanya, manakah yang lebih baik bagi Hazrat, 
> sebuah 
> > negara berlabel negara Islam atau negara sekuler mengingat Hazrat 
> > sebagai pemimpin umat Islam Ahmadiyya tidak diterima di negeri 
> > kelahirannya, Pakistan, yang merupakan negara Islam. Sementara di 
> > Negara Inggris yang berlabel sekuler demokratis, selain 
> diperbolehkan 
> > tinggal, umat Islam Ahmadiyya boleh melakukan misi dakwahnya 
untuk 
> > menyebarkan sekte mereka. 
> > 
> > Hazrat menjelaskan, klaim negara Islam tidak boleh berhenti pada 
> > label, tetapi harus terealisasi dalam praktik. Namun, Pakistan 
> yang 
> > mengklaim diri sebagai negara Islam justru tidak 
> mempraktikkan "hidup 
> > rukun dengan sesama", termasuk dengan komunitas Islam sendiri 
yang 
> > bergabung dalam Islam Ahmadiyya.
> > 
> > "Inggris sebagai negara sekuler demokratis menerima semua agama 
> apa 
> > pun yang diklaim para penganutnya," kata Hazrat. "Pakistan 
sebagai 
> > negara Islam adalah artifisial, they are far away from Islam. 
> > Pakistan tidak mengakui kami sebagai Islam, tetapi kami benar-
> benar 
> > Islam seratus persen karena ajaran kami bersumber pada Al Quran 
> dan 
> > Nabi Muhammad SAW."
> > 
> > Dawam menjelaskan, dengan berbasis di Inggris saat ini, Islam 
> > Ahmadiyya berhasil menjalani dakwahnya di Eropa dan Afrika. 
> Khususnya 
> > di Afrika, kata Dawam, "Ahmadiyya berhasil mengislamkan Afrika". 
> Dana 
> > untuk melakukan dakwah itu murni dikumpulkan dari sumbangan 
> umatnya 
> > yang memberikan 1/16 dari gajinya secara taat untuk pekerjaan 
> dakwah 
> > di seluruh dunia melalui jaringan global.
> > 
> > "Inggris sangat terbuka untuk (Islam) Ahmadiyya karena mereka 
> > tersudut di negeri sendiri, dizalimi di Pakistan. Yang menolong 
> > mereka justru orang Kristen di Inggris," kata Dawam.
> > 
> > Dalam hal dana, menurut Dawam, Ahmadiyya betul-betul 
> independen. "Itu 
> > yang menjelaskan mengapa mereka dapat mengemukakan pendapat 
secara 
> > independen pula," katanya. (sal)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke