Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme
Oleh: Farid Wadjdi
Publikasi 18/07/2004

hayatulislam.net - Mengerikan! Diseluruh dunia 20 juta orang meninggal karena HIV/AIDS 
dan 37,8 juta orang terinfeksi. Demikian catatan badan PBB yang menangani AIDS 
(UNAIDS). Nelson Mandela dalam Konferensi AIDS XV di Bangkok, Thailand, mengajak 
seluruh masyarakat dunia bersatu melawan AIDS. Dalam konferensi ini juga terdapat lima 
catatan penting; pertama, dibutuhkan kehadiran politis para pemimpin pemerintah untuk 
menyukseskan penanggulangan AIDS. Kedua, mengajak setiap orang agar tertarik untuk 
berpartisipasi dalam masalah ini, tidak hanya pemerintah dan organisasi. Ketiga, perlu 
penyuluhan publik yang lebih kuat kepada masyarakat, remaja, dan anak-anak tentang 
bahaya HIV/AIDS. Keempat, bagaimana membuat orang paham bahwa mereka yang HIV positif 
bisa hidup bersama dalam masyarakat. Dan yang kelima, menghilangkan diskriminasi 
terhadap penderita AIDS (Kompas, Sabtu, 17 Juli 2004).

Tingginya angka ini jelas menunjukkan kegagalan berbagai program yang selama ini 
sering ditawarkan negara-negara Barat dalam masalah ini. Negara-negara Barat selama 
ini gagal dalam menentukan apa sebenarnya sebab utama dari mewabahnya penyakit ini. 
Mereka malah menawarkan solusi-solusi yang tidak berhubungan langsung dengan akar 
persoalan dari penyakit ini. Sosialisasi penyakit ini, bahkan dalam bentuk pelajaran 
khusus pendidikan seks di sekolah-sekolah, terbukti tidak menghentikan laju penyakit 
ini Selama ini sosialiasi tentang penyakit ini seperti dalam pendidikan seks, hanya 
berbicara bahaya dari penyakit seksual termasuk AIDS dan bagaimana melakukan seks 
secara aman, yakni dengan menggunakan kondom. Banyak yang tidak memperdulikan seruan 
ini dengan berbagai alasan; kurang praktis, lupa, kurang nikmat, sampai memang tidak 
ada dana yang cukup membeli kondom. Apalagi penyeruan penggunaan kondom hanya sebatas 
seruan, tidak ada sanksi bagi yang tidak menggunakannya. Sementara,
 menjatuhkan sanksi bagi yang tidak menggunakan kondom -kalaupun mau dibuat 
undang-undang- , tentu sangat sulit. Sementara solusi yang lain, tidak ada hubungan 
langsung dengan masalah ini. Seperti hidup bersama penderita AIDS, tidak diskriminasi 
terhadap penderita AIDS. Hal ini hanya bicara tentang sikap setelah seseorang 
terjangkiti penyakit AIDS, bukan mencegah seseorang terkena penyakit AIDS. 

Akar persoalan penyakit ini sebenarnya, berpangkal dari pandangan hidup kebebasan 
(freedom) yang dianut oleh banyak orang dan negara di dunia saat ini. Kebebasan 
bertingkahlaku sendiri merupakan pilar penting dari kapitalisme. Sehingga sebenarnya 
pangkal penyakit ini adalah Kapitalisme itu sendiri. Pandangan kebebasan kemudian 
menganggap masalah seksual adalah masalah individu, yang selama tidak mengganggu 
individu lain dan dilakukan suka sama suka, tidak boleh ada yang mengintervensinya. 
Termasuk negara sekalipun. Karenanya, berganti-ganti pasangan seksual atas dasar suka 
sama suka, bukanlah merupakan pelanggaran. Padahal berganti-ganti pasangan adalah 
faktor penyebab menyebarluasnya penyakit ini. Demikian juga anggapan bahwa setiap 
orang bebas menentukan orientasi (kecendrungan) seksnya, adalah merupakan bagian dari 
kebebasan individu. Karena itu homoseksual dan lesbianisme bukanlah sesuatu yang 
terlarang dalam masyarakarat Kapitalisme. 

Masyarakat kapitalis juga menganggap industri seks yang jelas menumbuhsuburkan 
penyakit-penyakit seksual sebagai sesuatu yang legal, karena memiliki nilai ekonomis. 
Bisa menjadi penghasilan invidu atau negara, berupa pajak. Padahal jelas, keberadaan 
industri seks merupakan salah faktor yang menumbuhsuburkan penyakit-penyakit seksual 
termasuk AIDS.

Sebagai implikasi dari pandangan liberal, ditemukan banyak sekali sarana-sarana yang 
mendorong hajat seksual manusia secara terbuka. Pornograpi dan pornoaksi merupakan hal 
yang biasa dieksploitasi, dengan alasan kebebasan. Jelas sekali sarana-sarana ini 
turut mendorong tumbuhnya hajat seksual pemuda dan para remaja, yang menyebabkan 
banyak diantara mereka yang melakukan hubungan seks tanpa ikatan pernikahan. Disamping 
itu pergaulan yang demikian bebas, antar pria dan wanita, termasuk pendorong utama 
munculnya hajat seksual ini. 

Tidaklah mengherankan kalau di negara-negara liberal dan permisif terhadap masalah 
seksual ini perkembangan penyakit seksual termasuk AIDS menjadi tinggi. Di Inggris 
misalnya, jumlah penderita penyakit infeksi akibat hubungan seksual seksual (Sexually 
transmitted infections) meledak belakangan ini. Dari data yang dikeluarkan The Health 
Protection Agency (HPA) kasus penyakit siplis meningkat sampai 486 % sejak tahun 1996. 
Dalam priode yang sama penyakit Chlamydia yang bisa menyebabkan ketidak suburan wanita 
meningkat 108%, gonorrhoea 87%. Pada tahun 2001, jumlah orang yang diduga terjangkit 
HIV sekitar 4.400 orang, meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada 
tahun 2004, dilaporkan sudah 5.047 orang dilaporkan sudah terjangkiti penyakit ini. 
Perancis juga mengalami nasib yang sama, kasus penyakit gonorrhoea meningkat sampat 
170% hanya dalam setahun. Rusia juga mengalami goncangan yang sama, terutama setelah 
runtuhnya komunisme. Masyarakat rusia telah memetik buah pahit
 ideologi baru mereka kapitalisme. Rusia merupakan salah satu negara yang tercepat 
pertumbuhan AIDS-nya di dunia. Dari tahun 1997 sampai 2002, pejabat yang menangani HIV 
menyatakan jumlah penderita penyakit ini meningkat 22 kali, yakni 700.000 kasus. 
Sementera menurut laporan tidak resmi diduga meningkat sampai 1,5 juta kasus 
(www.1924.org). Demikian juga negara-negara lain yang dikenal sebagai bebas dan 
menjadikan seks sebagai industri pengidap penyakit AIDS sangat tinggi seperti Amerika 
Serikat dan Thailand. Untuk kasus Indonesia sendiri, kota-kota yang dikenal bebas 
kehidupannya merupakan daerah yang tinggi penderita AIDSnya seperti Jakarta, Surabaya, 
dan Bali. Departemen Kesehatan mengatakan angka orang yang hidup dengan HIV/AIDS di 
Indonesia sekitar 90.000 sampai 130.000 (Kompas, Sabtu, 17 Juli 2004 )Sementara itu 
negeri-negeri Islam, yang dikenal masih ketat dalam masalah pengaturan pergaulan pria 
dan wanita (seksual) , penderita penyakit AIDSnya, secara signifikan rendah. 

Islam jelas berbeda dengan kapitalisme dengan paham kebebasannya. Dalam Islam, dengan 
sangat jelas menyatakan bahwa manusia tidak bisa dibebaskan untuk mengatur kehendaknya 
sendiri. Sebab kalau ini terjadi, manusia akan terjerumus pada hawa nafsunya seperti 
yang terjadi pada saat sekarang ini. Karena itu dalam Islam, seluruh tingkah laku 
manusia wajib terikat pada aturan-aturan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. 
Aturan Allah SWT jelas akan memberikan kebaikan pada manusia, sebab Allah SWT yang 
paling tahu tentang apa yang paling baik untuk manusia. Sangat jelas, saat manusia 
lalai dari aturan Allah , munculnya penderitaan, antara lain penyakit seksual ini. 

Karena itu Islam, mengatur bagaimana hubungan pria dan wanita yang aman, yakni lewat 
ikatan perkawinan yang sah. Tidak hanya itu, Islam pun menutup segala jalan yang 
mengakibatkan munculnya kebebasan seksual yang berbahaya. Islam melarang pria wanita 
berinteraksi secara bebas kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan oleh syari�i. Campur 
aduk (ikhtilat) adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. Sehingga, Islam 
memenimalkan hubungan pria dan wanita, kecuali dalam perkara-perkara tertentu seperti 
jual beli, pendidikan, pengadilan, kesehatan dan interaksi lain yang memang 
membutuhkan sikap ta�awun (tolong menolong) antara kedua belah pihak. Itupun tetap 
dalam batasan-batasan yang sangat ketat. Mulai dari cara berpakaian yang menutup aurot 
sampai larangan tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), yang memungkinkan 
munculnya hajat seksual lawan jenisnya. Islam juga melarang wanita berduaan dengan 
laki-laki yang bukan mahromnya (khalwat). Jelas pula, dalam Islam industri atau bisnis
 seksual atau yang mengeksploitasi pornograpi diharamkan, tidak perduli apakah itu 
menghasilkan uang atau tidak. Dalam Islam, uang bukanlah segalanya untuk menghalalkan 
segala cara. Semua ini akan menghindari munculnya seks bebas ditengah-tengah 
masyarakat. 

Karena itu siapun yang melanggar aturan-aturan tersebut akan diberikan sanksinya 
secara tegas dalam Islam. Bagi pezina ghoiru muhshan (yang belum menikah), sangsinya 
dicambuk 100 kali disamping itu Khalifah boleh (jaiz) menambah sanksi hukuman dengan 
cara mengasingkannya (taghrib) selama satu tahun. Sementara bagi pezina muhshan (yang 
sudah menikah) dirajam sampai mati. Sementara bagi pelakuk homoseksual sanksinya 
adalah dibunuh baik sudah menikah ataupun belum. Untuk pelaku bisnis haram atau 
menyebarluaskan pornograpi akan dikenakan sanksi ta�zir, yang hukumannya diserahkan 
kepada peradilan. Demikianlah aturan Islam mengatur kehidupan seksual antara pria dan 
wanita yang membawa pada masyarakat yang tentram, suci dan terhindar dari berbagai 
penyakit seksual. 
Posted by: Redaksi on 18, Jul 04 | 10:03 am
Comment Archives
Return to : WEBLOG

http://hayatulislam.net/


Untuk mendapatkan artikel-artikel seputar Islam, silahkan kunjungi Hayatul Islam.Net - 
Menuju Islam Kaffah http://hayatulislam.net



---------------------------------
Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.


[Non-text portions of this message have been removed]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke