Pertanyaan bagus!

> 
> From: "amartien" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 2004/09/26 Sun AM 11:10:35 CEST
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [ppiindia] Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme
> 
> 
> Kalau begitu afrika adalah benua yang paling kapitalis?
> 
> Kan afrika yang paling banyak penderita aidsnya?
> 
> 
> :-)
> 
> amartien
> 
> 
> 
> 
>  --- On Thu 09/23, Kru Hayatul Islam < [EMAIL PROTECTED] > wrote:
> From: Kru Hayatul Islam [mailto: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Fri, 24 Sep 2004 08:53:43 +1000 (EST)
> Subject: [ppiindia] Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme
> 
> Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme<br>Oleh: Farid Wadjdi<br>Publikasi 
> 18/07/2004<br><br>hayatulislam.net - Mengerikan! Diseluruh dunia 20 juta orang 
> meninggal karena HIV/AIDS dan 37,8 juta orang terinfeksi. Demikian catatan badan PBB 
> yang menangani AIDS (UNAIDS). Nelson Mandela dalam Konferensi AIDS XV di Bangkok, 
> Thailand, mengajak seluruh masyarakat dunia bersatu melawan AIDS. Dalam konferensi 
> ini juga terdapat lima catatan penting; pertama, dibutuhkan kehadiran politis para 
> pemimpin pemerintah untuk menyukseskan penanggulangan AIDS. Kedua, mengajak setiap 
> orang agar tertarik untuk berpartisipasi dalam masalah ini, tidak hanya pemerintah 
> dan organisasi. Ketiga, perlu penyuluhan publik yang lebih kuat kepada masyarakat, 
> remaja, dan anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS. Keempat, bagaimana membuat orang 
> paham bahwa mereka yang HIV positif bisa hidup bersama dalam masyarakat. Dan yang 
> kelima, menghilangkan diskriminasi terhadap penderita AIDS (Kompas, Sabtu, 17 Juli 
> 2004).<br><br>Tingginya angka ini jelas menunjukkan kegagalan berbagai program yang 
> selama ini sering ditawarkan negara-negara Barat dalam masalah ini. Negara-negara 
> Barat selama ini gagal dalam menentukan apa sebenarnya sebab utama dari mewabahnya 
> penyakit ini. Mereka malah menawarkan solusi-solusi yang tidak berhubungan langsung 
> dengan akar persoalan dari penyakit ini. Sosialisasi penyakit ini, bahkan dalam 
> bentuk pelajaran khusus pendidikan seks di sekolah-sekolah, terbukti tidak 
> menghentikan laju penyakit ini Selama ini sosialiasi tentang penyakit ini seperti 
> dalam pendidikan seks, hanya berbicara bahaya dari penyakit seksual termasuk AIDS 
> dan bagaimana melakukan seks secara aman, yakni dengan menggunakan kondom. Banyak 
> yang tidak memperdulikan seruan ini dengan berbagai alasan; kurang praktis, lupa, 
> kurang nikmat, sampai memang tidak ada dana yang cukup membeli kondom. Apalagi 
> penyeruan penggunaan kondom hanya sebatas seruan, tidak ada sanksi bagi yang tidak 
> menggunakannya. Sementara,<br> menjatuhkan sanksi bagi yang tidak menggunakan kondom 
> -kalaupun mau dibuat undang-undang- , tentu sangat sulit. Sementara solusi yang 
> lain, tidak ada hubungan langsung dengan masalah ini. Seperti hidup bersama 
> penderita AIDS, tidak diskriminasi terhadap penderita AIDS. Hal ini hanya bicara 
> tentang sikap setelah seseorang terjangkiti penyakit AIDS, bukan mencegah seseorang 
> terkena penyakit AIDS. <br><br>Akar persoalan penyakit ini sebenarnya, berpangkal 
> dari pandangan hidup kebebasan (freedom) yang dianut oleh banyak orang dan negara di 
> dunia saat ini. Kebebasan bertingkahlaku sendiri merupakan pilar penting dari 
> kapitalisme. Sehingga sebenarnya pangkal penyakit ini adalah Kapitalisme itu 
> sendiri. Pandangan kebebasan kemudian menganggap masalah seksual adalah masalah 
> individu, yang selama tidak mengganggu individu lain dan dilakukan suka sama suka, 
> tidak boleh ada yang mengintervensinya. Termasuk negara sekalipun. Karenanya, 
> berganti-ganti pasangan seksual atas dasar suka sama suka, bukanlah merupakan 
> pelanggaran. Padahal berganti-ganti pasangan adalah faktor penyebab menyebarluasnya 
> penyakit ini. Demikian juga anggapan bahwa setiap orang bebas menentukan orientasi 
> (kecendrungan) seksnya, adalah merupakan bagian dari kebebasan individu. Karena itu 
> homoseksual dan lesbianisme bukanlah sesuatu yang terlarang dalam masyarakarat 
> Kapitalisme. <br><br>Masyarakat kapitalis juga menganggap industri seks yang jelas 
> menumbuhsuburkan penyakit-penyakit seksual sebagai sesuatu yang legal, karena 
> memiliki nilai ekonomis. Bisa menjadi penghasilan invidu atau negara, berupa pajak. 
> Padahal jelas, keberadaan industri seks merupakan salah faktor yang menumbuhsuburkan 
> penyakit-penyakit seksual termasuk AIDS.<br><br>Sebagai implikasi dari pandangan 
> liberal, ditemukan banyak sekali sarana-sarana yang mendorong hajat seksual manusia 
> secara terbuka. Pornograpi dan pornoaksi merupakan hal yang biasa dieksploitasi, 
> dengan alasan kebebasan. Jelas sekali sarana-sarana ini turut mendorong tumbuhnya 
> hajat seksual pemuda dan para remaja, yang menyebabkan banyak diantara mereka yang 
> melakukan hubungan seks t
>  anpa ikatan pernikahan. Disamping itu pergaulan yang demikian bebas, antar pria dan 
> wanita, termasuk pendorong utama munculnya hajat seksual ini. <br><br>Tidaklah 
> mengherankan kalau di negara-negara liberal dan permisif terhadap masalah seksual 
> ini perkembangan penyakit seksual termasuk AIDS menjadi tinggi. Di Inggris misalnya, 
> jumlah penderita penyakit infeksi akibat hubungan seksual seksual (Sexually 
> transmitted infections) meledak belakangan ini. Dari data yang dikeluarkan The 
> Health Protection Agency (HPA) kasus penyakit siplis meningkat sampai 486 % sejak 
> tahun 1996. Dalam priode yang sama penyakit Chlamydia yang bisa menyebabkan ketidak 
> suburan wanita meningkat 108%, gonorrhoea 87%. Pada tahun 2001, jumlah orang yang 
> diduga terjangkit HIV sekitar 4.400 orang, meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya. 
> Sementara pada tahun 2004, dilaporkan sudah 5.047 orang dilaporkan sudah terjangkiti 
> penyakit ini. Perancis juga mengalami nasib yang sama, kasus penyakit gonorrhoea 
> meningkat sampat 170% hanya dalam setahun. Rusia juga mengalami goncangan yang sama, 
> terutama setelah runtuhnya komunisme. Masyarakat rusia telah memetik buah pahit<br> 
> ideologi baru mereka kapitalisme. Rusia merupakan salah satu negara yang tercepat 
> pertumbuhan AIDS-nya di dunia. Dari tahun 1997 sampai 2002, pejabat yang menangani 
> HIV menyatakan jumlah penderita penyakit ini meningkat 22 kali, yakni 700.000 kasus. 
> Sementera menurut laporan tidak resmi diduga meningkat sampai 1,5 juta kasus 
> (www.1924.org). Demikian juga negara-negara lain yang dikenal sebagai bebas dan 
> menjadikan seks sebagai industri pengidap penyakit AIDS sangat tinggi seperti 
> Amerika Serikat dan Thailand. Untuk kasus Indonesia sendiri, kota-kota yang dikenal 
> bebas kehidupannya merupakan daerah yang tinggi penderita AIDSnya seperti Jakarta, 
> Surabaya, dan Bali. Departemen Kesehatan mengatakan angka orang yang hidup dengan 
> HIV/AIDS di Indonesia sekitar 90.000 sampai 130.000 (Kompas, Sabtu, 17 Juli 2004 
> )Sementara itu negeri-negeri Islam, yang dikenal masih ketat dalam masalah 
> pengaturan pergaulan pria dan wanita (seksual) , penderita penyakit AIDSnya, secara 
> signifikan rendah. <br><br>Islam jelas berbeda dengan kapitalisme dengan paham 
> kebebasannya. Dalam Islam, dengan sangat jelas menyatakan bahwa manusia tidak bisa 
> dibebaskan untuk mengatur kehendaknya sendiri. Sebab kalau ini terjadi, manusia akan 
> terjerumus pada hawa nafsunya seperti yang terjadi pada saat sekarang ini. Karena 
> itu dalam Islam, seluruh tingkah laku manusia wajib terikat pada aturan-aturan Allah 
> SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aturan Allah SWT jelas akan memberikan 
> kebaikan pada manusia, sebab Allah SWT yang paling tahu tentang apa yang paling baik 
> untuk manusia. Sangat jelas, saat manusia lalai dari aturan Allah , munculnya 
> penderitaan, antara lain penyakit seksual ini. <br><br>Karena itu Islam, mengatur 
> bagaimana hubungan pria dan wanita yang aman, yakni lewat ikatan perkawinan yang 
> sah. Tidak hanya itu, Islam pun menutup segala jalan yang mengakibatkan munculnya 
> kebebasan seksual yang berbahaya. Islam melarang pria wanita berinteraksi secara 
> bebas kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan oleh syari�i. Campur aduk (ikhtilat) 
> adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. Sehingga, Islam memenimalkan hubungan 
> pria dan wanita, kecuali dalam perkara-perkara tertentu seperti jual beli, 
> pendidikan, pengadilan, kesehatan dan interaksi lain yang memang membutuhkan sikap 
> ta�awun (tolong menolong) antara kedua belah pihak. Itupun tetap dalam 
> batasan-batasan yang sangat ketat. Mulai dari cara berpakaian yang menutup aurot 
> sampai larangan tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), yang memungkinkan 
> munculnya hajat seksual lawan jenisnya. Islam juga melarang wanita berduaan dengan 
> laki-laki yang bukan mahromnya (khalwat). Jelas pula, dalam Islam industri atau 
> bisnis<br> seksual atau yang mengeksploitasi pornograpi diharamkan, tidak perduli 
> apakah itu menghasilkan uang atau tidak. Dalam Islam, uang bukanlah segalanya untuk 
> menghalalkan segala cara. Semua ini akan menghindari munculnya seks bebas 
> ditengah-tengah masyarakat. <br
> _______________________________________________
> No banners. No pop-ups. No kidding.
> Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 

-------------------------------------------------
WebMail from Tele2 http://www.tele2.se
-------------------------------------------------



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke