"Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme". Gerakan komunisme sedunia 
dibawah Karl Marx sudah mengajarkan sejak tahun 20an " Kapitalisme 
adalah sampah". Juga bung Karno mengajarkan yang sama.

Tapi malah bung Karno diganyang umat beragama, pengikutnya diusir 
umat beragama ke pulau Buru, sebagaian diusir ke alam baka...

Gimana nihh?

Tetapi, by the way, Indonesia sejak 45 membangun ekonomi dengan 
kapital, jadi ya sesuai dengan kapitalisme. Perusahaan2 negara di 
privitasi (seperti diseluruh dunia, kecuali dulu di negeri2 komunis 
yang bangkrut), agar tak membebani negara. 

Kita punya mall2, banyak mobil, ada kapal terbang, rumah2 bagus, 
jalan2 tol....kartena berkat kapitalisme...

Jadi, pak haji, mau kemana kita nihh?






--- In [EMAIL PROTECTED], Kru Hayatul Islam 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme
> Oleh: Farid Wadjdi
> Publikasi 18/07/2004
> 
> hayatulislam.net - Mengerikan! Diseluruh dunia 20 juta orang 
meninggal karena HIV/AIDS dan 37,8 juta orang terinfeksi. Demikian 
catatan badan PBB yang menangani AIDS (UNAIDS). Nelson Mandela dalam 
Konferensi AIDS XV di Bangkok, Thailand, mengajak seluruh masyarakat 
dunia bersatu melawan AIDS. Dalam konferensi ini juga terdapat lima 
catatan penting; pertama, dibutuhkan kehadiran politis para pemimpin 
pemerintah untuk menyukseskan penanggulangan AIDS. Kedua, mengajak 
setiap orang agar tertarik untuk berpartisipasi dalam masalah ini, 
tidak hanya pemerintah dan organisasi. Ketiga, perlu penyuluhan 
publik yang lebih kuat kepada masyarakat, remaja, dan anak-anak 
tentang bahaya HIV/AIDS. Keempat, bagaimana membuat orang paham bahwa 
mereka yang HIV positif bisa hidup bersama dalam masyarakat. Dan yang 
kelima, menghilangkan diskriminasi terhadap penderita AIDS (Kompas, 
Sabtu, 17 Juli 2004).
> 
> Tingginya angka ini jelas menunjukkan kegagalan berbagai program 
yang selama ini sering ditawarkan negara-negara Barat dalam masalah 
ini. Negara-negara Barat selama ini gagal dalam menentukan apa 
sebenarnya sebab utama dari mewabahnya penyakit ini. Mereka malah 
menawarkan solusi-solusi yang tidak berhubungan langsung dengan akar 
persoalan dari penyakit ini. Sosialisasi penyakit ini, bahkan dalam 
bentuk pelajaran khusus pendidikan seks di sekolah-sekolah, terbukti 
tidak menghentikan laju penyakit ini Selama ini sosialiasi tentang 
penyakit ini seperti dalam pendidikan seks, hanya berbicara bahaya 
dari penyakit seksual termasuk AIDS dan bagaimana melakukan seks 
secara aman, yakni dengan menggunakan kondom. Banyak yang tidak 
memperdulikan seruan ini dengan berbagai alasan; kurang praktis, 
lupa, kurang nikmat, sampai memang tidak ada dana yang cukup membeli 
kondom. Apalagi penyeruan penggunaan kondom hanya sebatas seruan, 
tidak ada sanksi bagi yang tidak menggunakannya. Sementara,
>  menjatuhkan sanksi bagi yang tidak menggunakan kondom -kalaupun 
mau dibuat undang-undang- , tentu sangat sulit. Sementara solusi yang 
lain, tidak ada hubungan langsung dengan masalah ini. Seperti hidup 
bersama penderita AIDS, tidak diskriminasi terhadap penderita AIDS. 
Hal ini hanya bicara tentang sikap setelah seseorang terjangkiti 
penyakit AIDS, bukan mencegah seseorang terkena penyakit AIDS. 
> 
> Akar persoalan penyakit ini sebenarnya, berpangkal dari pandangan 
hidup kebebasan (freedom) yang dianut oleh banyak orang dan negara di 
dunia saat ini. Kebebasan bertingkahlaku sendiri merupakan pilar 
penting dari kapitalisme. Sehingga sebenarnya pangkal penyakit ini 
adalah Kapitalisme itu sendiri. Pandangan kebebasan kemudian 
menganggap masalah seksual adalah masalah individu, yang selama tidak 
mengganggu individu lain dan dilakukan suka sama suka, tidak boleh 
ada yang mengintervensinya. Termasuk negara sekalipun. Karenanya, 
berganti-ganti pasangan seksual atas dasar suka sama suka, bukanlah 
merupakan pelanggaran. Padahal berganti-ganti pasangan adalah faktor 
penyebab menyebarluasnya penyakit ini. Demikian juga anggapan bahwa 
setiap orang bebas menentukan orientasi (kecendrungan) seksnya, 
adalah merupakan bagian dari kebebasan individu. Karena itu 
homoseksual dan lesbianisme bukanlah sesuatu yang terlarang dalam 
masyarakarat Kapitalisme. 
> 
> Masyarakat kapitalis juga menganggap industri seks yang jelas 
menumbuhsuburkan penyakit-penyakit seksual sebagai sesuatu yang 
legal, karena memiliki nilai ekonomis. Bisa menjadi penghasilan 
invidu atau negara, berupa pajak. Padahal jelas, keberadaan industri 
seks merupakan salah faktor yang menumbuhsuburkan penyakit-penyakit 
seksual termasuk AIDS.
> 
> Sebagai implikasi dari pandangan liberal, ditemukan banyak sekali 
sarana-sarana yang mendorong hajat seksual manusia secara terbuka. 
Pornograpi dan pornoaksi merupakan hal yang biasa dieksploitasi, 
dengan alasan kebebasan. Jelas sekali sarana-sarana ini turut 
mendorong tumbuhnya hajat seksual pemuda dan para remaja, yang 
menyebabkan banyak diantara mereka yang melakukan hubungan seks tanpa 
ikatan pernikahan. Disamping itu pergaulan yang demikian bebas, antar 
pria dan wanita, termasuk pendorong utama munculnya hajat seksual 
ini. 
> 
> Tidaklah mengherankan kalau di negara-negara liberal dan permisif 
terhadap masalah seksual ini perkembangan penyakit seksual termasuk 
AIDS menjadi tinggi. Di Inggris misalnya, jumlah penderita penyakit 
infeksi akibat hubungan seksual seksual (Sexually transmitted 
infections) meledak belakangan ini. Dari data yang dikeluarkan The 
Health Protection Agency (HPA) kasus penyakit siplis meningkat sampai 
486 % sejak tahun 1996. Dalam priode yang sama penyakit Chlamydia 
yang bisa menyebabkan ketidak suburan wanita meningkat 108%, 
gonorrhoea 87%. Pada tahun 2001, jumlah orang yang diduga terjangkit 
HIV sekitar 4.400 orang, meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya. 
Sementara pada tahun 2004, dilaporkan sudah 5.047 orang dilaporkan 
sudah terjangkiti penyakit ini. Perancis juga mengalami nasib yang 
sama, kasus penyakit gonorrhoea meningkat sampat 170% hanya dalam 
setahun. Rusia juga mengalami goncangan yang sama, terutama setelah 
runtuhnya komunisme. Masyarakat rusia telah memetik buah pahit
>  ideologi baru mereka kapitalisme. Rusia merupakan salah satu 
negara yang tercepat pertumbuhan AIDS-nya di dunia. Dari tahun 1997 
sampai 2002, pejabat yang menangani HIV menyatakan jumlah penderita 
penyakit ini meningkat 22 kali, yakni 700.000 kasus. Sementera 
menurut laporan tidak resmi diduga meningkat sampai 1,5 juta kasus 
(www.1924.org). Demikian juga negara-negara lain yang dikenal sebagai 
bebas dan menjadikan seks sebagai industri pengidap penyakit AIDS 
sangat tinggi seperti Amerika Serikat dan Thailand. Untuk kasus 
Indonesia sendiri, kota-kota yang dikenal bebas kehidupannya 
merupakan daerah yang tinggi penderita AIDSnya seperti Jakarta, 
Surabaya, dan Bali. Departemen Kesehatan mengatakan angka orang yang 
hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia sekitar 90.000 sampai 130.000 
(Kompas, Sabtu, 17 Juli 2004 )Sementara itu negeri-negeri Islam, yang 
dikenal masih ketat dalam masalah pengaturan pergaulan pria dan 
wanita (seksual) , penderita penyakit AIDSnya, secara signifikan 
rendah. 
> 
> Islam jelas berbeda dengan kapitalisme dengan paham kebebasannya. 
Dalam Islam, dengan sangat jelas menyatakan bahwa manusia tidak bisa 
dibebaskan untuk mengatur kehendaknya sendiri. Sebab kalau ini 
terjadi, manusia akan terjerumus pada hawa nafsunya seperti yang 
terjadi pada saat sekarang ini. Karena itu dalam Islam, seluruh 
tingkah laku manusia wajib terikat pada aturan-aturan Allah SWT yang 
Maha Pengasih dan Penyayang. Aturan Allah SWT jelas akan memberikan 
kebaikan pada manusia, sebab Allah SWT yang paling tahu tentang apa 
yang paling baik untuk manusia. Sangat jelas, saat manusia lalai dari 
aturan Allah , munculnya penderitaan, antara lain penyakit seksual 
ini. 
> 
> Karena itu Islam, mengatur bagaimana hubungan pria dan wanita yang 
aman, yakni lewat ikatan perkawinan yang sah. Tidak hanya itu, Islam 
pun menutup segala jalan yang mengakibatkan munculnya kebebasan 
seksual yang berbahaya. Islam melarang pria wanita berinteraksi 
secara bebas kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan oleh syari'i. 
Campur aduk (ikhtilat) adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. 
Sehingga, Islam memenimalkan hubungan pria dan wanita, kecuali dalam 
perkara-perkara tertentu seperti jual beli, pendidikan, pengadilan, 
kesehatan dan interaksi lain yang memang membutuhkan sikap ta'awun 
(tolong menolong) antara kedua belah pihak. Itupun tetap dalam 
batasan-batasan yang sangat ketat. Mulai dari cara berpakaian yang 
menutup aurot sampai larangan tabarruj (berhias berlebihan di ruang 
publik), yang memungkinkan munculnya hajat seksual lawan jenisnya. 
Islam juga melarang wanita berduaan dengan laki-laki yang bukan 
mahromnya (khalwat). Jelas pula, dalam Islam industri atau bisnis
>  seksual atau yang mengeksploitasi pornograpi diharamkan, tidak 
perduli apakah itu menghasilkan uang atau tidak. Dalam Islam, uang 
bukanlah segalanya untuk menghalalkan segala cara. Semua ini akan 
menghindari munculnya seks bebas ditengah-tengah masyarakat. 
> 
> Karena itu siapun yang melanggar aturan-aturan tersebut akan 
diberikan sanksinya secara tegas dalam Islam. Bagi pezina ghoiru 
muhshan (yang belum menikah), sangsinya dicambuk 100 kali disamping 
itu Khalifah boleh (jaiz) menambah sanksi hukuman dengan cara 
mengasingkannya (taghrib) selama satu tahun. Sementara bagi pezina 
muhshan (yang sudah menikah) dirajam sampai mati. Sementara bagi 
pelakuk homoseksual sanksinya adalah dibunuh baik sudah menikah 
ataupun belum. Untuk pelaku bisnis haram atau menyebarluaskan 
pornograpi akan dikenakan sanksi ta'zir, yang hukumannya diserahkan 
kepada peradilan. Demikianlah aturan Islam mengatur kehidupan seksual 
antara pria dan wanita yang membawa pada masyarakat yang tentram, 
suci dan terhindar dari berbagai penyakit seksual. 
> Posted by: Redaksi on 18, Jul 04 | 10:03 am
> Comment Archives
> Return to : WEBLOG
> 
> http://hayatulislam.net/
> 
> 
> Untuk mendapatkan artikel-artikel seputar Islam, silahkan kunjungi 
Hayatul Islam.Net - Menuju Islam Kaffah http://hayatulislam.net
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke